47 : Askya

15.2K 1.1K 57
                                        

"Ayo, jangan lengah! Jangan terkecoh dengan acaman mereka. Jika kalian gugur didalam pertempuran ini, saya yang akan menjamin kehidupan keluarga kalian!," ucap Askya kepada anggotanya yang terlihat cemas, seketika mereka kembali semangat mendengar teguran dari sang leader.

"Baik Queen!," kompak mereka, Askya tersenyum melihat kekompakan mereka lalu ia fokus menatap kearah depan dimana Venus sedang menyiksa sahabat Ariel.

Sebenarnya Askya juga geram melihat sifat Venus yang berubah karna kekuasaan, apa lagi sekarang Dark Blue berhasil menggeser posisi Dark Devil yang diketuai oleh Unclenya itu.

"Doni, bagaimana kondisi didalam? Apakah mereka sudah menjalankan tugasnya?," tanya Askya kepada Doni yang duduk disampingnya.

"Siap aman Queen, siap sudah Queen!," balas Doni dengan tegas.

"Bagus, Sisi C masuk lewat pintu samping!," ucap Askya melalui Earphone yang ada ditelinganya, dan sisi C yang dibilang oleh Askya tadi mulai masuk secara perlahan melalui pintu samping.

Askya tersenyum puas karna anggotanya begitu semangat menjalankan missi kali ini, Askya kembali memantau sekitar merasa aman dibagian B ia langsung mengkoordinir sisi B.

"Sisi B aman, silahkan masuk melalui pintu samping!," ucap Askya, dan tanpa membalas mereka langsung memasuki markas Dark Blue secara perlahan. Setelah itu ia kembali memantau posisi belakang markas melalu iPadnya.

Merasa aman Askya mengkoordinir sisi D untuk masuk. "Sisi D aman, masuk melalui pintu belakang secara perlahan!," ucap Askya, dan ia melihat anggotanya masuk secara perlahan melalui pintu belakang.

Askya memandang diarea depan markas, ia melihat Venus yang lagi lagi masih menyiksa sahabat Ariel tanpa menyadari kehadiran RGD. Karna namanya belum resmi diganti Askya terpaksa menggunakan nama itu dulu.

"Miss, saya melihat melalui monitor nona Raysa sedang mengarah kearah markas Dark Blue," ucap Marsel tiba tiba, Askya menyerengitkan dahinya laly benar saja Raysa datang dan langsung memeluk Venus.

Rahang Askya mengeras melihat hal itu, bukan msalah cemburu ternyata orang yang selama ini ia lindungi, ia sayangi sepenuh hati adalah penghianat atau lebih tepatnya musuh dalam selimut. Askya berusaha menahan amarah agar tak melukai anggotanya.

"Kita pantau terus, sampai situasi didalam markas Dark blue tenang sejenak!," ucap Askya yang terus memperhatikan Raysa dan Venus, Askya berfikir Raysa berpacaran dengan Venus.

"Cek, cek sisi A. Kondisi sudah stabil! Semua anggota dan sniper mereka sudah kamu tanganin,"

Askya yang mendengar suara dari earphonenya langsung menganggukkan kepala, dan mereka berjalan mendekat kearah Venus dan juga Raysa yang masih berpelukan. Askya menyuruh anggota yang mengikutinya untuk berperncar dan dirinya mendekar bersama Marsel.

Dorr.

1 peluru tepat mengenai pinggang Venus, dan Venus langsung ambruk. Raysa terkejut dengan kehadiran Askya yang menatap dirinya tajam nan menusuk. Belum sempat Venus melempar pisau lipat kearah Askya, terlebih dahulu askya menembak pergelangan tangan Venus.

Raysa sudah menangis melihat Venus yang ditembak oleh Askya, Askya menatap sinis kearah Raysa yang menangis tersedu sedu melihat Venus tergeletak.

"Bagaimana nona Raysa Ratujulia? Indah bukan karyaku?, aku menganggapmu sahabat namun kau menganggapku musuh! Cih, dasarnya murahan ya tetap murahan," ucap Askya memandang sinis kearah Rasya, sementara Raysa yang sudah geram mengambil pistol dari balik bajunya lalu berniat menembak Askya.

"Kau ingin menembakku? Silahkan, namun lihat dulu kekasihmu ini mati!," ucap Askya lalu menembak mati Venus, karna Askya menembak tepat dijantung Venus sebanyak 5 kali dan dikepala sebanyak 3 kali.

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang