part 22

1.4K 126 8
                                        

Pagi yang cerah telah tiba, Lesti sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dia sedang menuruni anak tangga dan melihat Rendy yang sudah menyantap sarapannya.

Lesti mendekat dan menyantap sarapannya dengan tenang. Sesekali pandangannya beralih melihat Rendy.

"Tumben masakan lu enak Ren" ucap Lesti.

"Iya lah enak udah bertahun tahun gue hidup sendiri" jawab Rendy.

"Udah kan?? Biar gue yang cuci piringnya lu tunggu didepan aja" ucap Lesti sambil mengambil piring Rendy untuk mencucinya.

Rendy tak banyak omong dia patuh dengan ucapan Lesti barusan. Bergegas keluar dan memakai sepatunya.

Tak Lesti pun keluar dan langsung memasuki mobil. Rendy yang melihat itu lantas menyusulnya. Mobil Lesti sudah meninggalkan halaman rumahnya.











+++++
Keadaan sekolah sedikit kacau dengan beredarnya gosip tentang Lesti dan Rendy. Banyak dari mereka yang tak mengetahui kebenarannya.

Kini Prily selaku ketua klub berita sedang mencari tau kebenaran tentang gosip yang beredar. Seperti sekarang ini dia sedang menunggu Lesti didepan kelasnya.

Sudah dari tadi pagi dia selalu membuntutinya kemana saja. Bahkan ketoilet pun dia dengan setia menunggu didepan pintu.

(Bel istirahat)
Inilah saat yang ditunggu Prily dari tadi. Dia bersiap untuk mengejar Lesti yang memang sedang menghindarinya.

"Ahissss lu lagi kak bosen gue liat muka lu mulu" ucap Lesti yang sudah berdiri didepan Prily.

"Lu kira gue ga bosen ngejar ngejar lu mulu" ketus Prily.

"Ya udah kalau bosen gak usah ngejar" ucap Lesti.

"Kemungkinan akhir akhir ini lu bakalan sering gue kejar kejar deh" tebak Prily.

"Hadehh kurang kerjaan banget lu kak" ucap Lesti.

"Bukannya kurang kerjaan kan emang kerjaan gue gitu" ucap Prily.

"Gue butuh lu untuk klarifikasi hubungan lu sama Rendy" ucapnya lagi.

"Gue kan udah bilang dari tadi kalau masalah itu gak gratis" ucap Lesti.

"Oke dehh sekarang lu mau apa??" tanya Prily.

"Nah gitu dong dari tadi. Sekarang traktir gue makan dikantin" ucap Lesti cepat.

Tak menunggu persetujuan dari Prily Lesti lebih dulu menarik tangan Prily dan membawanya kekantin.

Kantin lumayan ramai waktu ini cuma hanya satu meja yang kosong. Tanpa pikir panjang Lesti menarik Prily kemaja itu.

"Lu yakin mau duduk disini" tanya Prily ragu.

"Iya lah kenapa harus gak yakin coba??" tanya Lesti.

"Ini meja yang paling dekat dengan kelas Elite" jelas Prily.

"Iya tau terus masalahnya dimana??" tanya Lesti.

"Aishh bocah cepet sana pesen gue tunggu disini" suruh Prily.

Tanpa menjawabnya perkataan Prily dia langsung beranjak untuk memesan makanannya. Tak tanggung tanggung Lesti memesan 4 menu sekaligus.

"Badan kecil tapi makan banyak amat" ucap Prily.

"Justru itu kalau badan kecil harus makan banyak biar besar" jawab Lesti asal.

"Kalau gue nunggu lu habisini semua makanan kelamaan" ucap Prily.

"Gue jawab sambil makan bisa" jawab Lesti.

"Oke.. Hubungan lu sama Rendy itu apa??" tanya Prily.

Belum juga Lesti menjawabnya tangan kekar lebih dulu merangkul pundaknya. Sepontan itu membuat Lesti menghentikan kegiatannya dan melihat tangan punya siapa itu. Dilihatnya Billar tersenyum kepada Lesti.

"Hay sayang" sapa Billar dengan senyum.

"Lu lagi bosen gue liat ku mulu" keluh Lesti.

"Ya mau giaman lagi kita itu ditakdirkan bersama" ucap Billar.

"Tuhh mulut sehari aja gak gombal bisa gak?? Bosen gue denger gombalan lu mulu" ucap Lesti lagi.

"Hahaa namanya juga usaha" ucap Billar asal.

"Lu ngomong apa barusan??" tanya Lesti kesal.

"Oii stop. Sehari aja kalian akur gak bisa ya??" tanya Prily.

"ENGGAK" ucap mereka berdua kompak.

"Kalian pacaran??" tanya Prily.

"Enggak" jawab Lesti sambil menghabiskan makanannya.

"Kalau enggk terus kenapa lu manggil dia sayang" tanya Prily menunjuk Billar.

"Ya karna gue sayang sama dia" ucap Billar tanpa dosa.

Lesti yang mendengar perkataan Billar barusan membuatnya tersedak.

"Kalau makan pelan pelan sayang" ucap Billar sambil memberi minum ke Lesti.

"Lu begok udah tau gue lagi makan pakek bilang kayak gitu wajar kalau gue keselek" marah Lesti.

"Udah lah marah marahnya lanjut aja makannya" ucap Billar sambil melihat Lesti.

"Tanpa lu suruh gue juga mau lanjut makan" ucap Lesti kembali menyantap makanannya.

"Dahh lahh gue pergi aja. Pusing lama lama disini liat lu berdua berantem" ucap Prily sambil beranjak dari mejanya.

"Jangan lupa kak bayarin makanan gue" teriak Lesti.

Prily yang mendengar terikan Lesti hanya mengacungkan jempolnya pertanda dia akan membayar semua makanan itu.

Semua pandangan orang dikantin mengarah ke Lesti dan Billar. Termasuk lima cowok tampan yang entah dari kapan mereka tampak akur duduk dalam satu meja.

Bisa dibilang aneh sihh.. mereka berlima akan akur disaat mengerjakan tugas dari sekolah. Selepas dari tugas sekolah mereka akan kembali seperti semula, kedua kelompok bila bertemu akan ribut.



















Ga ngegantung kan ceritanya??

Kalo dikasih yg uwuw terus kyak nya ga seruh dehh:)

Enaknya dipart selanjutnya dikansih konflik apa ya??


Makasih buat kalian yg sudah setia ngevote 🤗

Aku terharus ternyata masih banyak yg minat sama cerita aku 😢

Aku bakalan usahain setiap hari untuk up 🙏🤗

Selasa, 22 Desember 2020🖤

Between You and Me [leslar]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang