Amukan Grim (bag. I)

8.5K 1K 52
                                        

New York

BRAK

Bryan diam saat Lysander menggebrak meja di hadapan banyak atasan. Amarah jelas tercetak diwajah manis sang Grim. Xander tidak menahan partnernya yang sedang mengamuk.

"Anda semua bilang kami harus mengurus semua masalah yang belum selesai di sini? Apa sebegitu putus asanya kalian sampai harus meminta kami untuk membereskan masalah di negara orang?" mata bulat Lysander menatap tajam semua orang yang ada di sana. Gemblengan yang kuat sejak kecil tidak membuatnya mudah goyah akan tatapan orang lain, meski orang itu adalah atasannya sendiri. Tuan Ahn sering sekali mengeluh akan sikap keras kepalanya tapi disisi lain sikapnya ini sangat berguna di situasi seperti ini.

"Perjanjian kami dengan Bryan hanya sampai masalah teroris dan mafia itu selesai, dan kami sudah menangkap Brandon dalang dibalik kasus teroris yang sedang meraja lela di sini. Dan kasus mafia, anggota mafia itu sudah ada di Korea saat ini, dan kami akan segera kembali untuk menangkap mereka semua sebelum mereka semua semakin menjadi." Lysander baru kali berbicara panjang sambil marah-marah, biasanya jika dia kesal, dia akan main tebas kepala orang atau paling minim adalah menjadikan orang yang membuatnya kesal samsak tinju.

"Lysander, di Korea pasti sudah ada yang menangani kasus mafia itu, Red Bulls pasti sudah mereka tangani." ujar orang berkepala plontos.

"Tuan, Anda membaca informasi dengan baik atau tidak? Red Bulls sisanya sudah melakukan penerbangan ke Korea, anggota mereka tidak sedikit, anggota mereka banyak, dan merekrut banyak orang-orang merepotkan yang membuat kami kuwalahan. Anggota di Korea memang ada tapi mereka juga punya tugas mereka sendiri." Lysander sudah benar-benar ada dipuncak amarahnya. Xander yang sadar itu menarik tangan Lysander, menenangkannya.

"Tuan, apa Anda bersedia bertanggungjawab akan semua nyawa yang akan hilang nantinya di Korea?" tanya Xander tenang.

"Untuk apa? Mereka bukan negaraku, dan bukan tanggungjawabku, tugas kalian itu di sini." Xander mengangguk, dia lalu berdiri dan menatap Bryan.

"Bryan"

"Ya, Xander?"

"Perjanjian kita selesai sampai di sini, aku tak bisa bekerja sama dengan orang-orang yang tidak bisa menghargai nyawa orang lain." Xander dan Lysander melangkah pergi dari sana.

BRAK

"BERHENTI KALIAN! KELUAR DARI SANA AKU AKAN MENGHABISI KALIAN BERDUA!" Xander dan Lysander berhenti dan berbalik menatap para petinggi agensi.

"Kalian berani bicara begitu saat kalian sendiri tidak bisa menghargai nyawa orang, jangan sok menggurui kami!" Xander menatap pria itu dengan pandagan tak mengerti.

"Tuan, aku makin tak mengerti padamu, kami bukan tidak menghargai nyawa, semua nyawa yang melayang di tangan kami adalah nyawa dari orang-orang yang memang sudah tidak pantas tinggal di bumi. Bukan nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Apa Anda semua pernah dengar Grim Reaper salah target, hm?" mereka diam.

"Tuan kalau Anda ingin tahu, nyawa orang-orang yang tewas itu seperti Anda." Xander berucap tenang, Lysander di sebelahnya menarik seringai.

"Iya benar, nyawa mereka seperti kalian, dengan kata lain, kalian adalah orang-orang yang sudah tidak pantas hidup di bumi lagi. Katakan padaku, bagian mana dari tubuh kalian yang harus aku hancurkan?" Lysander berbalik sempurna menghadap mereka dengan Desert Eagle kesayangan ada di tangannya.

"Xander, Lysander, segeralah kembali ke Korea, aku yakin Stray Kids dan agensi pusat tidak akan bisa menangani mereka, apalagi kalian sudah dengar sendiri, para pengusaha circle NEO diserang." Xander dan Lysander menatap Bryan dan mengangguk.

[NOMIN] Their MaskCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang