Kediaman Na
Kesibukan jelas terlihat di rumah baru milik keluarga Na. Semenjak pembantaian tak langsung yang dilakukan Jaemin dan Jeno, Yuta menjual rumah besar itu dan membeli sebuah rumah yang hanya terdiri dari satu lantai, dan empat kamar tidur. Tapi pekarangan rumahnya sangat luas, sehingga bisa mengadakan barbeque.
Kesibukan di kediaman baru Na itu terjadi karena hari ini adalah ulang tahun sang nyonya rumah, dan lusa kemarin ulang tahun sang kepala keluarga. Daripada dirayakan dua kali, jadi mereka mengadakan pestanya sekalian, di hari ulang tahun Winwin.
Para nyonya langsung merusuh masuk dan ke dapur, Taeyong dan Doyoung yang paling semangat merayakan ultah Winwin dan Yuta. Winwin dan Yuta selaku pemilik rumah hanya bisa pasrah saja. Di dapur para Nyonya rumah sedang memasak dibantu oleh anak-anak manis, sedangkan para ayah menyiapkan barbequenya di taman belakang bersama para anak-anak tampan. Baby David ikut sang ayah daripada sang ibu karena dia tak mau ikut memasak di dapur.
Namun, di hari ini ada dua orang yang absen, tentu saja sang tokoh utama absen, Jeno dan Jaemin sebenarnya ingin ikut merayakan ulang tahun sepasang Na senior, tapi apalah daya, tugas memanggil mereka. Bahkan Jeno harus mengeluarkan semua Stray Kids, termasuk Han yang awalnya dia skorsing karena kesalahannya dulu. Mereka bersepuluh akan berangkat pukul delapan malam nanti langsung ke markas cabang di Amerika, dimana Bryan Kim, anggota Super Junior ada di sana.
"Chris, siapakan semua persenjataan! Felix aku akan mendengarkan laporanmu nanti setelah tugas kita selesai! Seungmin, siapkan semua persediaan P3K, Hyunjin dan Changbin cek semua perbekalan kita, I.N, Lino, dan Han nanti saat kita sampai di Amerika, kalian cek dulu kendaraan yang akan kita semua kendarai, mengerti?" para member Stray Kids itu mengangguk.
Jaemin disisi lain sedang membaca ulang pesan yang dikirim oleh Bryan tadi. Teroris, mimpi buruk semua agent, mereka tak ada habisnya, tidak hanya akan menangani teroris tapi juga nanti mereka akan menangani kasus Mafia yang melakukan penjualan budak secara ilegal, melakukan transaksi senjata dan bom yang diduga mereka menjualnya pada orang-orang yang kontra pada pemerintah, dan masih banyak lagi. Jaemin memandang itu dengan geram, bukan apa, dia pikir hari ini dia akan ikut merayakan ulang tahun ayah dan ibunya, tidak tahunya dia dan suaminya dapat panggilan.
"Na"
"Jeno, bisa tidak kita pulang dulu?" tanya Jaemin langsung, Jeno menatap istrinya dalam.
"Kau ingin ikut merayakannya sebentar?" Jaemin mengangguk.
"Kita masih akan berangkat jam delapan malam nanti kan? Sekarang masih jam empat sore, tak apa kan?" Jeno menghembuskan nafas pelan dan akhirnya dia mengangguk.
"Iya tak apa, nanti kita pulang dulu" Jaemin tersenyum. Jeno mencium bibirnya dan menepuk sayang kepala istrinya.
"Aku menemui Chris dulu" Jaemin mengangguk. Jeno pun pergi menemui Chris yang ada di gudang senjata.
"Hyung"
"Hm?" Bangchan berbalik dan menemukan Jeno mendekatinya dengan raut sedih.
"Ada apa, Jen?" tanya Bangchan.
"Hyung, mertuaku hari ini ulang tahun, tapi aku malah pergi tugas bersama Jaemin." Bangchan nampaknya paham apa permasalahan Jeno. Dia tersenyum.
"Kau bisa pulang dulu dan pukul setengah delapan pergi ke markas utama." Jeno menghela nafas dan mengangguk.
"Aku memberikan jadwal itu saat Jaemin meminta izin ingin pulang dulu. Aku tadi ragu, apa bisa kami ikut merayakannya, tapi mungkin memang kita bisa merayakannya meski sebentar." Bangchan mengangguk.
"Datang saja, supaya tidak menyesal, kau paling tahu kan? Kita belum tentu bisa pulang dengan selamat atau tidak besok." Jeno mengangguk.
"Gomawo hyung"
KAMU SEDANG MEMBACA
[NOMIN] Their Mask
FanfictionDua anak yang hidup sebatang kara bersama, hanya bisa bergantung satu sama lain. Tumbuh dari sepasang teman hidup, menjadi sahabat sehidup semati, lalu sepasang kekasih, hingga suami-'istri' di usia muda, 19 tahun. Kisah hidup mereka yang keras memb...
![[NOMIN] Their Mask](https://img.wattpad.com/cover/235719672-64-k573720.jpg)