Askya mengerjapkan matanya pelan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk melalui celah-celah gorden, Askya menatap kesamping ia melihat Nathan masih tertidur dengan pulas, Askya ingin bangun namun tangan kekar Nathan melingkar dipinggangnya.
"Nathan, bangun!" ucap Askya mengelus pipi Nathan, Nathan menggeliat dan langsung membuka matanya.
Nathan tersenyum, namun bukannya melepaskan pelukkannya ia malah mengeratkan pelukkannya kepada Askya, Askya mendelik dan hanya bisa diam.
"Good morning sayang!" ucap Nathan mencium kening Askya, Askya tersenyum lalu mengecup singkat bibir Nathan.
"Good morning too!" balas Askya, Nathan tersenyum lalu mengendurkan pelukkannya. Askya bangun dari tidurnya lalu melihat jam yang ada dinakas ternyata masih jam 8.
Askya beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, karna ia sedang malas mandi. Nathan masih diam diranjang sambil memperhatikan Askya yang sedang mencuci muka di wastafel.
"Kamu enggak kekantor?" tanya Askya yang melihat Nathan masih setia duduk diranjang.
"Malas," balas Nathan dan kembali merebahkan dirinya dikasur.
"Jangan malas-malas seperti itu Nathan, nanti perusahaanmu bangkrut aku malas juga membantu!" balas Askya menarik Nathan agar bangun, ini sudah menjadi rutinitas Askya sejak 7 bulan lalu dimana itu adalah hari pertaman mereka menjadi suami istri.
"Iya iya sayang, ini bangun!" balas Nathan lalu berjalan menuju kamar mandi, Askya yang melihat Nathan sudah masuk kedalam kamar mandi langsung keluar dari kamar menuju dapur.
Ia berjalan menuju lantai satu, saat baru sampai dilantai satu ia melihat Asky, Vannesa, Lily, Saskia dan para wanita yang lain. Askya berjalan kearah dapur ia membuatkan kopi untuk Nathan.
"Cuma bikin kopi Ky? Enggak lo kasih makan suami lo?" tanya Vannesa yang sedang menyiapkan bekal untuk Rizky.
"Kasih lah bego, yakali kaga gue kasih makan!" balas Askya berjalan kearah Nathan yang sudah duduk di meja makan dengan baju kantornya.
Askya memberikan kopi itu kepada Nathan, setelah memberikan kopi untuk Nathan, Askya langsung kembali ke dapur untuk membuat nasi goreng sosis kesukaan suaminya.
Sekitar 15 menit kemudian Askya sudah selesai membuatkan nasi goreng untuk Nathan, Askya berjalan kearah Nathan sambil membawa 2 piring nasi goreng untuk Nathan dan juga dirinya.
"Nih," ucap Askya memberikan piring tsb kepada suaminya.
"Terimakasih sayang!" ucap Nathan dengan senyum manis, Askya mengangguk sambil memakan nasi goreng buatannya.
"Seperti biasa enak banget sayang!" puji Nathan melahap habis nasi goreng buatan istrinya, pujian Nathan membuat senyum Askya mengenbang.
"Nanti siang kamu kekantor 'ku ya? Aku mau makan masakan kamu!" ucap Nathan menatap Askya yang sedang mengunyah.
"Kamu mau makan apa?" tanya Askya menatap Nathan, Nathan tampak berfikir.
"Em, aku mau tumis kangkung sama sup bayam!" balas Nathan, Askya mengangguk lalu membereskan piring Nathan dan dirinya.
Askya berjalan menuju dapur lalu mencuci piring tadi, setelah selesai mencuci piring Askya mengantar Nathan menuju pintu utama.
"Aku berangkat ya, kamu kekantor nanti?" ucap Nathan mencium kening Askya.
"Iyaa, tapi nanti sekitar jam 9 karna hari ini jadwal Anaya kontrol kandungan!" balas Askya, Nathan mengangguk lalu kembali mencium kening Askya.
"Aku berangkat, Assalamualaikum!" ucap Nathan menyodorkan tangannya, Askya menyambutnya lalu mencium tangab Nathan.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasía*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)