Happy Reading♡
04.30
Murid SMA Bakti Utama dan SMA Nusa Bangsa diharuskan bangun pagi-pagi, karena selain menjalankan salat subuh mereka juga diharuskan mengikuti senam pagi yang dipimpin oleh Pak Bambang--guru olahraga SMA Bakti Utama-- dan Pak Burhan--guru olahraga SMA Nusa Bangsa--.
Langit masih terlihat gelap, anak-anak berkumpul di lapangan yang besar, merentangkan tangan sambil membuat barisan senam, memberi jarak supaya tidak tertabrak saat senam. Itu perintah Pak Bambang, Pak Burhan berkeliling memperhatikan barisan siswa-siswinya.
Barisan SMA Bakti Utama sengaja terpisah jauh dengan SMA Nusa Bangsa, supaya tidak susah membedakannya walaupun mereka memakai baju olahraga sesuai sekolahnya masing-masing. Pak Bambang dan Pak Burhan berpisah fokus kepada anak muridnya terlebih dahulu sebelum bermula.
"Selamat pagi semuanya!" seru Pak Bambang seraya berteriak supaya terdengar oleh semua muridnya.
"Pagi-pagi semangat!"
"Tepuk tangan untuk kita semua," ucap Pak Burhan bergantian.
"Sebelum memulai hari ini, lebih baiknya kita berdoa menurut agamanya masing-masing, berdoa dalam hati, di mulai."
"Selesai."
"Pak Bambang ingin mengingatkan kepada kalian semua, bahwa hari ini kalian full time dari pagi sampai malam, jika kalian merasa sakit tolong beritahu kepada kakak-kakak kalian yang kalian kenal, jangan di paksakan untuk beraktivitas."
"Nanti gue pura-pura pingsan ahh," ujar Dinda.
"Ehh, Dinda lo jangan macem-macem ya," bisik Bella.
"Ya kalau gue nggak kuat, ya gue pingsanlah masa dipaksa."
"Ya udahlah, terserah lo!"
"Sekarang kalian tes dulu denyut nadi kalian," titah Pak Bambang.
"Lakukan pemanasan terlebih dahulu."
Murid SMA Bakti Utama dan SMA Nusa Bangsa berbeda guru olahraga yang memandunya, jadi mereka bisa fokus kepada gurunya masing-masing. Tidak mungkin kan satu guru memandu dua ratusan murid gabungan.
Langit sudah berubah menjadi terang, karena mereka sudah melakukan senam selama satu jam.
"Terakhir kita pendinginan dulu ya."
"Buat kalian yang sudah, saya izinkan kalian untuk istirahat selama 30 menit duduk dan jangan tekuk kaki kalian ya," titah Pak Bambang dan Pak Burhan yang sama.
"Aduh Ca, badan gue rentek semua," pinta Vera.
"Iya Ra, gue juga nih untung dikasih istirahat lama," ucap Keisha.
"Ya elah sampai segitunya," sahut Fachri yang sebenarnya bersejajar dengan Vera, terpisah dua baris saja.
"Ehh ngapain lo nyaut-nyaut, gue nggak ngomong sama lo ya," kesal Vera menatap Fachri seperti menerkamnya.
Fachri mengeryit ngeri melihat kucing besar yang sedang melihatnya, "Ampun, Mba."
Tiga puluh menit sudah berlalu, anak-anak pun di perintahkan untuk berdiri.
"Semuanya, ditugaskan untuk menjalankan kamis bersih yaitu membersihkan sekitar kawasan camping, jangan sampai ada yang tersisa. Di samping saya sudah ada plastik hitam besar untuk mengumpulkan sampahnya di sana," titah Pak Bambang dan Pak Burhan.
~o0o~
Kamis bersih sudah berakhir jam sembilan pagi, semua anak di perintahkan untuk mencuci tangan yang bersih dan setelah itu duduk di lapangan kembali. Semua murid akan di kasih nasi kotak yang berisi sarapan pagi, isi nasi kotak kali ini adalah nasi goreng dan tambahan ayam goreng. Beserta segelas air putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tanpa Akhir
Teen Fiction[ TAMAT ] Apa arti cinta? Dia datang tanpa permisi lalu pergi tanpa pamit, dia kembali dengan harapan kalau dia pergi tidak masalah, padahal tidak mudah yang dia bayangkan, dia ingin aku dan dia bisa bersama lagi seperti dulu. Tidak, dulu kita baha...
