alasan sebenarnya

1.1K 125 8
                                    

Pagi ini Jepang cukup cerah. Namun baik Yuta maupun Caca mereka masih sama sama tertidur pulas dibalik selimut, mereka telah sampai Jepang tengah malam tadi

Cup

Yuta mengecup singkat bibir Caca "morning kiss" katanya namun Caca tidak terusik sama sekali dengan kecupan yang diberikan Yuta

Cup cup cup cup

Yuta memberikan kecupan berkali kali pada wajah Caca sehingga ia terbangun dengan pipi memerah

"ih jorok" ucap nya yang menyembunyikan diri dalam selimut

"morning kiss" jawab nya sambil memeluk Caca dibalik selimut

Caca membuka selimut yang menutup wajahnya lalu membalikan badan nya agar bisa berhadapan dengan Yuta "makasih" ucapnya memeluk balik Yuta

"buat?"

"semuanya, buat bahagia kamu yang selalu ngelibatin aku, buat bahagia aku yang selalu kamu utamain, makasih udah milih aku" ucap nya

"sama sama, makasih buat semuanya juga Ca gue laki laki yang beruntung bisa dapetin lo" balasnya yang mengecup kening Caca

"hilih gombal" jawabnya sambil mencubit pelan perut Yuta

"kak" ucapnya setelah mencubit perut Yuta

"kenapa?" tanya Yuta

"perut kamu kotak kotak aku suka" ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Yuta

Setelah percakapan itu mereka kembali pada aktivitas nya masing masing, Caca yang menyiapkan sarapan nya dan Yuta yang sedang mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kantor

"kamu pulang jam berapa?" tanya Caca saat Yuta sedang duduk di meja makan menunggu roti yang sedang disiapkan Caca

Yuta mengendikan bahu "kurang tau, kalo kemaleman lo tidur duluan aja" jawabnya sambil menerima roti tersebut

Caca berdecih sebal "awas aja kalo lembur" ucapnya sebal

"hm" jawab Yuta singkat

Setelah Yuta berangkat ke kantornya, Caca hanya diam di rumah, ia membereskan beberapa barang dan merapikan nya setelah itu tak ada kegiatan lain lagi, Caca hanya merebahkan diri, menonton sampai tertidur hingga sore sembari menunggu Yuta pulang

Saat ini Caca sedang duduk dihalaman belakang rumah Yuta

Cup

Ia tahu jika Yuta yang mengecup singkat pipinya maka dari itu ia tak terusik dengan kedatangan suaminya

"iyuh iyuh nyosor terus dari pagi" ucap Caca

"ya gak papa dong sama istri ini, gak boleh emang?" tanya yang yang sekarang menyandarkan kepalanya di bahu Caca

Hening tak ada percakapan lagi diantara keduanya, Yuta yang sedang menikmati angin sore dan Caca yang sedang menikmati posisinya sekarang

"kak aku bukan istri yang baik yah?" tanya Caca dan Yuta langsung mengangkat kepala lalu menggeleng keras "kata siapa? Lo udah jadi istri yang baik bahkan lebih baik buat gue, kenapa tiba tiba nanya gini?" tanya nya yang memegang kedua tangan Caca

Caca menghela nafas, sebetulnya Caca memang belum siap jika ia harus memberikan hak nya pada Yuta

"lo kenapa" tanya Yuta yang melihat aneh kepada istrinya

Caca diam tidak menjawab pertanyaan Yuta "kalo aku ngomong jujur ke kamu, kamu bakal marah gak?"

Yuta menggeleng "gak akan" jawabnya cepat

"akubelumsiapngasihhakitusamakamu" ucap Caca dengan satu tarikan nafas sambil memejamkan matanya dan mempererat gengaman tangan mereka

Yuta diam lalu tersenyum "iya gak papa, gue bakal siap nunggu lo" ucap nya yang mengecup singkat kening Caca dan Caca hanya diam mendengar jawaban dari Yuta

"kamu tau apa yang aku omongin?" tanya nya

Yuta mengangguk "tau, lo belum siap kan ngasih hak lo sama gue"

Kini giliran Caca yang mengganguk "tapi kamu kan mau punya si kecil kak" tanya Caca dengan nada rendah

Yuta mengangguk lalu tersenyum "mau, tapi kalo lo belum siap juga gak papa, gue bakal nungguin lo. Maaf yah omongan gue kemarin bikin lo---

Caca mengecup singkat bibir Yuta lalu memeluk suaminya itu dengan perasaan bersalah "ini bukan salah kamu, tapi salah aku, aku takut kak" ucapnya yang kini sudah menangis di pelukan Yuta

"natap mata gue Ca" ucapnya yang mencoba melepaskan pelukan mereka namun Caca menggelang keras dan mempererat pelukan nya

"Ca" ucapnya dengan nada dingin, Caca mengalah ia takut mendengar suara Yuta

"takut kenapa?" tanya Yuta pelan

Caca masih diam tidak menjawab pertanyaan Yuta "kenapa sih" tanya Yuta yang geram dan cemas

"kata Raya bikin si kecil itu sakit, terus kalo sakitnya parah kita gak bisa jalan" ucap nya yang masih sesegukan menangis

Yuta dibuat bungkam dengan pernyataan Caca "emang lo udah ngerasain sakitnya gimana?" tanya nya yang menahan tawa atas tingkah istrinya

Caca menggeleng "ya belum lah aku masih perawan"

Yuta mengelus surai rambut Caca "kalo lo belum mau nyoba, lo gak akan tau rasanya sakit apa engga by, gue gak akan maksa kalo lo bener bener belum siap" ucapnya yang dengan tersenyum

"kak" rengek Caca

"apalagi by?" tanya Yuta lembut

"kasih aku waktu seminggu lagi boleh?" tawarnya

Yuta menggeleng "gue bakal nunggu lo sampe bener bener siap"

Caca menggeleng "cepat atau lambat aku juga harus kasih hak kamu kak, tapi kalo aku sakit kamu urusin aku yah"

Yuta sudah tertawa atas pernyataan istrinya "bego sama polos itu beda tipis yah by"

"maksudnya?" tanya Caca bingung

Cup

Yuta mengecup singkat bibir Caca "gue mau mandi dulu abis itu kita siap siap yah gue mau ajak lo keluar" ucapnya yang langsung pergi dari hadapan Caca

























Yuta mengecup singkat bibir Caca "gue mau mandi dulu abis itu kita siap siap yah gue mau ajak lo keluar" ucapnya yang langsung pergi dari hadapan Caca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ramein yah heheheJangan lupa mampir di lapak aku yang lainnya yah hehe See you ❤❤❤Mon maap kalo ada typo ehehehehe

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ramein yah hehehe
Jangan lupa mampir di lapak aku yang lainnya yah hehe
See you ❤❤❤
Mon maap kalo ada typo ehehehehe

Random | Nakamoto Yuta [book 2] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang