Pagi ini askya dan teman temannya sedang berada dilapangan, karna hari ini adalah pelajaran olahraga. Namun sedari tadi guru yang mengajar tak datang malah nara yang datang.
Askya and askya hanya memutar bola mata malas, melihat sang ibu yang menatap keduanya remeh.
"Oke, guru kalian sedang tidak hadir. Dan yang akan menggantikan adalah saya!,"ucap nara, dan askya hanya mendengus kesal karna ia sudah tahu hal itu.
"Baiklah materi kali ini adalah permainan bola basket, kalian silahkan membentuk tim untuk tanding basket!,"ucap nara, dan melirik anaknya yang nampak kesal. Nara tau asky and askya sangat malas jika sudah berhubungan dengan basket, namun walau seperti itu mereka berdua sangat pandai bermain basket.
Askya membentuk tim dengan sahabatnya, namun mereka kekurangan satu orang untuk cadangan. Lalu jessika menawarkan diri untuk ikut, askya hanya menatap malas jessika.
"Oke, tim yang main asky, lili, rayna, jessika, and vanessa. Yang lainnya jadi cadangan,"putus askya, dan ia melihat satu persatu sahabatnya, dan tak ada yang protes.
"Kalian harus kompak, jangan ada yang curang!,"serkas askya melirik kearah jessika, dan saat itu juga nara datang.
"Hei, ayo ini giliran kalian. Melawan XI MIPA 2,"ucap nara dan asky langsung melotot, karna XI MIPA 2 adalah kelas kedua abangnya dan para sahabatnya.
"Oh ayolah, kau terlalu lamban nyonya!," desis askya, yang menatap remeh kearah nara.
"Anak kurang ajar!," gumam nara, dan askya terkekeh melihat wajah masam sang mommy.
"Baiklah, kau bilang diriku lamban? Ayo lawan diriku dan juga para sahabatku?,"ucap nara menaikturunkan kedua alisnya, dan askya menautkan kedua alisnya.
"Hahaha, menantang senior kau nak,"ledek caca, dan askya hanya mendengus kesal mendengar ucapan auntynya itu.
"Oh ayolah aunty bahkan aku lebih pandai dari dirimu,"seru askya, dan tepat saat itu lapangan basket sudah dipenuhin oleh semua murid.
"Hei, jangan menyombongkan diri dulu!,"sungut nara, dan askya terkekeh melihat sang ibu kesal.
"Baiklah baiklah, mari kita mulai!,"seru askya, dan langsung mengambil bola basket ditangan Qella.
"Astatang anak siape sih dia?!,"geram nara, karna sedari tadi askya membuatnya kesal.
"Astaga bego!, yaa anak lu lah!,"geram laura, dan nara hanya menghedikan bahu acuh.
"Oh ayolah, kalian banyak omong bahkan aku sudah mencetak angka!,"teriak askya daru ujung lapangan, dan nara dkk yang menyadari langsung berlari dan merebut bola. Namun dengan sigap asky mengambilnya kembali.
Dan langsung mengoper kearah askya, dan dengan cekatan askya mengambil bola itu dan mendrible bola lalu mengopernya kearah qella.
Karna Qella dekat dengan ring lawan, maka ia langsung melempar bola itu kering dan...
Happ...
Bola masuk tepat sasaran, dan semua murid yang melihat langsung bersorak meneriaki tim askya.
Askya berlari mengejar bola, dan ia langsung menangkapnya lalu menderible kearah ring lawan.
Nara sedari tadi hanya menggerutu, dan ia tahu bahwa anaknya itu sangatlah pintar walaupun malas dalam berbau basket.
"Ayolah mom, jangan hanya menggerutu. Ayo ambil bola ini!," teriak asky dari jauh, dan nara yang mendengar hanya mendengus kesal.
Lalu ia berjalan menuju asky berada, dan langsung mengambil bola yang ada ditangan asky. Lalu ia mendrible dan langsung melempar kering lawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)