Restoran
Jeno menggerung kesal, Jaemin di sebelahnya menghela nafas. Padahal tadi yang sensi adalah Jaemin, kenapa sekarang jadi Jeno yang sensi, matanya melirik pria di bawahnya. Ah! Eric. Jaemin menolong Eric membuat Jeno sensi, Jaemin mau tertawa saja pada suaminya itu.
Ledakan yang besar di restoran yang ternyata milik keluarga Jung itu terjadi tepat setelah Jaemin dan Jeno keluar dari sana. Sebenci-bencinya Jaemin dan Jeno pada keluarga mereka, tetap saja melihat mereka jadi korban ledakan tak bertanggungjawab membuat keduanya sedih juga. Jeno segera menghubungi pusat, sedangkan Jaemin menghubungi pemadam kebakaran dan pihak rumah sakit. Tapi entah kenapa rumah sakit yang dihubungi Jaemin mengatakan jika RS telah penuh, hingga membuat namja manis itu berteriak.
"JIKA MEMANG PENUH KIRIM TENAGA MEDISMU SETIDAKNYA TIGA ORANG! INI KEADAAN DARURAT SIALAN!" Jeno bahkan tak bisa menahan istrinya yang tadi nyaris memukul para medis yang baru saja tiba.
"Aku akan menyelidiki tempat ini." ujar Jeno, Jaemin mengangguk. Langkah namja manis itu segera menuju ke arah kembarannya.
"Kau masih bisa merasakan kakimu, Renjun-sshi?" Renjun mengangguk.
"Appa dan eommaku? Selamatkan mereka dulu." Jaemin melirik sebelum mengangguk. Ia melihat Yuta dan memeluk Winwin, hati Jaemin terasa sakit melihat keduanya, terlebih tubuh Yuta tertimpa reruntuhan resto. Ledakan ini mengakibatkan runtuhnya bangunan resto, SHINee sedang mencari sumber ledakan yang mereka perkirakan ada setidaknya tiga bom terpasang. Hingga ia sadar-
"LEE JENO KITA DALAM MASALAH!" Jeno yang ada di depan pintu resto terkejut, dia melirik Jaemin yang kini melirik Winwin dan Yuta. Awalnya Jeno tak paham hingga-
"Sialan" desisnya. Jelas saja, ledakan ini ditujukkan untuk keluarga Na. Jeno segera menghampiri Jaemin yang kini berusaha mengangkat reruntuhan dari tubuh Yuta dan Winwin.
"Tuan Na! Tuan Na!" Jeno memanggil sang kepala keluarga namun tak ada sahutan. Johnny dan Jaehyun yang tidak terlalu terluka segera membantu evakuasi, mereka membantu Jeno mengangkat reruntuhan dari atas tubuh sahabat mereka. TVXQ yang datang membantu evakuasi sisanya, kecuali Jaejoong dan Junsu yang membantu para medis.
"Yuta! Kau mendengarkan suaraku?! Yuta!" Johnny berteriak memanggil nama sahabatnya agar sahabatnya merespon. Jaemin meminta para medis mendekat untuk segera memberikan pertolongan jika semua reruntuhan itu telah diangkat.
Mark dan Jisung ikut berdiri, ikut membantu menyelamatkan orang tua sahabat mereka.
"Paman Na! Bibi Na!" Jisung ikut memanggil mereka, setidaknya merespon dengan gerakan kecil, namun pasangan Na itu tak merespon. Jaemin berjongkok di dekat kepala sang ayah sebelum mendekatkan telinganya pada kepala sang ayah. Dia bisa mendengar nafas lemahnya. Jemarinya mencari denyut nadi Yuta di leher pria tersebut.
"Ada" lirihnya, dia membantu Jeno dan Mark mengangkat reruntuhan terakhir, dibantu Johnny. Jaehyun segera meminta para medis untuk segera menangani pasangan Na tersebut. Tahu kedua orang tuanya sudah ditangani, Jaemin mendekati Yunho yang sejak tadi menatapnya dan Jeno tajam dari kejauhan.
"Kalian harus melaporkan apa yang terjadi hari ini." ujar Yunho dingin.
"Dan jangan lupa kalian mendapatkan hukuman untuk ini, karena melibatkan urusan pribadi dengan kerjaan." sambung pria tersebut. Jaemin mengangguk kecil. Yoochun yang melihat Jaemin menunduk itu segera mendekati 'anak asuh'nya itu dan menepuk kepalanya pelan.
"Mereka baik-baik saja, tenang saja. Setelah kejadian ini, aku harap kau bisa profesional." Jaemin mengangguk. Yunho mendengus pelan sebelum akhirnya ia memutuskan pergi setelah menepuk pundak si manis kesayangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[NOMIN] Their Mask
Fiksi PenggemarDua anak yang hidup sebatang kara bersama, hanya bisa bergantung satu sama lain. Tumbuh dari sepasang teman hidup, menjadi sahabat sehidup semati, lalu sepasang kekasih, hingga suami-'istri' di usia muda, 19 tahun. Kisah hidup mereka yang keras memb...
![[NOMIN] Their Mask](https://img.wattpad.com/cover/235719672-64-k573720.jpg)