28 | Dihari Kemenangan 🏫

13 8 3
                                        

Happy Reading ♡

Hari ini SMA Bakti Utama merasakan senang karena berita dari guru-guru kalau anak kelas 10 sudah selesai kegiatan campingnya dan kemungkinan besar SMA Bakti Utama yang menang dalam kegiatan camping tahun ini, karena hal itu mereka juga harus berfikir panjang tentang PASABANG atau anak-anak NUSBANG lainnya yang tidak bisa menerima kekalahan kalau nyatanya SMA Bakti Utama yang menang. 

"Bau-bau pembalasan dari anak sebelah sudah mulai tercium nih," ucap Yoga membuat semuanya melihat ke arahnya. 

"Ini nih, yang nggak gue suka," timpal Barra, semuanya terdiam berfikir dengan fikirannya masing-masing. 

"Sungguh membuatku sangat lelah," lanjut Fachri membuyarkan kesunyian. 

"Belum bergerak Ri, udah bilang lelah aja!" balas Aditya yang berada di samping Fachri. 

"Aha! Gue punya ide, jadi gini--" Fachri memotong ucapannya karena matanya melihat sosok perempuan yang dia cari-cari sedari tadi, karena dia punya janji untuk mengembalikan topi miliknya hari ini.

Saat mata mereka saling melihat, perempuan itu berlari meninggalkan kantin, teman-temannya yang berada disekitarnya pun memanggilnya yang pergi tiba-tiba. 

"Vera!" teriak Nada memanggil, Nada yang pertama kali tau kalau Vera tiba-tiba tidak ada di sampingnya. 

"Lah, Vera kemana?" tanya Thalita. Keisha dan Nada menggelengkan kepalanya karena tidak tau.

Fachri yang melihat Vera kabur darinya, ia beranjak dari duduknya dan menjauh dari teman-teman untuk mengejar Vera. 

"Ri, lo mau kemana woi!" teriak Aditya 

"Lo ada ide apa tadi!" timpal Kevin. 

"Kenapa tuh anak?" tanya Yoga.

Fachri berhenti di depan Nada. "Nad, Vera kemana?" Fachri mengatur napas yang tidak teratur. 

"Ke sana," jawab Nada menunjuk ke luar kantin. 

"Eh sebentar, lo berdua sebenarnya kenapa sih?" tanya Keisha, Fachri tidak menjawabnya dan lanjut mencari Vera. 

Vera berlari-lari di koridor sampai tertabrak orang-orang yang sedang berjalan menuju ke kantin, Vera mencari-cari tempat persembunyian supaya tidak ketauan Fachri.

Karena dia tau kalau dia bertemu dengan Fachri, pasti dia meminta topinya untuk kembali ketangannya. Kalau aja topi itu masih ada di Vera, pasti dia tidak akan menghindari Fachri si pemilik topi itu. 

"Huft, semoga di sini aman. Nggak papa deh gue di sini aja dulu walaupun gue belum makan, dari pada hari ini gue jadi pacarnya dia. Lagian kemana sih tuh topi, gue cari di kamar nggak ada masa bisa hilang," ucap Vera yang berada di taman belakang sekolah sambil berjaga-jaga takut Fachri masih mengejarnya lagi. 

"Ke mana tuh anak, ya," ucap Fachri. Matanya masih mencari Vera yang cepat sekali menghilangnya, lebih baik dia bertanya kepada siswa-siswi yang berlewatan. 

"Eh tunggu, gue mau tanya, lo kenal Vera 'kan?" tanya Fachri kepada salah satu siswa. 

"Nggak kenal, maaf ya," jawab siswa tersebut. Fachri bertanya ke yang lainnya. 

"Bentar, gue mau tanya, lo kenal Vera nggak?" tanya Fachri kepada Nisa teman sekelasnya bersama Sonya di sampingnya. 

"Kenal, 'kan kita sekelas Ri! Emangnya kenapa?" ucap Nisa. 

"Ohh iya gue lupa, lo ngeliat dia nggak?" tanya Fachri sambil menatap Nisa dan Sonya bergantian. 

"Tadi sih gue liat dia sendiri, ke arah taman belakang sekolah," jawab Sonya. 

Tanpa AkhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang