Siang ini askya dan patner misinya sedang ada dimarkas, hari ini adalah 1 hari sebelum penyerangan dilakukan dan untuk menambah kemampuan askya berlatih dulu.
"Qella fokus, jangan memikirkan yang tidak tidak!," seru askya, karna sedari tadi Qella tak fakus dengan pisaunya.
"Iyaa maaf kya!," ucap Qella menundukan kepala takut menatap netra askya, askya menghela nafas lalu menghampiri Qella.
"Kenapa? Hm?," tanya askya menatap wajah Qella. Qella mendongak menatap askya.
"Gue takut kya," cicit Qella menundukan kepalanya, askya memegang dagu Qella dengan lembut.
"Jangan takut, positif thiking!," ucap askya, Qella mengangguk lalu fokus pada pisaunya.
"Sebenernya perasaan gue juga gak enak qell, tapi gue coba untuk tepis," batin askya, askya juga sangat khawatir entah mengapa. Ia tak mengkhawatirkan nyawanya namun nyawa arlan.
Arlan memang bagian dari RGD tapi kelemahannya begitu banyak, sehingga musuh yang tadinya mengincar arken beralih kearlan.
Askya sedari tadi melamun pikirannya kosong, hingga ia tak sadar sedari tadi nassya, reyna, qella, nathan, renhat, dan arken memperhatikannya dengan tatapan heran.
"Queen, kamu kenapa?," tanya arken, namun tak direspon oleh askya.
"Kya lo kenapa? Woe!," ucap nassya melambai lambaikan tangannya didepan wajah askya.
"Eh, iya apa?," ucap askya, nassya menatap heran kearah askya tak biasanya askya melamun seperti ini.
"Lo kenapa?," tanya reyna, askya menggelengkan kepalanya lalu berjalan kearah leptopnya untuk melihat kondisi arlan.
Ia terkejut melihat kondisi arlan yang tak bergerak, askya mulai khawatir pikirannya sudah kemana mana. Askya mengambil ponselnya untuk menelfon erick.
"Gimana kondisi bang arlan?,"
"Maaf miss, sedari tadi anak buah kami sudah berusaha membangunkan tuan arlan namun tak ada respon,"
"Akhhh ... Kenapa bisa begini! Tolong kau bilang kepada anak buahmu untuk pura pura membuang bang arlan,"
"Setelah itu bawa kemana miss?,"
"Setelah itu kau bawa keparis, bawa dia ke Ask's hospital!,"
"Baik miss, laksanakan!,"
Askya langsung memutuskan sambungan telfonnya dan menghela nafas gusar, ia mendapat tatapan tajam dari yang lain. Ia tau ini resikonya. Entah bagaimana nasibnya kedepan nanti.
"Apa maksud lo ky!?," tanya Qella dengan tatapan tajam.
"Maksud kamu apa Queen!?," tanya arken.
"Maksud lo apa kya!?," tanya nassya.
"Maksud lo apa!?," tanya renhart.
"Maksud lo apa kya!?," tanya reyana.
"Maksud Queen apa?," tanya nathan dengan nada lembut, askya mendongak menatap nathan yang tersenyum tulus kearahnya.
"Akhh ... Lo pada bisa gak, gak usah tanya kaya gitu? Gue pusing! Arghhh ... Bang arga siapkan anak buah!," teriak askya frustasi, bahkan arken terkejut mendengar kata 'bang arga siapkan anak buah'.
"Maksud lo apa? Lo mau nyerang hari ini? Lo gila!," ucap reyna, sementara tatapan askya sudah berubah menjadi tajam dengan aura dingin. Lalu berjalan menuju ruangannya untuk berganti pakaian.
"Kalau lo pada gak mau ikut nggk papa, gue sama bang arga, bang cleo, dan bang vero aja!," ucap askya yang sudah siap dengan baju hitam hitam, tak lupa topeng yang diberikan mommynya.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Фэнтези*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)