"Ky lo ada hubungan apa sama fayra?" Sudah seminggu Rendy menahan untuk tidak bertanya tetapi ia semakin penasaran dan sekarang ia sudah tidak bisa memendamnya lagi.
Ricky yang sedang diam langsung menoleh kearah Rendy yang melontarkan pertanyaan.
"Nggak ada." Singkat padat jelas.
"Lo udh deket lama sama dia?"
"Nggak."
"Gue nggak percaya, jelas-jelas gue liat kemaren lo deket banget sama fayra terus khawatir banget sampe ngasih hoodie lo ke dia."
"Sebatas temen." Sudahlah sepertinya Rendy harus mencari tau sendiri.
"Gue harap lo nggak bohong, ky." Ujar Rendy, tetapi Ricky hanya diam tak menjawab atau memberikan penjelasan.
Ricky memandangi Rendy dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Woi lo berdua ngapain?!" Tanya kevin curiga.
"Berisik!" Sarkas Ricky.
"Lagi maen monopoli gua vin."
"Udh sampe mana lo ren?"
"Banten." Jawabnya asal.
"Mana ada bego."
"Ya lo juga bego udh tau gua lagi nggak main monopoli, percaya aja!"
"Dah udh mending pulang sekolah ke cafe kuy dah lama kita nggak ngumpul." Ajak satya.
"Bener juga, gue lagi pengen cuci mata ngeliat yang bening-bening bosen ngeliatnya yang butek-butek terus."
"Ketauan sama anak cewek mampus lo, vin."
"Tenang mereka nggak denger."
"Nih biar mereka tau WOI-" kevin langsung membekap mulut Rendy, bisa gawat kalau ia di gebukin masal sama teman wanitanya.
"Diem ngapa Ren, solid gitu sama temen sendiri."
"Hehe canda vin."
***
"Ky." Panggil Rendy pada kucing peliharaan nya, sudah lumayan lama ia tak bermain dengan Belky.
"Gue ngerasa ada yang di sembunyiin sama Ricky, lo ngerasa nggak?"
"Meow meow." Rendy mengangguk seakan mengerti apa yang belky katakan.
"Kan lo juga ngerasa, kalo misalnya mereka ada hubungan apa gue harus berhenti ngejar cintanya fayra? Tapi- huh." Ada rasa tak ikhlas jika itu terjadi.
"Gue nggak tau apa yang harus gue lakuin ky kalo sampe itu terjadi," Rendy diam sejenak. saat rasa itu kembali hadir.
"Shh," Rendy meringis saat pening itu hadir kembali, baru saja tadi ia terbebas sekarang pening itu datang kembali.
Rendy menengok kebawah tepat di bawahnya belky sedang mendusel-dusel di bawah kakinya sebari menatap keatas. Rendy tersenyum di tengah rasa sakit yang ia rasakan.
Rendy mengambil belky dan mendudukkan belky di pangkuannya.
"Gue nggak apa-apa ky." Ujar Rendy saat melihat tatapan kucingnya yang berkaca-kaca seakan merasakan apa yang Rendy rasakan saat ini.
Belky malah menduselkan kepalanya di perut Rendy membuat nya merasa geli, ais rasa peningnya semakin bertambah.
Rendy mengambil obat pereda nyeri yang selalu ia bawa di hoodie yang selalu ia kenakan. Karena rasa sakit itu tidak pernah absen untuk hadir. Memandang obat itu sebentar lalu meminumnya perlahan rasa nyeri itu berangsur-angsur hilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'M OKE
Roman pour AdolescentsSelama ini Rendy selalu berharap dapat merasakan kebahagiaan itu lagi sebelum semuanya berakhir, Karena selama ini ia hanya dapat merasakan kesunyian, kesepian dan kekecewaan yang disebabkan orangtuanya. Disaat ia sudah diterbangkan tinggi-tinggi Ol...
