"Cowok gue!!" jerit Nara histeris saat melihat Elang sedang dikerumuni oleh banyak cewek di pojokan kelas.
Semua mata yang ada di sana pun langsung tertuju pada kakak kelas yang aura kecantikannya terpancar jelas itu. Beberapa cowok bahkan sampai menganga menatapnya penuh kagum.
Nara berjalan cepat lalu menyingkirkan satu per satu siswi yang mengelilingi Elang.
"Kalian ngapain di sini?!" tanya Nara dengan nada menyentak disertai tatapan galak, tapi hal itu tidak membuat siswi-siswi yang ada di sana takut padanya.
"Lah, ini kan kelas kita, Kak. Ada juga Kakak, ngapain di sini?" tanya balik salah satu siswi.
"Ya gue mau ketemu sama cowok gue lah. Gue peringati kalian, berhenti ganggu cowok gue, atau kalian akan tau akibatnya." ucap Nara penuh peringatan.
"Elang aja gak pernah marah kita deketin, kita kan temannya, Kak."
"Berani protes ya, lo? Lupa gue siapa?"
Nara adalah wakil ketua OSIS yang tentu saja ancamannya patut ditakuti, karena ia sangat senang memberi hukuman pada siswa-siswi, terutama siswi yang mencoba mendekati Elang. Meski hanya ketahuan mengobrol saat upacara, maka ia akan memberi hukuman siswi itu berupa membersihkan seluruh toilet di sekolah. Kejam kan?
"Iya Kak, gak usah melotot juga kali," gumam siswi-siswi itu dan akhirnya menjauh satu-persatu.
Nara mendekati Elang, lalu mengusap keningnya penuh perhatian, ia membelai rambut berantakan Elang seperti yang dilakukan oleh seorang ibu pada anak kecilnya.
"Sayang, kamu gak diapa-apa-in kan sama mereka?" tanya Nara begitu lembut.
Elang membuka matanya perlahan saat merasakan sentuhan lembut di pipinya, bola matanya melebar sempurna saat melihat sosok sang kekasih ada di hadapannya saat ini.
"Lo ngapain di sini?" tanya Elang setengah kaget.
Begitulah Elang, tidak romantis sama sekali. Selalu memanggil kekasihnya dengan sebutan lo-gue, padahal Nara sudah sering mengingatkan untuk bicara dengan kata aku-kamu, tapi Elang tidak pernah mau.
Bel istirahat sudah berbunyi lima menit lalu, dan keadaan kelas sekarang sudah sepi, hanya ada Elang dan Nara di sini.
"Ini udah jam istirahat tau, kamu nyenyak benget tidurnya, pasti semalam habis begadang ya?"
"Beneran?" Elang melirik jam tangannya, dia sampai lupa sudah berapa lama tertidur.
Nara terkekeh manis, lalu menggenggam tangan Elang. "Sekarang pasti kamu lapar, ke kantin yuk," ajaknya.
Elang hanya mengangguk.
Sepanjang perjalanan menuju kantin, orang-orang yang melihat mereka hanya bisa melemparkan tatapan iri. Yang cewek berharap bisa ada di posisi Nara, sementara yang cowok berharap ada di posisi Elang. Sungguh, Elang dan Nara terlihat sangat serasi.
"Teman-teman kamu ke mana, El?" tanya Nara yang baru sadar ketidak-berada-an empat sahabat Elang.
Tangan Nara begitu nyaman melingkar di tangan Elang, sesekali gadis itu dengan manja menyenderkan kepalanya di bahu Elang, tidak ada malu sama sekali.
Elang hanya mengangkat bahu.
"Pasti tawuran ya?"
"Maybe." Elang sedang dalam mode malas bicara.
Nara tersenyum bangga. "Emang cuma pacar aku yang paling baik, gak nyesel aku jatuh cinta sama kamu dan nembak kamu duluan."
Itulah faktanya, Nara yang menyatakan cinta duluan. Karena saat itu Elang sedang jomblo dan Nara menyatakan cintanya langsung di depan keempat sahabatnya, juga ada banyak teman-teman lainnya, jadilah Elang menerima perasaan Nara karena tidak mau membuat gadis itu merasa sakit hati dan malu secara bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT A COLD BOY✓
Ficção AdolescenteDia Elang Lesmana, manusia mageran yang hobinya rebahan. Elang benci air Elang benci keramaian Elang tidak suka banyak tertawa Hanya ada dua hal yang paling Elang sukai di dunia ini; makan dan tidur. Bagi Elang, dua hal itu adalah kombinasi sempurna...
