Mencari pilihan itu bukan suatu perkara mudah; kalau bisa memilih, mungkin Hitomi Yoon bisa saja sudah membunuh dirinya sendiri dari lama karena tuntutan sang ibunda.
Mencari pilihan itu sebenarnya cukup mudah; Changbin Seo memilih untuk keluar dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kedua orang laki-laki yang sedang duduk berhadapan di sofa itu tak bersuara sudah hampir 30 menit lamanya. Baekho dan Changbin, yang baru saja Hitomi ketahui jika keduanya adalah sepasang kakak beradik. Pantas saja Hitomi terlihat tak asing saat bertemu dengan Baekho kala itu.
Hitomi yang berada di samping Changbin hanya bergeming karena takut salah bicara, tangannya menggenggam erat jemari Changbin yang menatap lekat Baekho di depannya.
"Hm ... Pak Baekho ... k-katanya mau ngomong, ngomong apa ya, Pak?"
Baekho yang berada di depannya, berdeham pelan menatap Hitomi, "Laki-laki itu, dikirim sama bandar tempat Ayah kamu bekerja dulu."
Hitomi menundukkan kepalanya mendengarkan Baekho, tak sadar jika tangannya meremas tangan Changbin yang tadi ia genggam, sampai Changbin menoleh ke Hitomi dan langsung merengkuh tubuh gadis itu dari samping.
"Pak Baekho ... tau dari mana? Ayah saya udah meninggal dari saya SD, itu udah lama banget."
Baekho menghela napasnya, "Apa yang gak saya tau tentang kamu sih?"
"Mas, Hitomi pacarku! Mas ngomong gitu seakan lagi ngincer dia," sungut Changbin dengan suara yang cukup tinggi menatap beringas sang kakak yang mengernyitkan dahinya bingung melihat Changbin bersikap seperti itu padanya.
"Apaan tuh maksud lo?"
"Jangan nyari ribut deh, Mas. Aku lagi gak bisa ngeladenin, Ibunya Hitomi baru aja meninggal semalem."
"Gue tau, makanya gue ke sini mau bantu," ungkap Baekho. "Gak usah takut Hitomi gue rebut, lo jelas tau gue gak demen cewek."
Mata Hitomi membelalak, Changbin hanya mendengus menatap Baekho yang menatap lagi Hitomi dan Changbin bergantian, "Gue ke sini mau nawarin bantuan, karena gue tau kandidat pembunuh ibunya Hitomi dan yang lain."
"Siapa? Bandar tempat ayahku jadi pengedar dulu?"
Baekho kemudian mengangguk, "Iya. Ketua dari bandar itu masuk penjara gara-gara ayah kamu, dan itu yang ngebuat ayah kamu dibunuh. Orang yang bernama Irene dan Seokjin juga seorang pengedar yang pernah berteman dengan ayahmu dulu, bahkan membantunya memasukkan sang bandar ke penjara. Mereka juga kena, keluarganya juga lagi dalam bahaya. Sekarang, ibu kamu juga berhasil dibunuh, tinggal kamu sisanya."
"Kenapa ayah saya sama yang lainnya itu gak ikut dipenjara juga, mereka 'kan pengedar, harusnya juga dipenjara dong?"
Baekho menggeleng, "Enggak. Mereka cuma menginformasikan bandar ke polisi. Ketua bandar ini gak mau ngasih tau siapa pengedar lainnya karena pasti bisnis mereka bakal hancur. Tapi semua bawahannya tau kalo ayah kamu, Irene, Seokjin, dan teman-teman mereka yang udah masukin ketua bandar ke penjara."