Afraid (4)

2.1K 218 2
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow.
.
.
.
.

Tidak terasa hubungan Jennie dan Lisa sudah berjalan selama satu bulan ini, bahkan hanya orang-orang terdekat mereka yang mengetahuinya.

Kadang setiap harinya Jennie selalu merasa cemburu dengan mahasiswa maupun mahasiswi yang modus dengan kekasih nya. Meskipun Jennie bisa melihat bawa Lisa tetaplah Lisa, yang cuek, dingin dan kaku.

“Tuh, si Sonya kenapa sih deket deket Kak Lisa.” ucap Dayeon yang melihat interaksi Lisa dan Sonya di depan ruang guru.

“Dia kan modus banget sama Kak Lisa.” timpal Anna.

“Anjrit. Pen nyolok matanya.” Jennie benar-benar terbakar api cemburu.

“Kalo cemburu lo makin ngegemesin ya Jen. Pantesan Kak Lisa makin suka pas lo cemburu gini.” ucap Bona

Bisa bisanya diketawain. Jennie beneran lagi cemburu level akut ini. Malah diketawain dikatain gemes. Makin kesel dong Jennie. Ia semakin  menghentakkan kakinya sebal, melihat Lisa tanpa menolak gandengan Sonya.

"Tapi nih ya Jen, lo kudu percaya aja sih sama kak Lisa, dia kan cuma maunya sama lo."  Setelah puas ngetawain tadi, Anna ngomong sekalian ngadem-ngademin hati Jennie.

"Anna ih, lo aja suka marah kan kalo liat kak Jisoo di modusin sama temen kantornya?"

"I-iya juga sih ya. Udah ah mending kita kekantin aja. Minum susu coklat anget biar mood lo membaik."

Jennie pun menurut, mereka seperti biasa menuju kantin, gak ke Warung Sebelah. Karena mereka ingin berganti suasana.

*

Saat usai mata kuliahnya, seperti biasa Jennie akan menunggu Lisa di ujung gang dari kampus nya, sedangkan mobil miliknya sudah di bawa ketiga sahabatnya.

"Udah nunggu lama ya," Lisa menghentikan motornya, tepat didepan Jennie. Sedangkan Jennie masih bungkam. Masih kesel ceritanya. Biar Lisa peka gitu.

"Tumben sih engga bawel, sini kakak pakein helmnya." Lisa pun memasangkan helm bogo berstiker garfield di kepala Jennie. Setelah selesai memasangkan helmnya, Jennie pun lekas menaiki motor Lisa.

Lisa pun mulai menjalankan kembali motornya, ia juga masih dibuat bingung dengan tingkah Jennie. Karena tidak biasanya kekasih nya seperti ini.

"Kalo ada sikap kakak yang engga kamu suka, kamu bilang aja, jangan malah diemin kakak kayak gini."

"Kamu udah cukup paham, kalo kakak engga peka," lanjut Lisa.

Jennie langsung memeluk tubuh Lisa erat, menempelkan kepalanya di bahu milik kekasihnya. Lisa tersenyum menatap Jennie dari arah spion motornya.

"Aku gak suka, kakak diem aja kalo lagi di modusin sama si Sonya-Sonya itu."

Tangan Lisa mengelus lembut tangan Jennie yang melingkar di perutnya dan tersenyum.

"Kayaknya kalo sama Sonya, kamu cemburunya akut ya." Jennie langsung mencubit perut Lisa pelan. Hal itu justru membuat Lisa terkekeh.

"Kamu tenang aja, diemnya kakak tuh karena menghargai dia sebagai anak rektor kakak, toh kamu juga tau, nama yang ada di hati kakak tuh siapa."  Lisa agak berbisik pas bilang anak rektor. Dia juga baru tau, pas dikasih tau sama pak Satya.

Fakta Sonya anak rektor itu ibarat rahasia umum. Semua juga tau. Jennie juga tau. Tetep aja cemburu ya cemburu mau anak rektor, anak presiden. Cemburu ya tetep cemburu.

JENLISA'S ONESHOOT COLLECTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang