36. Kembali normal

241 34 40
                                        

Pagi itu semua berkumpul di lab pribadi milik Hikari, pasalnya alat buatan Hikari yang akan digunakan untuk mengembalikan anak A1 sudah jadi.

Taro: "Ah ini agak di sayangkan sih, kami hanya bisa bermain selama dua hari saja ..."

Seven: "Kamu benar, lagi pun waktu kita bersama terpotong oleh rapat-rapat itu ..."

Taiga kecil dan Zero kecil yang melihat Ayahnya murung pun angkat suara.

Taiga: "Ayah! Ayah! Ayah ga usah sedih ...".

Zero: " Tau tuh! kan yang penting Ayah masih sempet main sama kami!"

Lantas Taiga dan Zero mengembangkan senyumannya dan berhambur ke pelukan sang Ayah.

Taro: "Iyadeh Ayah ga bakal sedih."

Seven: "Hum! meski sebentar ... inilah kenangan indah."

Di dalam benak Asteri ia berfikir. "Indah ya? hihi ... kurasa memang benar, mengasuh mereka tidak buruk juga, aku suka."

Hikari: "Ne .. ayo kalian, masuk lah ke dalam tabung itu."

Astra: "Ehm maaf! tunggu dulu, bagaimana kalau kita foto dulu?"

Ayah Ultra: "Boleh, akan bagus untuk kenang-kenangan."

Hikari: "Baiklah, aku ambil kamera di lemari dulu." Hikari pun mengambil kameranya, mereka pun berfoto bersama, setelahnya foto khusus antara Seven dan Zero, Taro dan Taiga. Astra juga meminta agar ia berfoto dengan Geed, Grigio dan Asteri.

Hikari: "Nah sudah selesai, ayo masuk."

Anak-anak A1 yang kini berwujud anak kecil itu pun berdiri berjajar didalam tabung yang berukuran panjang, Hikari dengan segera menekan tombol di tablet-nya dan alat itu pun berkerja dengan mengeluarkan sebuah cahaya berwarna biru terang, cahaya itu pun hilang setelah beberapa detik, anak-anak A1 pun keluar dari tabung itu.

Geed: "Aduh ..."

Grigio: "Kok Gi ngerasa pusing yah?"

Rosso: "Eh ... kita semua ngapain berkumpul disini?"

Zero: "Apa yang terjadi? bukannya kita lagi ngejar Via yang masuk ke portal yah?"

Via pun menghamburkan pelukannya ke arah Victory dan yang lain.

Via: "Kak Vic ... kakak-kakak semua, maafin Via yah, karna Via ceroboh ... kalian harus ngejar Via jauh-jauh sampai kesini."

Victory: "Oh iya, lain kali jangan gitu ya, bahaya.

Via pun membungkukan badannya beberapa detik sembari berkata. "Maaf atas kesalahan Via!"

Ibu Ultra: "Uhm, tidak apa-apa sayang."

Seven: "Setidaknya ... ini juga membawa dampak positif."

Taro: "Itu benar, aku jadi bisa bermain dan tidur bersama anak-ku lagi, yah meski cuma dua hari sih."

Taiga: "Eh? maksud Ayah?"

Hikari: "Wah, kayaknya memori mereka ketika insiden itu hilang, mungkin evek dari alatnya."

Zoffy pun tertawa ringan. "Tidak apa, itu lebih baik, mereka tidak perlu malu karna tingkah manja mereka."

Zero: "Kann, ini pasti ada sesuatu?"

Asteri: "Uhm, tidak usah dipikirkan. Ayo kalian, ucapkan terimakasih pada Ayah, Ibu, Ultra brother's dan Hikari-san."

Fuma: "Lho .. lho?"

"Terimakasih!" ucap anak A1 bersamaan, Fuma ikut berterimakasih meski pikirannya masih loading.

Jean bot: "Nah, ayo pulang.

Lope: "Kami permisi ..."

Anak A1 pun kembali ke asrama, sementara Via kembali ke rumahnya.

Skip!
sesampainya anak A1 di asrama ...

Orb: "Ah! akhirnya sampai! entah kenapa badanku lelah begini."

Ufz, Asteri, Lope dan Maria pun tertawa. "Jelas lelah, kalian lebih banyak menghabiskan waktu bermain dari pada istirahat." Ucap Jean bot.

Jean nine: "Ne, kalian tidak akan ingat. Aku dan Kakak akan ke kamar dulu."

Lope: "Aku akan siapkan makan siang, kalian tunggu lah."

Jean bersauda dan Lope pun berubah ke ukuran manusia dan naik ke lantai dua.

Blu: "Kalian ... aku ... aku merasa agak aneh."

X: "Aku juga merasakan sesuatu ... seperti ada yang terlewatkan."

Zero pun menghanpiri Asteri dan memegang kedua pundaknya."Ri ... jujur deh, ada apaan sih? mereka semua ... kalian juga pasti menyembunyikan sesuatu."

Asteri pun tertawa, dia pun melepaskan tangan Zero dari pundaknya. "Ah haha ... kalian tak akan percaya, ini lihatlah foto yang di kirim Astra-san lewat dokumen digital."

Dengan segera Zero mengambil handphone yang Asteri berikan. Disana ada foto Astra, Asteri, Geed dan Grigio yang masih kecil? eh ... ada juga fotonya yang masih kecil dengan sang Ayah, foto Taiga yang masih kecil yang juga dengan pamannya, Taro. Jangan lupakan lima buah foto bersama, yang terpampang jelas di layar handphone itu. "Ri ... ini kita?"

Ginga: "Eh? mana-mana?"

Geed: "Eoh ... "

Merek pun bergerombol ke arah Zero dan Asteri.

Ginga: "BWAHAHA! Victory pas kecil pipinya temben banget, kayak bakpao tau."

Victory: "..."

Rosso: "Grigio pas kecil imut banget?!"

Blu: "Aduh ... kayaknya aku butuh obat diabetes deh ..."

Geed: "Tapi ... ini ada satu foto yang agak berbau family deh." Ucap Geed sembari menghentikan jari Asteri yang sedari tadi asik menggeser-geser layar handphone-nya.

Grigio: "Foto aku ... Geed-kun dengan Asteri dann Astra-san?"

Taiga: "Eh ... bener kata Geed-san, ini mah udah kaya foto keluarga."

Fuma pun tertawa cekikikan sembari berkata. "Bener banget! Geed-san dan Grigio-chan adalah anaknya, sementara Astra-san dan Asteri-san adalah orang tuanya!"

Mereka semua pun tergelak ... tertawa ... terjungkal. Eh, ga sampai terjungkal sih. Asteri pun hanya bisa mendatarkan ekspresi wajahnya sebisa mumgkin untuk menutupi semburat merah muda di pipi-nya.


Grigio: "Udah ah, Gi laper."

Geed: "Jangan terlalu godain Asteri-san deh, entar Asteri-san ga masakin kita gimana ..."

Asteri mengembangkan senyumannya, setidaknya ada satu-dua orang yang berada di pihaknya. "Anak-anak baik, makanan penutup tambahan buat kalian."

Ginga: "Lah ..."

Fuma: "Kita engga nih?"

Taiga: "Aku juga mau, Ri-san."

Asteri pun menghiraukan ucapan itu dan berubah ke bentuk human host-nya, Elpida. Sementara yang lain mengejar Elpida yang sedang menuju lantai dua, mereka ingin makanan penutup yang dibuat Elpida.

























Akhirnya mereka kembali normal!

Hikari: "Syukurlah, aku ga akan di tebas oleh Rlov."

Uhm! syukurlah!

Ne! ne! jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya, Clau tungguin notifnya😺

⛅Arigatou🍁

Ultra AcademyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang