Sebulan sudah terlewat begitu saja, kini Naysila dan yang lainnya telah resmi menjadi murid kelas tiga SMA. Sudah banyak yang Naysila lalui,dari sekolah dan yang paling mendominasi pikiran nya hingga saat ini adalah alvaren. Sampai sekarang pun, alvaren belum mengetahui kalau Naysila menyukai dirinya."Nay, kaila kelas apa" tanya Maura, saat ini mereka sedang berada di kantin sekolah.
"Kelas sepuluh IPS 2, kenapa Ra" tanya Naysila.
"Enggak, mau tau aja" kata Maura dan hanya diangguki oleh Naysila lalu mereka kembali memakan makanannya.
Saat sedang asik dengan aktivitas nya, tiba tiba ada suara yang membuat mereka menoleh.
"Kak nayy" teriak kaila lalu berlari kecil ke arah mereka.
"Kaila" sahut Maura senang.
Kaila duduk di sebelah Maura yang sudah habis memakan makanannya.
"Gimana kai, nyaman gak sekolah di sini" tanya Naysila dan diangguki cepat oleh kaila.
"Tapi kai, belum punya temen" kata kaila lesu.
"Kamu sabar, emang gitu kalo pertama masuk sekolah. Kan kita harus berbaur dulu" ucap Maura.
"Hmm, iya kak. Oh ya kak, tadi ada Kaka kelas yang minta nomor hp kaila loh ka" kata kaila membuat keduanya menoleh penasaran.
"Siapa" tanya mereka berbarengan.
"Emmm, namaya itu Vani.. ehh bukan bukan, vino.. iya kak namanya vino" jelas kaila membuat Naysila maupun Maura terkejut lalu tertawa setelahnya.
"Kalian kenapa ketawa, emang ada yang lucu ya" tanya kaila heran membuat mereka menghentikan tawanya.
"Bukan gitu, kamu tau vino itu siapa" ucap Naysila dan di gelengi kaila.
"Dia itu cowok yang terkenal playboy kai, temen kita, iya gak nay" kata Maura yang diangguki Naysila.
"Oh gitu, kenapa kalian bisa bilang kalo kak vino playboy" kata kaila yang masih belum mengerti.
"Kai, dia kan teman kita. Ya otomatis, kita tau lah sifatnya gimana, kak maura aja pernah di php in" kata Naysila dan setelahnya dia mendapatkan cubitan di pinggangnya membuatnya meringis.
"Aduh Ra, Lo main nyubit aja. Sakit tau gak" kata Naysila kesal lalu mengusap usap pinggang nya.
"Ya lagian Lo, ember banget" kata Maura tak kalah kesal membuat Naysila cengengesan.
"Udah udah, kalian ini kayak anak kecil aja" tegur kaila berbicara seolah orang dewasa dan dengan begitu dia menerima tatapan dari kedua cewek yang lebih tua darinya.
"Kamu tuh yang masih kecil" ejek Naysila bercanda membuat kaila mempoutkan bibirnya imut.
"Udah ah, kaila mau pergi ke kelas Nilam dulu, dadah Kaka Kaka ku yang cantik" ujar kaila lalu pergi dari kantin pamit terlebih dahulu.
"Adik siapa sih Ra" tanya Naysila menatap Maura.
"Adik Lo lah, tega ya Lo gak anggap adik sendiri" kata Maura dan naysila terkekeh mendengarnya.
*****
Naysila dan Maura kini sudah ada di kelas mereka, dan dengan alexa, dia masih sekolah di sekolah yang sama yang otomatis dia sekelas dengan Naysila.
"Nay Lo udah ngerjain pr biologi belum" kata Maura pada Naysila yang kini tengah menulis.
"Udah" jawab Naysila singkat padat dan jelas.

KAMU SEDANG MEMBACA
friends & love
Teen FictionSudah tak asing lagi jika kita mendengar persahabatan lawan jenis. Tetapi tidaklah heran jika salah satu dari mereka menaruh rasa. Mencintai tanpa di cintai itu memang menyakitkan. Tapi ketahuilah, ada secuil bahagia ketika kita bertemu atau hanya...