Amukan Grim (bag. II)

8.5K 1K 89
                                        

SM Agency

Tepat keesokan harinya, saat matahari belum naik, dan cuaca masih sangat dingin, Xander dan Lysander tiba di atap SM Agency. Tanpa banyak kata mereka langsung turun ke lantai dimana ruang pertemuan berada. Masih shubuh memang, tapi mereka sudah mengabari Tuan Ahn, jadi mau tak mau kelompok lain harus terbangun pagi buta demi membahas rencana keduanya. Kecuali TVXQ dan F(x) yang harus memantau keadaan Seo Johnny, Wong Lucas, dan Moon Taeil.

Xander mengeluarkan ID Cardnya dan menempelkannya pada scanner yang terpasang di sebelah pintu. Setelah pintu terbuka mereka berdua melangkah masuk, dimana penghuni lain tengah fokus pada kegiatan mereka. Ada yang membaca sembari meminum kopi, ada yang menyeduh kopi, ada yang sedang bermain ponsel, ada yang mendengarkan musik, ada juga yang tengah menelungkupkan kepalanya.

"Ehem, apa ini sambutannya?" mendengar suara Xander, membuat mereka semua mendongak.

"Morning Xander, Lysie!" sapa Sunny dengan lugunya, membuat kedua pasangan itu hanya bisa menampilkan senyum acuh.

"Kalian yakin bisa mendengar perkataanku seratus persen dalam keadaan setengah sadar begini?" tanya Xander.

"Yes, we'll listen you very well, don't worry" ujar Kris yang setelahnya ia menguap cukup lebar, hey dude, he slept at 2 o'clock and those two brats tell them to get ready at 4 o'clock.

'Jika bukan anak asuh kesayanganku sudah aku penggal mereka berdua.' batin Kris.

"I doubt it." gumam Lysander.

"So, what do you want, Lysie?" tanya Aiden Kim dengan sabar, hanya dua anak di hadapannya ini yang membuatnya harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi.

"Get ready at 6 o'clock brothers, sisters, and start it from now!" mereka semua langsung lari keluar ruangan, menyisakan Xander, Lysander, dan Tuan Ahn yang terkekeh geli.

"Kalian memang paling pandai membuat mereka semua kalang kabut, hm?" Xander dan Lysander hanya menanggapinya acuh.

"Bagaimana keadaan mereka semua?" tanya Lysander yang menanyakan perihal keadaan keluarganya.

"Tuan Seo Johnny hanya menerima luka kecil, Tuan Moon Taeil dan Wong Lucas mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Jeju, dan jika keadaan mereka berdua sudah stabil, keduanya akan dibawa ke Seoul. Lalu Mark dan Jisung mengalami luka, mereka berdua ada di klinik agensi, Tuan Qian Kun dan putranya Dejun harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang didapat dari penyerangan. Sisanya aman dan sedang ada di asrama agensi saat ini, kedua orang tuamu juga ada di sini." jelas Tuan Ahn, Lysander yang mendengarnya menghela nafas pelan. Xander di sebelahnya menatap 'partner'nya.

"Lysie, aku ingin menanyakan satu hal padamu yang sejak tadi sudah aku tahan." ujar Xander, Lysander menatap Xander yang ada disisinya.

"Ini adalah pertarungan keluarga, kau dengan nenekmu dan aku dengan bibi dan sepupuku, aku ingin tanya satu hal padamu..."

"Apa itu?" Xander menatap dalam mata Lysander sebelum bibirnya kembali berucap.

"Apa kau siap membantai semua keluargamu, Lysander Lee?" 

.

.

Taeyong dan Winwin berusaha menenangkan Jungwoo dan Doyoung yang suaminya saat ini masih ada di Jeju dengan keadaan yang kritis. Ten sendiri yang tahu suaminya selamat sudah mengucap syukur meski dia juga tak bisa menyembunyikan kecemasannya sebelum dia melihat sendiri keadaan suaminya.

Renjun dan Haechan harus menenangkan Hendery yang sedih karena kekasihnya luka parah, Yangyang dan Chenle yang khawatir pada ayahnya, dan David yang menangis karena tahu kedua hyungnya terluka.

[NOMIN] Their MaskCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang