part 24

1.3K 142 12
                                        

Perasaan Lesti memang benar apa adanya. Buktinya kini Denias sedang mencengkram kerah baju Billar dengan kuat. Saling tatap penuh emosi.

Tak ada yang berani memisahkan mereka berdua. Mungkin karena mereka siswa penting disekolah.

Kalau salah satu dari mereka melayangakan tinjunya kelawan, dipastikan keseimbangan antara kelas Elite dan Spesial akan terguncang. Dan ini lah saatnya pelanggaran perjajian itu dilanggar mereka berdua.

Dengan pasti Denias melayangkan tinjunya dan mengenai wajah Billar. Billar yg mendapatkan tinju langsung jatuh tersungkur.

"Jangan pernah lu deketin Lesti lagi" ucap Denias.

Billar yang tak terima dengan perlakuan Denias langsung membalasnya. Bahkan dua kali pukulan yang dia layangkan kewajah Denias.

"Lu gak berhak ngatur ngatur hidup gue" ucap Billar tegas.

Perkelahian mereka masih masih berlanjut. Saling pukul, saling tendang dan saling mengunci pergerakan lawan itu yang mereka lakukan.

Bahkan sekarang mereka sudah menjadi tontonan banyak siswa termasuk Rico dan Lesti. Rico dengan tegas melarang Lesti untuk memisahkan mereka.

Dari kejauhan Rico melihat Harris dan Ady sedang berlari kearahnya. Saat Harris berlari melewati sebelahnya Rico dengan sigap menahan lengan Harris. Ady yang melihat itu juga turut berhenti berlari.

"Lu apa apaan sihh?? Kenapa lu gak misahin mereka??" kesal Harris.

"Buat apa dipisah?? Tohh kita juga udah terlambat kan??" ucap Rico enteng.

"Bener kata lu kita terlambat. Mau dipisah juga kita juga bakalan tetep musuhan" ucap Harris.

"Betull sekali mendingan kita nikmati saja pertunjukan dari mereka" ucap Rico.

"Hmm oke setuju sebelumnya gue mau ngingetin, persiapin diri lu buat kalah" ucap Harris sambil menghadap Rico.

Rico yang mendengar itu emosinya tersulut. Ditatapnya Harris dengan tajam, saling beradu dalam pandangan.

Tanpa diduga Harris memukul Rico dengan sangat kuat. Rico yang belum siap menerima pukulan sepontan langsung tersungkur.

Lesti yang melihat itu emosinya langsung memuncak. Tanpa aba aba Lesti langsung melayangkan tinjunga kewajah Harris.

"Jangan pernah lu sakitin abang gue" ucap Lesti dingin.

Harris seketika mematung ditempat, dia masih belum bisa mencernah apa yang baru saja terjadi. Untuk pertama kalinya dia ditonjok dan dibentak cewek.

Lesti lantas membantu Rico berdiri dan menatap Harris dengan garang. Berjalan beberapa langkah untuk lebih dekat dengan Harris.

"Gimana rasanya kehormatan lu runtuh karna pukulan dan gertakannya??" tanya Rico sambil tersenyum remeh.

"Anjing lu" ucap Harris.

Harris langsung melayangkan kembali tinjunya tapi dengan sigap Rico menahan. Senyum remeh kembali terukir dibibir Rico.

"Lu bukan lawan gue" ketus Rico.

Harris berusaha menahan emosinya, dia paham betul Rico lawan yang tangguh. Dia bisa mati konyol ditangan Rico cuma karna gegabah.

Tak berapa lama terlihat Pak Agus yang berlari menuju Billar dan Denias. Yapp mereka berdua masih saling tonjok.

"Apa apaan ini??. Kalian berdua ikut saya" perintah Pak Agus.

"Kalian berempat juga jangan lupa suruh Arfan juga datang keruangan saya" perintahnya lagi.

Mereka berenam tak menjawab perkataan Pak Agus dan langsung bergegas mengikuti Pak Agus yang jalan lebih dulu. Tak lupa Ady memberi kabar ke Arfan untuk segera datang keruangan Pak Agus.















+++++
Disebuah ruangan terdapat tujuh murid yang berdiri dengan tegang. Mereka takut karna masalah ini guru sampai memanggil wali mereka untuk datang kesekolah.

Mereka bertujuh sedang memanjatkan doa dalam hati agar itu tak akan terjadi. Seburuk apapun itu mereka tak akan berani mencari masalah dengan orang tuanya.

"Kenapa kalian tegang sekali?? Saya tidak akan memanggil ogang tua kalian datang kesini" ucap Pak Agus.

"Allhamdulilah" ucap mereka kompak.

"Hmm sana kalian kembali kekelas masing masing sebelum saya marah lagi" ketus Pak Agus.

"Baik pak" ucap mereka kompak.

Mereka bertujuh bergantian keluar dari rungan tapi mereka belum ada niatan untuk kembali ke kelas. Mereka masih berdiri dan membisu satu sama lain.

"Kalian tau kan akibatnya setelah ini??" tanya Rico ntah kesiapa.

"Kita akan persiapkan diri dengan baik" ketus Arfan.

"Bagus kalau begitu" sengit Denias.

Mereka mulai meninggalkan tempat dengan berjalan berlawanan arah. Pengurus inti OSIS  menuju ruangan OSIS sedangkan Penguasa menuju ruangan mereka.

Kini Lesti sedang membantu Denias untuk berjalan, sedari tadi dia tak berhenti mengoceh marah marah. Denias hanya tersenyum mendengar setiap perkataan Lesti.

Rico yang berjalan dibelakang mereka juga ikut tersenyum mendengar ocehan Lesti. Menurutnya ocehan Lesti itu sebagai tanda sayang dia ke kita.

Kini mereka bertiga sudah duduk diruangan Penguasa. Lesti sedang sibuk mengobati luka Denias sedang kan Rico cuma bermalas malasan disofa.

"Aku cuma mengingatkan kalian harus sering sering berlatih bela diri" ucap Rico tiba tiba.

"Buat apa bang?? Mau ada lomba bela diri kahh??" tanya Lesti yang masih sibuk mengobati Denias.

"Bukan lomba tapi aku jamin ini lebih asik dari lomba" jawab Rico.

"Benarkah??" tanya Lesti ragu.

"Benar Lesti" jawab Denias.

"Akan sangat sulit berlatih sendiri, kak Beny juga belum balik dari kerja dinasnya diluar kota" ucap Lesti.

"Kan ada Rendy" ucap Rico.

"Tuh bocah gak bisa bela diri bang" keluh Lesti.

"Ya udah kita berlatih bersama, ajak Rendy juga" ucap Denias.

"Oke siap bos" ucap Lesti sambil hormat.

Rico yang melihat tingkah menggemaskan Lesti sontak mengacak rambutnya ringan. Denias hanya tertawa ringan melihat tingkah lucu adiknya.

























Masih ngegantung kahh???

Enggk kan 😂🤣




Pliss jngan pelit vote, hargai setiap karya orang oke 👌

Sedih tau ga 😢 gue udah sempetin ngetik disaat sibuk kalian responya malah kayak gitu :(

Yg baca banyak tapi yg ngevote sedikit padahal vote kan gratis 😂

Nahh kan malah curhat 😂 mau ngevote atau enggk itu urusan kalian sihh 😂🤣


Kamis, 24 Desember 2020🖤

Between You and Me [leslar]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang