part 11

1.9K 139 7
                                        

Hallo semua 🤗

Happy reading 🖤





+++++
Hari dimana akan diadakan pentas drama, dansa berpasangan diapi unggun dan festival kembang api sebagai penutup acara.  Pentas drama dimulai sore hari dan akan dihadiri orang-orang penting, itu yang membuat cewek bergigi gingsul itu merasakan sedikit rasa khawatir. Bukan mengkhawatirkan soal kemampuannya untuk bermain drama tapi dia khawatir soal lawan mainnya didrama. Jantungnya selalu berpacu cepat kalau sedang ditatap Billar, apalagi didrama itu banyak adegan yang mengharuskan bertatapan mata.

"Aiisshhhhh.. Kenapa dengan diriku ini.. Acara drama akan dimulai satu jam lagi tapi aku sudah deg-degan dari tadi" gumam Lesti.

"Hhuuuaaaahhhh.. Kenapa bayang-bayang wajahnya selalu berputar-putar dikepalaku" ucap Lesti frustasi.

Untung saja diruang rias sedang sepi, jadi tak ada yang tau Lesti sedang bergumam sendiri. Kalaupun ada yang melihat pasti akan mengira Lesti sudah gila karena berbicara dengan pantulan dirinya sendiri dicermin.

Billar yang sudah melihat Lesti dari ambang pintu heran dan bingung dengan apa maksud dari ucapan Lesti.

"Cewek aneh, kebayang-bayang wajah siapa coba??" gumam Billar sambil mendekati Lesti.

"Lesti.. " panggil Billar.

Tak ada jawaban dari Lesti,dia masih asik sendiri dengan lamunannya. Bahkan Billar sudah berdiri didekatnyapun dia masih tak sadar.

"Lesti.. Lesti.. " ucap Billar lagi.

"LESTIII..." teriak Billar kesal karena tak ada jawaban dari Lesti.

"Apa.. Nggak usah teriak kau kira ini hutan" ucap Lesti sedikit kaget dengan kedatangan Billar.

"Salah sendiri dipanggil dari tadi gak jawab" ucap Billar sambil duduk disamping Lesti.

"Kenapa ngelamun??" tanya Billar.

"HAH..?? Nggak kok.. Nggak papa" ucap Lesti sedikit gugup.

"Nih makan biar nggak gugup-gugup banget" ucap Billar sambil ngasih bungkusan.

"Apa??" tanya Lesti.

"Risol.. " ucap Billar sambil berdiri dan mengacak sedikit rambut Lesti dan berlalu meninggalkan ruangan rias.

Lesti yang merasa rambutnya disentuh langsung kaget. Jantungnya berdetak dengan kencang dan wajahnya memanas. Tanpa dia sadari sudah mengukir senyum walaupun sedikit.

"Oke aku harus kedokter periksain jantung" batin Lesti sambil memegang dada kirinya.










+++++
Pentas dramapun sudah selesai, para tamu undangan begitu menikmati dramanya. Mereka semua begitu senang tak kecuali cowok yang sedang senyum-senyum sendiri diruangan rias. Senyumnya bahkan tak pudar sedikitpun sejak dia turun dari panggung tadi.

"Kalau diliat-liat dia cantik juga" gumamnya lalu tersenyum.

Tiba-tiba 'pleettaakkk' ada yang menjitak kepalanya. Yaa bisa dibilang jitakannya begitu keras sampai-sampai senyum yang mengenbang dari tadi seketika wajahnya berubah menjadi datar dan kesal.

"Sudah melamunya?" tanya Harris tanpa dosa.

"Kau tak lihat aku sedang bahagia?" tanya Billar dengan ketus.

"Hahaha.. Kukira kau sudah gila bukannya bahagia.. Salah kau sendiri dari tadi selalu tersenyum menjijikkan seperti itu" ejek Harris.

"Aiisshhhh.. Pergilah!! Kau disini cuma membuatku kesal" ucap Billar.

Between You and Me [leslar]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang