55 : Askya

14K 1.1K 92
                                        

Askya saat ini sedang bersantai diapartemennya karna ia sangat malas untuk kekampus, sementara Arken sedang sibuk dikantor jadi tak bisa menemani Askya.

Askya memilih untuk menonton drama korea saja dari pada bosan, belakangan ini ia sangat menyukai drama korea entah mengapa. Askya kedapur terlebih dahulu sebelum menonton, ia mengambil cemilan sebanyak mungkin.

Setelah selesai mengambil cemilan ia langsung berjalan kearah kamarnya, ia meletakkan semua cemilan dinakas setelah itu ia langsung fokus kepada drama yang ia tonton.

Askya tidak menunjukkan reaksi apapun saat menonton drama korea, ia hanya diam santai sambil memakan cemilan yang ia bawa. Saat sedang serius menyaksikan drama korea tiba-tiba bel berbunyi.

Dengan kesal Askya beranjak dari kasur lalu berjalan menuju lantai satu, ia sangat kesal karna orang yang memencet bel tak sabaran.

"IYA IYA SABAR!!" teriak Askya lalu membukakan pintu aprtnya, dan ternyata itu adalah Derista, Askya menyerengitkan keningnya menatap heran kearah Derista.

"Kenapa lo? Ada masalah? Masuk dulu," ucap Askya menyuruh Derista masuk terlebih dahulu, Askya menatap heran kearah Derista ia melihat ketakutan dimata Derista.

"Lo kenapa? Tenangin diri lo dulu, terus cerita pelan-pelan," ucap Askya memberikan Derista segelas air minum.

"Hikss... Tolongin gue Ky! Adek gue diculik, dan nyokap bokap nyalahin gue, dan mereka ngancem mau ngusir gue kalau Scarlet enggak ketemu!," ucap Derista yang sudah menangis didalam pelukkan Askya, Askya nampak biasa saja lalu melepaskan pelukkan Derista dan berjalan kearah kamarnya untuk mengambil leptop.

Derista masih menangis tersedu-sedu dan Askya datang lalu duduk kembali disofa, ia melacak keberadaan adik Derista dan ia menyerengit bingung saat sudah mengetahui lokasi penculikkan adik dari Darista.

Askya menatap mengitimindasi kearah Derista, sementara Derista masih terus menangis sambil berdoa agar adiknya selamat.

"Adek lo hilangnya dimana?," tanya Askya dingin, Derista menoleh menatap Askya yang berubah dingin terhadapnya.

"Ditaman dekat mansion gue!," balas Derista sedikit takut karna tatapan dingin dari Askya.

"Bohong! Gue lacak adek lo ada di Belanda dan hari ini akan terbang ke inggris, lo siapanya mommy gue!?," ucap Askya dingin, Derista tertegun dan berusaha menutupi wajah paniknya.

"G-gue bahkan enggak kenal sama mommy lo," ucap Derista takut, Askya masih menatap Derista dingin.

"Pergi, sahabat lo yang lain masih ada!," ucap Askya mengusir Derista, Derista dengan wajah takut langsung berlari keluar dari apartemen Askya.

Askya mengacak-acak rambutnya frustasi lalu ia bersiap ingin pergi kemarkas, sudah lama ia tak mengunjungi markas. Setelah merasa siap Askya langsung keluar dari apartemennya dan langsung berjalan menuju basment apart.

Saat sedang berjalan Askya melihat ada seorang lelaki memakai hoodei hitam sedang menguntainya diujung lorong, Askya mengeluarkan pistolnya lalu menembak orang tsb sebanyak 2 kali.

Dorr.

Dorr.

Setelah itu Askya melanjutkan jalannya, ia memilih mengendarai motor karna sudah lumayan lama ia tak mengendarai motor. Askya melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Sekitar 15 menit kemudian Askya sudah sampai dimarkas, dan ia disambut dengan ramah oleh para anggotanya. Askya berjalan mengelilingi markas banyak yang menunduk hormat saat Askya lewat, namun Askya hanya mengangguk.

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang