part 47

4.1K 184 48
                                        

Selamat membaca 🖤











Rumah Lesti dan Billar sangat ramai dengan kedatangan para teman temannya. Bukan hanya ramai tapi juga sangat berantakan. Sampah sampah makanan ringan serta beberapa botol bekas minumas berserakan dimana mana.

Lesti yang sudah kewalahan memperingati mereka hanya duduk dengan tenang disofa sambil melihat keributan dihadapannya. Sudah terlalu lelah untuk Lesti mengatur mereka bahkan Billar yang dari tadi teriak teriak kini sudah tertidur disofa.

"Kalian gak mau pulang?? Ini udah jam Sepuluh malam" ucap Lesti.

"Ngusur nihh??" sinis Ady.

"Ya bisa dibilang begitu. Cepat beresi semuanya dan kalian pulang kerumah masing masing" ketus Lesti.

"Yaahhhhhhhhhhhhhh" ucap mereka semua dengan memunguti sampah serta botol berserakan.

"Maul, Daniel sama Ricky nginep sini aja" ucap Lesti menawarkan.

"Gak usah kak, kita pulang aja takut ngrepotin kalian" tolak Daniel dengan halus.

"Gue aja yang nginep disini" ucap Denias mengajukan diri.

"Gue ikutan nginep" ucap Ady menimpali.

"Diem. Gue gak tanya sama kalian" ketus Lesti sambil memandang sinis Denias dan Ady.

"Kalian sama sekali gak ngrepotin kakak kok. Nginep sini ya!!" ucap Lesti masih membujuk mereka bertiga.

"Enggak usah kak makasaih atas tawarannya" ucap Ricky sambil mengambili sampah bekas cemilan.

"Ya udah kalau gitu. Jangan lupa setiap hari minggu kalian kesini buat pelatihan sama kak Billar" ucap Lesti.

"Iya kak" ucap mereka bertiga kompak.

"Kak Lesti" panggil Maul sambil mendekat kearah Lesti.

"Iya Maul. Kenapa??" tanya Lesti dengan senyumnya.

"Kalau Maul kesepian dirumah boleh main kesini??" tanya Maul dengan ragu.

"Boleh dong. Kalian kalau mau main kesini boleh banget" ucap Lesti sambil mengusap Maul dengan sayang.

"Kau sangat mirip dengan seseorang yang aku rindukan" batin Lesti.

"Udah bersih semua. Kita pamit pulang dulu ya dek" ucap Shania berpamita.

"Iya kak hati hati ya" ucap Lesti yang dianggukinya.

"Kita pamit dulu" ucap mereka semua meninggalkan kediaman keluarga Billar.

Lesti kembali menuju ruang santai setelah mengantar teman temannya sampai teras. Dipandangnya wajah teduh sang suami yang masih terlelap disofa.

"Andai saja pernikahan kita murni karna cinta pasti sekarang kita sangat bahagia, tapi sayang kau menikahiku karna maksud lain" gumam Lesti dengan pelan sambil memandang wajah Billar lekat.

"Kenapa kata kata manis yang selalu kau ucapkan selalu bertolak belakang dengan tujuan mu??" gumamnya lagi sambil membenarkan rambut Billar yang menghalangi pandangnnya.

"Apa kau cuma akan mempermainkan perasaanku saja??" ucap Lesti lagi dengan mengambil posisi berjongkok memandang wajah Billar yang menghadapnya.

"Tanpa kau permainkan perasaanku sekarang sudah tak menentu. Rasa benci dan rasa sayang akan selalu timbul secara tiba tiba" lirih Lesti tanpa sadar buliran air mengalir dipipinya.

"Aku berharap kau tak mengecewakan mereka yang sudah memberimu kepercayaan" lirihnya lagi sambil mengusap kepala Billar.

Billar yang merasakan sentuhan menggeliatkan badanya sedikit karna merasa terusik dari tidurnya. Dibukan matanya dengan ekspresi terkejut karna melihat Lesti berjongkok didepannya dengan berlinang air mata.

Between You and Me [leslar]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang