Eric Anderson mengalami nasib tragis dalam kisah asmaranya. Lalu suatu hari seorang gadis datang dalam hidupnya dan setia menemani hari-harinya dengan penuh kesabaran. Akankah gadis itu mampu membuat dirinya jatuh cinta lagi?
Disclaimer : Ini hanya...
Belakangan ini Eric memperhatikan gelagat Nadia yang tampak aneh dan mencurigakan. Seperti saat di meja makan, tiba-tiba Nadia mual dan itu terjadi selama beberapa hari.
"Eric, sepertinya istrimu sakit. Sebaiknya kau antarkan dia ke dokter." Tutur Helena
Eric memasang muka malas, namun dia menuruti nasehat ibunya karena bagaimanapun Nadia adalah istrinya, dan dia harus bersikap layaknya suami yang baik didepan sang ibu.
"Sebenarnya kau kenapa?" tanya Eric didalam kamar Nadia
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya.. masuk angin."
Eric memperhatikan Nadia yang menunduk, lalu memutar langkahnya keluar dari kamar. Nadia seketika bernafas lega, diraihnya ponsel yang tergeletak diatas ranjang dan menelfon seseorang.
"Hallo, bisakah kita bertemu malam ini?"
"Aku sedang sibuk."
"Tapi ini penting."
"Katakan saja sekarang. Aku tidak ada waktu."
"Aku hamil."
"Apa!!"
"Iya, aku hamil."
"Lalu apa urusannya denganku?"
"Kau tanya apa urusannya denganmu? Ini anakmu."
Terdengar tawa kecil dari seberang sana.
"Bagaimana mungkin itu anakku. Sedangkan kau sudah menikah."
"Kami belum pernah melakukannya. Suamiku saja tidak mau menyentuhku."
"Harrrgghh. Coba rayu dia lah, gunakan segala cara, atau bila perlu, beri obat perangsang sekalian."
"Jadi aku harus melakukannya?"
"Tentu. Karena aku tidak mau mengakui itu anakku. Jangan coba-coba meminta pertanggung jawaban dariku."
"Kau jahat sekali."
"Terserah. Bukannya sudah ku katakan sejak awal, aku hanya ingin bersenang-senang "
Pip
***
Nadia pun mengikuti saran kekasihnya, mencampurkan obat perangsang kedalam kopi Eric. Berharap lelaki itu akan berhasrat dan jatuh kedalam pelukannya. Dengan begitu segala rencananya berjalan dengan sukses, Eric akan menutupi aibnya dan menjadi ayah bagi anak yang dikandungnya hasil hubungan gelapnya bersama sang kekasih. Nadia menantikan Eric menyeruput kopi buatannya, namun baru hampir tersentuh oleh bibirnya, Eric kembali meletakkan kopi itu ke atas meja.
"Loh, kenapa tidak diminum?" tanya Nadia cemas
"Aku tidak selera." jawab Eric dingin
"Tapi, aku sudah terlanjur membuatnya untukmu."
Eric mendongak lalu berdiri di hadapan Nadia.
"Sepertinya kau berharap sekali aku meminum kopi itu. Apa jangan-jangan kau mencampurkan sesuatu kedalam minumanku?"
Deg
Nadia segera menggeleng. "Ti tidak."
Tanpa basa basi, Eric melangkah ke lantai dua meninggalkan Nadia yang masih berdiri di ruang tengah.
"Ughh sial!! Padahal tinggal sedikit lagi." gumam Nadia
***
Pada malam harinya, Nadia bergegas pergi secara diam-diam dari rumah ketika semua orang sudah terlelap. Diluar sudah ada taksi yang menunggu. Nadia pergi ke diskotik untuk menemui kekasihnya. Disana terlihat, seorang pria tampan sedang di kerumuni oleh para gadis cantik yang menggoda. Setelah mengitari ke segala arah, Nadia akhirnya menemukan kekasihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Menyingkir kalian!" teriak Nadia mengusir gadis-gadis itu agar pergi
"Dasar brengsek! Katanya kau cinta, tapi mana ha! Dasar penghianat!" teriak Nadia sambil memukul-mukul lengan kekasihnya
"Nadia! Stop!" pria itu mencekal tangan Nadia
"Siapa suruh kau hamil? Sekarang tanggung sendiri resikonya."
Nadia terdiam sejenak dengan emosi yang menggebu. "Setelah apa yang kau lakukan padaku, sekarang kau membuangku begitu saja Kris!!"
"Bukannya kau sudah menikah? Jadi kenapa kau masih mencariku. Buat dia menidurimu, lalu beres kan!"
Prok Prok Prok
Terdengar suara tepuk tangan menginterupsi pembicaraan mereka berdua.
"Eric?"
Nadia melotot mendapati Eric tiba-tiba muncul dihadapannya.
"Jadi begitu ya."
"Aku bisa jelaskan semuanya Eric."
"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Ternyata aku salah mengambil keputusan menikah denganmu. Kita bercerai."