09 | Ketua Osis📜

85 67 3
                                        

Happy Reading♡

Prinsip gue kalau diajak ngobrol ya ngobrol, kalau nggak diajak ngobrol ya diem. Hidup itu sebenarnya simple, cuman lu nya aja yang ribet.

-Abas Bramasta-

~o0o~

Abas Bramasta laki-laki yang baik, pendiam, simple, pinter, dingin, mandiri dan satu lagi yang sangat mengundang kaum hawa yaitu tampan dan dia ketua osis di SMA Bakti Utama. Lahir dari keluarga yang kaya raya tetapi terlalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga jarang berkumpul. Orang tua Abas bekerja diluar negri, Abas mempunyai satu saudara kandung selain Vera yaitu Jeff Bramasta yang kuliah di Amerika.

Jeff jarang pulang seperti orang tuanya jadi Abas tinggal bersama Vera, dari awal SMA dia sudah terbiasa tinggal sendiri diapartemennya juga, terkadang ada Bi Inah ibu rumah tangga yang bekerja dirumahnya. Nah karena inilah dia mengikuti kegiatan organisasi (OSIS) dan ikut Geng Baktam di SMA Bakti Utama yang dia anggap sebagai keluarganya sendiri. Abas anak baik, dia tidak minat untuk mendekati rokok, miras atau sejenisnya.

04.45

Abas sudah terbangun untuk menjalankan salat subuh terlebih dahulu sebelum memulai harinya, bersiap-siap dari pagi-pagi sekali itu sudah kebiasaannya. Abas sudah siap untuk berangkat sekolah tetapi matanya menatap tajam ke arah meja makan yaitu menatap kedua orang tuanya yang sudah sehari di rumah.

Abas ingin langsung berangkat, dia sudah malas mendengarkan pertanyaan kedua orang tuanya yang mereka inginkan Abas melanjutkan perusahaan keluarganya.

"Selamat pagi, Nak," sapa Wulan ibunya.

"Sini sarapan dulu," ajak Bram ayahnya.

"Tumben banget peduli." Abas lanjut berjalan keluar rumah menganggap tidak ada orang di meja makan, Wulan dan Bram kaget melihat sikap anaknya, tetapi mereka tidak bertindak apapun itu setelahnya. Berbeda dengan Vera dan Jeff, mereka selalu menyayangi kedua orang tuanya walaupun mereka jarang pulang.

Abas melajukan motor sportnya membelah jalan raya Jakarta dipagi hari. Dia memutuskan untuk untuk sarapan di kantin sekolah. Sesudah sampai di gerbang sekolah Abas langsung memasukan motornya ke parkiran dengan rapi, dan sesudah itu Abas langsung berjalan ke kantin. Kantin pagi ini sama jam istirahat sama aja selalu ramai murid SMA Bakti Utama.

Abas duduk di tempat biasanya, tempat khusus Geng Baktam yang diutuskan oleh pak kepala sekolah. Tujuannya supaya lebih nyaman dan mudah mencarinya kalau sekolah membutuhkan bantuan mereka sama seperti anggota OSIS. Abas memesan nasi goreng dan air putih.

"Ehh, Bas tumben lo pagi-pagi gini ke kantin," ucap Barra baru duduk dan disampingnya ada Shaqil.

"Sarapan," jawab singkat Abas.

"Bar, gue mau pesen nasgor juga mau sarapan, lo juga mau nggak?" tanya Shaqil.

"Boleh, nih duitnya tolong pesenin sama es teh manis," jawab Barra.

Sesudah Abas sarapan di kantin dia langsung ke kelasnya. Pagi-pagi koridor sudah banyak anak-anak dari koridor lantai bawah sampai atas itulah yang Abas tidak suka, Abas memakai earphonenya sebagai pelindung telinganya karena pasti banyak kaum hawa yang selalu memuji-muji ke tampanan dan ke pintaranya walaupun masih pagi.

Tanpa AkhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang