The Happy Ending

19.7K 1.3K 241
                                        

Seoul

Jeno berlari di bandara Incheon dengan sangat tergesa. Dia harusnya masih ada di Amerika sampai dua minggu ke depan, tapi istri cantiknya menghubungi dan memintanya pulang. Istrinya itu bahkan mengancam akan menceraikannya jika dia tak segera pulang, membuat Jeno mau tak mau harus pulang juga. Beruntung para seniornya yang setim dengannya saat itu paham benar bagaimana watak Jaemin kesayangan mereka. Jeno berlari tergopoh di bandara dini hari itu.

"Jisung dimana juga?" Gumamnya sambil matanya mencari dimana keberasaan sepupunya itu.

"HYUNG!!" teriakan dari suara khas Jisung yang berat terdengar sampai telinga Jeno.

"Kau ini dicari kemana saja?! Bukannya sudah kubilang untuk menunggu di dekat pintu keluar?!" Jisung meringis.

"Maaf hyung, tadi aku ke toilet sebentar" Jeno mendengus.

"Kakimu bagaimana? Kan bisa Mark hyung yang menjemputku atau samchon" Jisung mendengus.

"Appa pergi dinas sejak dua hari lalu dengan Johnny samchon, Mark hyung pergi dengan Haechan hyung sejak kemarin, jadi tersisa aku seorang, lagipula kakiku sudah membaik" jawab Jisung.

"Baiklah, ayo segera antar aku ke kediaman Na, Nana bisa makin marah kalau aku tidak segera sampai sana" Jisung mengangguk patuh.














Di dalam mobil, Jeno mencoba menghubungi Jaemin, namun tidak kunjung diangkat, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Renjun. Beruntung iparnya itu mengangkat telponnya.

"Renjun-ah, Nana bagaimana? Aku menghubunginya sejak tadi tak kunjung diangkat" serbu Jeno langsung pada Renjun yang baru mengangkat telponnya.

"YA KAU PIKIR SAJA LEE JENO!!  SEKARANG JAM BERAPA?!" Jisung yang mendengar suara Renjun ikut terperanjat kaget. Jeno sendiri sudah menjauhkan ponselnya, dan saat dia melihat jam, masih menunjukkan pukul setengah tiga pagi.

"Mian" terdengar dengusan Renjun dari seberang.

"Bukannya salam dulu malah langsung menyerbu pertanyaan, begini-begini aku masih hyungmuJeno menghembuskan nafas saja, diam saat iparnya mengomel.

"Iya maaf, lain kali tidak kuulangi lagi" Renjun mendengus di seberang. Jisung hanya diam sambil fokus menyetir.

"Nana sudah tidur dengan eomma, dia tadi mengamuk karena kau tidak kunjung pulang juga"  Jeno meringis pelan, sebenarnya sudah sejak minggu lalu Jaemin menghubunginya dan memintanya pulang, tapi pekerjaannya tak bisa ditinggal.

"Oh baiklah, aku sudah dalam perjalanan pulang, Jisung yang mengantarku" terdengar deheman malas dari sana.

"Hubungi aku kalau sudah sampai, dan katakan pada Jisung agar tidur sebentar di rumah nanti, baru paginya kembali pulang"  Jeno menjawab dengan gumaman.

"Ne"

"Aku tutup"

Dan Renjun benar menutupnya tanpa memberinya celah untuk bicara kembali.

"Jisung-ah, nanti kau ikut masuk ke rumah, istirahat di rumah, pagi jam delapan atau sembilan nanti baru kembalilah ke kediaman Jung" Jisung menggeleng.

"Eomma hanya dengan David di rumah, jadi nanti aku langsung balik saja, mataku juga masih segar kok, lagipula kediaman Jung juga tidak terlalu jauh." Jeno menghembuskan nafasnya pelan.

"Kalau itu maumu ya sudahlah"

.

.

Jeno masuk ke dalam rumah setelah memastikan Jisung pulang. Renjun menunggu di depan pintu.

[NOMIN] Their MaskCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang