13. Penyelamat

203 24 2
                                        

Suara klakson mobil saling bersahutan di petang hari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara klakson mobil saling bersahutan di petang hari. Jalan raya sedang dituruni air hujan yang begitu deras. Mobil Alphard berwarna hitam yang berada ditengah-tengah kemacetan, sedang mengantarkan sepasang ibu dan anak perempuannya menuju tempat kerja dihari libur.

Eunbi sedang bermain dengan ponselnya seraya membalas beberapa pesan yang ditunjukkan untuk memesan sang anak. Anaknya--Hitomi sedang menikmati hujan dari balik kaca mobil. Sesekali jemari tangannya menuliskan beberapa kata di kaca mobil yang berembun. Entah menuliskan namanya, nama ibunya, atau nama laki-laki yang ia temui semalam.

Pikiran Hitomi sedang dipenuhi dengan laki-laki itu, Changbin, yang ia temui di palang pintu kereta kemarin sore. Bahkan saat menuliskan nama laki-laki itu, Hitomi langsung tersenyum.

"Nanti lo nemenin Pak Baekho lagi ya." Kepala Hitomi tergerak menengok ke arah Eunbi di sampingnya. Wanita itu sedang mengetik sesuatu di ponselnya dengan satu tangan. Satu tangannya lagi sedang memegang batang rokok yang belum dinyalakan.

"Pak Baekho dateng ke klub lagi?" tanya Hitomi kepadanya Eunbi yang sekarang meliriknya dengan tatapan datar.

"Iyalah, orang kaya pasti dateng terus." Hitomi hanya mengangguk. Ia menyenderkan kepalanya ke kaca mobil sambil menghela napas pelan. "Orangnya lagi bete. Lo harus hibur dia. Nanti dia dateng awal sekitar jam delapan."

"Iya, Bu."

Hitomi melirik ke kaca spion. Sang supir sedang meliriknya dengan seringai. Tangan Hitomi refleks menutup tubuhnya dengan jaket panjang yang ia bawa, lalu melirik Eunbi yang sedang berdandan di sampingnya.

Mata gadis itu sedikit berkaca. Ia takut. Ia paham sekali keadaan yang seperti ini. Gaun pendek berwarna merah mudah yang Hitomi pakai pasti adalah penyebabnya. Lekukan tubuh dan dadanya yang terbuka, membuat gadis itu sadar apa yang salah.

"Ibu,"

Panggilan Hitomi kepada Eunbi, membuat lirikan sang supir berhenti. Eunbi kemudian menoleh ke Hitomi, "Kenapa?"

"Enggak. Nanti ... makanannya apa?"

Eunbi mengernyitkan keningnya, "Tumben nanya makanan, biasanya juga gak mau makan kalo di klub."

"Lagi pengen aja, Bu." Hitomi menutup tubuhnya erat saat sang supir melirik tubuhnya lagi dari kaca spion.

"Gak tau, paling ayam goreng lagi kaya kemarin."

Hitomi hanya ber-oh panjang. Ia menyadari jika mobil ini sudah masuk ke dalam area parkir tempatnya bekerja.

Ia melirik jam tangan kecil dipergelangan tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.25 sore, dan Hitomi belum menjalani kewajibannya.

"Bu, aku sholat ya."

"Ribet lo ah! Gak usah, makeup lo ribet lagi nanti. Macem-macem amat lo jadi anak."

[✓] RailroadsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang