"Lo udah enakan bang?,"
"Iyaa udah, btw yang nyelametin gue siapa?,"
"Kalau gue bilang kya, lo percaya?,"
"Kenapa gue gak percaya, dia kan adek gue goblok!,"
"Bukannya lo dukung daddy ya?,"
"Aelah, itu mah cuma boongan! Sebenernya gue juga males lihat mukanya nenek lampir itu,"
"Tenang, dia udah ada dimarkas! Tapi itu urusan kya. Gue aja gak tau kapan kya mau bunuh tuh teh hijau!,"
"Lah? Apa hubungannya sama teh hijau coy?,"
"Teh hijau itu artinya pelakor!," entah apa yang dibicarakan kedua lelaki kembar ini, siapa mereka? Siapa lagi kalau bukan arken dan arlan sedari tadi mereka terus berbicara tanpa henti entah membahas apa itu.
Arken membuka ponselnya dan mendapat kabar dari qella kalau nassya dirawat diRS, arken terkejut dan langsung menelfon nassya.
"Iyaa, hallo kenapa ken?,"
"Lo gak kenapa napa kan? Apa yang luka? Siapa yang lukain lo?,"
"Lo ko jadi cerewet sih, gue gak papa! Yang luka lengan gue, yang lukain gue leo,"
"Biarin sih cerewet sama calon bini- upss,"
"Apa? Calon apa ken?,"
"Kaga, calon kades maksudnya!,"
"Ha? Gak jelas lu kaya dora! Ya udah bye!,"
Nassya memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak, arken menghela nafas saat telfonnya dimatikan oleh nassya. Sedangkan arlan memperhatikan adiknya yang sepertinya berubah menjadi cerewet.
"Lo kenapa sih? Ko tiba tiba berubah," ucap arlan menatap arken heran, arken menatap kearah arlan lali menghedikan bahu acuh.
"Eh, minta pendapat dong! Gue cocok gak sih sama Qella?," tanya arlan kepada arken.
"Cocok aja sih, gue juga mau minta pendapat gue sama nassya cocok gak?," balas arken yang balik bertanya kepada arlan.
"Cocok kok!." balas arlan antusias, karna menurut arlan arken dan nassya sangat cocok. Arken tersenyum mendengar jawaban dari abangnya ini.
"Kapan gue boleh balik?," tanya arlan yang mulai bosan diRS, arken menatap lekat manik mata milik arlan.
"Lo tunggu aja info dari kya!,"
***
S
ementara diindonesia, lebih tepatnya dijogja seorang gadis cantik bak dewi yunani masih terlelap dibalik selimut tebalnya. Dia adalah Askya Xandra Putri Leorand.
Askya bahkan lupa untuk sholat subuh, karna ia sangat lelah masalah selalu datang didalam hidupnya namun ia selalu terima dengan lapang dada.
Tepat pukul 10.26 askya terbangun dari tidurnya, ia menatap dirinya melalui kaca ia tersentak saat melihat wajahnya seperti gembel. Bagaimana tidak, wajah kusam, rambut acak acakan, baju yang entah seperti apa bentuknya.
Askya melangkah gontai kearah kamar mandi, dan sekitan 15 menitan askya keluar dengan wajah yang lebih fress dari yang tadi.
Askya mengenakan kemeja berwarna peach dan celana berwarna putih, ia berniat untuk pergi kekantor karna ingin memantau kantor selama 3 minggu ia berada di jogja.
Setelah serasa siap askya berjalan menuruni tangga dan melihat bi iyah sedang membersihkan meja yang ada diruang tengah, askya menghampiri bi iyah berniat untuk pamit.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)