02 : Askya.

53.9K 3.1K 48
                                        

Saat ini askya beserta sahabat dan ketiga kakanya sedang berada diruangan nara, mereka duduk disofa kecuali askya yang ade nara.

Sampai sampai nara pusing melihat kelakuan dari askya yang sedari tadi mondar mandir,.

"Mom nyuruh kamu kesini itu untuk bantuin dani dimarkas, kenapa kamu malah mondar mandir! Bikin mom pusing aja," sungut nara kepada askya.

"Aku sih mau aja mom, tapi lihatlah kedua abangku ini! Sungguh menyusahkan," balas askya.

"Pokoknya kita gak setuju kalo kya harus ikut ikutan ke dunia gelap mom," ucap Arlan.

"Ohh ayolah, mom kasih pilihan askya bantuin dani atau dia mom kirim kerumah grandma grandpa?," putus nara, dan semua yang ada disana langsung membelalakkan mata.

"Kalo kya dikirim kerumah grandma mira, berarti asky juga dong," balas askya, dan ia langsung pergi begitu saja.

"Diriku tak memperdulikan larangan kalian berdua bang, kya akan kemarkas," ucap askya sebelum benar benar pergi. Semua orang menatap tak percaya kearah askya.

"Dia sungguh misterius, sama sepertiku dulu,"batin nara.

"Dia gadis yang begitu mirip dengan ibunya," batin renhart.

Dari kejauhan askya hanya tersenyum tipis, mendengar suara hati dari mommynya dan juga renhart.

Fyi: sebenarnya askya itu memiliki kelebihan, ia memiliki indra ke enam. Atau bisa dibilang ia indigo, dan ia sangat bersyukur telah dikaruniai kelebihan.

Askya berjalan menuju mobilnya, saat ia akan memasuki mobil ada seorang perempuan yang menghalangi jalannya, askya menautkan kedua alisnya. Lalu menatap wanita tersebut. Ya tidak lain dan tidak bukan adalah jessika.

"Gue minta li jauhin renhart, gua gak peduli kalo lo anak pemilik yayasan," ucap Jessika kepada askya.

"Dan gua gak perduli dengan permintaan lo," balas askya dengan nada dingin dan menghempas kasar tangan Jessika.

"Kurang ajar lo, anak baru aja belagu," sindir Jessika. Askya yang ingin menaiki mobilnya seketika langsung berhenti dan berbalik menatap Jessika .

"Emang lo siapa? Lo bilang anak belagu? Gua kaya gini karna mom and dad gua jadi lo gak usah komen," balas askya dan saat itu juga nara dan yang lainnya datang.

"Ada apa ini?," tanya nara kepada mereka.

"Ehh.. Ada mommy, gini mom tadi kan kya mau keluar nah diganggu jalan kya. Kya boleh ngelakuin sesuatu gak?," tanya askya kepada nara, dan nara menggelengkan kepalanya.

"Yahh, gak asik ihh. Au ah kya pergi bye," setelah mengucapkan itu askya langsung masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan para sahabatnya yang meneriakinya.

Dengan perasaan kesal askya membawa mobil dengan kecepatan diatas rata rata, ia tak menghiraukan sumpah serapah para pengendara lain.

Saat ditengah jalan ia teringat bahwa handphonenya tertinggal dimeja mommynya, askya mendesah kesal lalu ia memutar balikan mobilnya.

setelah sampai lagi diNHS, askya bergegas turun dan berlari menuju ruangan mommynya. Namun lagi lagi jalannya dihalangi oleh Jessika.

"Enak banget hidup lo, habis keluar balik lagi," seru Jessika, dan saat itu tepat jam istirahat.

"Hubungannya sama lo apa? Lo anak nyokap gua!? Kalo gua mah ogah Punya sodara kek lo," balas askya dengan lantang karna ia sangat kesal.

"Lo songong bett sih jadi orang!, gua kaga takut sama ortu lo yang orang no 1 didunia itu,"balas Jessika.

"Lo pikir gua takut sama lo yang cuma modal duit om itu," Sindir askya, dan langsung pergi begitu saja.

Jessika nampak geram dengan askya dan dengan kencang ia menarik lengan askya lalu menamparnya, dan itu disaksikan oleh nara dan para sahabat nya.

Plakk.

Askya menatap tajam kearah Jessika yang sedang tertawa puas, yang tadinya askya ingin menahan amarahnya sekarang sudah tak bisa ia tahan.

Tanpa memperdulikan sang ibu yang memperhatikan nya, askya langsung memberi bogeman mentah kepada Jessika hingga tersungkur .

"Sialan lo, gua balik kesini cuma mau ambil handphone gua yang ketinggalan tapi lu malah gangguan gua!," bentak askya, dan saat itu juga ia berjalan menuju ruangan mommynya dengan perasaan kesal.

Saat sampai ia melihat para sahabat dan juga mommynya ada disana, askya berjalan kearah meja nara lalu mengambil handphonenya.

"Kaga usah ngedumel dalam ati, gua tau," seru askya dan langsung pergi meninggalkan mereka yang menatap tak percaya kearah askya.

Askya berjalan menuju mobilnya dan ia langsung menaiki mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.

Askya memutuskan untuk pergi ke markas, karna ia ingin berlatih pistol walaupun belum diizinkan oleh mommynya.


TBC.

Sorry gan ceritanya ngegantung, klean jan lupa vote sama komen yaa.. Itu yang cma baca tanpa vote gua doain cebur got.

Gua nulis capek capek lu cma baca tanpa vote! Heyy hargailah diriku.

Jangan lupa divote, komen, and follow aku author.
See you

Next time!

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang