"Darren itu egois. Dia kalik yang gila sampe nampar Dasha gue gini.. udah gitu gamau mut—"
"Alika.. aku gamau putus" Alika mendesah pelan sambil mengusap pipi Dasha yang terkena tamparan Darren kemarin.
"Tapi Lo bilang, Lo nyerah. Gimana si?"
"I-iya aku nyerah dalam artian pasrah ke Darren.. terserah dia mau gimana aja" Ujar Dasha pelan.
"Kali ini beneran Lo yang gila. Lo mau ntar kalo dianu Ama Darren?"
"Anu?"
"Iya dianu" Alika menggaruk kepalanya sendiri, mengapa ia bisa lupa bila temannya ini polos?
"Udahlah lupain aja. Pokoknya gue harus bikin perhitungan sama pacar Lo itu!" Kukuh Alika.
"Ga usah, Alika" Cegat Dasha, "Jangan bilang apa apa ke Darren"
"Ya tapi lo tuh—"
"Udah ayo kita kumpul" Dasha menarik tangan Alika menuju pinggir kolam.
Alika memutar bola matanya, padahal niat dia adalah membantu Dasha, tapi gadis itu malah mencegahnya.. ya sudahlah.
Anak anak 10 IPA 4 berkumpul di pinggir kolam renang. Pak Renal tengah menjelaskan beberapa materi yang mungkin akan mereka praktekan kapan hari nanti.
Selagi mendengar penjelasan pak Renal, Dasha melamun. Ia memikirkan segala macam perbuatan Darren yang dilakukan untuk mencegahnya menyerah.
Semalam... Darren memeluknya.
Bahkan tadi pagi Darren mengantarnya pulang. Ya, semalam ia terpaksa tidur di apartemen Darren. Hanya tidur, cowok itu tidak berani merusak perempuan sekalipun Dasha adalah gadis polos yang tak mengerti apa apa tentang itu.
Ah apa cowok itu juga memikirkannya di tengah pertandingan? Padahal Dasha ingin sekali menonton kerennya Darren bermain basket. Tapi cowok itu melarangnya dengan lembut.
Dasha terhuyung tiba tiba, seperti ada yang mendorongnya dari belakang. Lamunannya buyar, untung keseimbangannya masih bertahan.
Gadis itu berusaha menetap di posisinya, namun tak lama betisnya di tendang. Dasha yang belum seimbang sempurna pun terhuyung ke depan.
Byurr
Gadis itu tercebur sempurna ke kolam sedalam 3 meter.
"DASHA!" Pekik Alika kaget saat Dasha mulai meraup raup permukaan agar tidak tenggelam.
"Siapapun tolong Dasha!" Teriak Alika khawatir, "Vero bantu Dasha!" Teriak Alika pada Vero yang terlihat ragu.
"Vero! Tolongin dia!"
"T-tapi—" Vero terlambat, seseorang masuk ke kolam renang dan segera berenang kearah Dasha.
Seluruh murid IPA 4 menyaksikan itu, bahkan pak Renal masih menganga melihatnya.
Darren membawa Dasha ke pinggir kolam. Siswi siswi yang lain menjerit tertahan melihat laki laki itu bertelanjang dada, memamerkan perut kotak idamannya.
"Sha, bangun" Darren menepuk nepuk pipi Dasha. Gadis itu masih menyipit, berusaha mengembalikan nafasnya yang masih tersengal sengal.
Dasha menghela nafas sembari terbatuk. Ia kemudian tersenyum haru saat mengetahui Darren yang menyelamatkannya, "Makasih Dar—"
"Dasha!" Alika berlari dengan cepat menghampiri Dasha. "Ayo kita ke UKS! Darren gue aja yang bawa Dasha, thanks udah nolong dia. Ayo Sha" Dasha belum mengucapkan apa apa lagi, namun Alika terlanjur memapahnya menuju UKS.
KAMU SEDANG MEMBACA
POV (Hiatus)
Teen Fiction⚠️mengandung beberapa kata dan adegan kekerasan. [SEBAIKNYA FOLLOW SEBELUM MEMBACA!] Cinta terbentuk dari dua sudut pandang. Namun jika Dasha harus bertahan dengan sudut pandang Darren, ia akan melakukannya. Gadis polos itu terlanjur mengikat hati...
