Bel istirahat berbunyi, Zeva mendelik pada Citra yang tengah memakaikan liptint serta bedak tipis pada wajahnya.
Dengan baju seragam yang ngetat, serta hobi banget berdandan itu, sudah tidak aneh lagi di mata Zeva. Beda halnya jika di luaran sana menganggap Citra yang tidak-tidak, sampai para cewek di sekolah apalagi kakak kelas tak jarang yang julid padanya, padahal menurut Zeva sendiri, begitulah ciri khas Citra.
Secara notabenya kan Citra itu anggota tim cheerleaders, visualnya pun termasuk salah satu cewek yang banyak diincar oleh para kaum adam di SMA Adhitama. Ya begitulah, masalahnya cewek itu masih saja belum move on dari Bara.
Tapi yang membuat Zeva kepo adalah sepertinya temannya itu menyembunyikan sesuatu darinya, Citra seakan-akan ingin bertemu seseorang saat ini.
Zeva menyenggol bahu cewek di sampingnya itu. "Dandan teros! Kayak yang mau ketemu doi aja lo."
"Sok tau lo ah." Citra menyangkal. "Tapi do'ain aja sih. Supaya gue gak jomlo lagi," katanya seraya menaik turunkan alisnya.
"Idih, akhirnya temen gue ada peningkatan juga nih. Jangan mulu stuk sama tu cowok buaya!" ujar Zeva dengan tatapan mata yang mengarah pada Bara.
Citra membulatkan matanya, dia memberikan tatapan menghunus pada Zeva. "Sembarangan kalo ngomong!"
Zeva terkekeh kecil saat melihat reaksi Citra yang entah sudah move on atau belum. Yang penting, temannya itu sekarang sudah ada usaha untuk melupakan cowok bernama Bara.
"Ya udah, sono gih! Nanti keburu bel masuk tau rasa loh."
"Emang lo nggak ke kantin, Ze?" tanya Citra sebelum beranjak dari duduknya.
"Pasti lah. Gue mau balikin jaket dulu ke si tiang berjalan."
Citra memicingkan matanya seraya menggoda Zeva. "Ciee ... Kayaknya beneran ada something nih sama si Ariel. Ya kan? Gak usah ngeles lagi lo!"
Zeva hanya memutar bola matanya malas. Ya kali sama si Ariel! Sorry, mending Gerald, ke mana-mana juga.
"Berisik. Cepetan pergi lo ah, lama-lama pengen nampol lo aja nih gue!"
"Iya-iya cebolnya tiang."
"Cit! Belum aja gue sleding lo ya, hah?!"
Citra pun akhirnya beranjak pergi sambil tersenyum menggoda pada Zeva yang tengah memasang muka masamnya.
Setelah itu, langsung saja Zeva bangkit dari duduknya untuk menghampiri Ariel yang sedang berbincang dengan kedua teman sableng plus somplaknya itu.
"Nih jaket lo." Menyodorkan jaket pada sang pemilik begitu saja, Zeva hanya diangguri olehnya. Naufal dan Bara sendiri saling melempar tatap, bingung sekaligus penasaran.
"Denger gak sih?" tanya cewek itu sewot.
Ariel pun akhirnya mengalihkan perhatiannya pada Zeva. "Makanya kalo ngomong tuh yang baik-baik kalo gak mau gue anggurin, atau lo mau gue apelin?"
"MALES!"
"Gak mau bilang makasih ya minimal lo ngomongnya sopan dikit kek," balasnya dengan santai. "Kalo sampe keulangi lagi sih, jangankan dianggurin, siap-siap aja lo gue apelin."
Prok ... Prok ... Prok ...
Bara dan Naufal kompak memberi tepuk tangan karena takjub dengan tingkah temannya itu yang sulit ditebak. Mereka sudah memastikan kalau Ariel pasti ada ketertarikan pada Zeva.
"Gas terus bro!" -Bara
"Tarik sis." -Naufal
"SEMONGKO!" ucap kedua cowok itu bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZEVARIEL
Novela Juvenil"Mampus, putus. Makanya kalo pacaran tuh jangan bucin!" ledek Ariel. "Oke, mulai hari ini lo jadi pacar gue." -Zeva "Hah? Ngaco lo!" "Pacar boongan, woy! Jangan kegeeran." Ini adalah kisah tentang sang Scorpio dan Virgo yang sifat dan kehidupann...
