Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow.
.
.
.
.
.
.
Segala perasaan emosi Jennie benar-benar meluap malam ini, bahkan beberapa barang yang ada di apartemennya ia lempar hingga pecah berantakan.
"ARGHHHH BRENGSEK!!!" umpat Jennie, tangannya mengusap secara kasar wajahnya. Ia pun lekas berjalan menuju kamar nya dengan memburu.
BRAKKK
Dengan keras Jennie menggebrak pintu kamarnya, segala perasaan emosi, kecewa, sakit hati dan rasa penyesalan menggerogoti relung hatinya menjadi satu.
Air matanya menetes membahasi pipinya, keadaannya begitu kacau. Matanya menatap cermin yang ada di hadapannya, dan tangannya bergerak melempar semua alat make up nya dengan penuh amarah.
"MINO SIALAN!!!"
"Hikssss..hiksss.." tubuhnya merosot, tangisannya semakin pecah memenuhi isi ruangan kamarnya.
Segala rasa sesak seakan mencekik dadanya, ia benar-benar merasa sakit. Bahkan rasa sakitnya tidak akan sebanding dengan perlakuannya dulu terhadap Lisa.
Penyesalan datang setelah semuanya telah hilang, dan tidak dapat ia kembalikan.
"Hikssss.." air matanya terus mengucur, sehingga membuat mata dan hidungnya memerah.
Perasaan dan hati Jennie di buat hancur berkali-kali lipat oleh pria yang selama ini Jennie cintai, bahkan Jennie percaya. Tubuhnya ia sandarkan dikursi rias yang ada di sampingnya. Ingatannya kembali terputar kejadian yang begitu menghancurkan hatinya.
Tak sengaja Hoyeon melihat seseorang yang ia kenali. Tangannya langsung menyeret tubuh Jennie untuk mengikuti langkahnya.
"Kau mau membawaku kemana, Hoyeon-ie?" Tanya Jennie penasaran. Namun Hoyeon justru membekap mulut Jennie.
"Pelankan suaramu, kita lihat dan dengar apa yang mereka katakan" ucap Hoyeon berbisik, tangannya mengarah kearah pria yang Jennie kenal, lebih tepatnya tunangannya.
"Loh, itu Mino kan? Aku harus menghampirinya" namun Hoyeon menahan tangan Jennie.
"Jangan kesana, Jen. Kita cukup dengarkan dari sini. Entah akhir-akhir ini aku mencurigai tunanganmu. Gelagatnya begitu aneh" jelas Hoyeon, membuat Jennie sedikit berfikir, dan akhinya mengikuti perkataan Hoyeon.
"Kenapa kau membawanya kesini, sayang" samar-samar suara Mino terdengar, pria itu lekas mengambil alih bayi mungil yang berada di gendongan wanita itu.
"Kau terlalu lama meninggalkan kami di mobil, sedangkan dia terus mengrengek ingin bersamamu" Mino pun tersenyum, dan mengecup bayi mungil itu.
"Jagoan appa, tidak sabaran sekali" Sahut Mino, Jennie yang sejak tadi mendengar percakapan itu terkejut.
"Ap-appa?" Lirih Jennie, suaranya mulai bergetar, sedangkan Hoyeon langsung menggenggam tangan Jennie erat.
"Iya appa, Rayull tidak sabar bertemu appa" jawab wanita itu dengan suara seperti anak kecil, membuat Mino terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA'S ONESHOOT COLLECTION
Short StoryKumpulan oneshoot tentang kisah cinta antara Jennie dan Lisa akan terangkum dalam satu cover ini. Silahkan bagi yang berminat untuk membaca cerita dari saya. Jangan lupa vote dan komentarnya. Warning 🔞 PURE GXG #JENNIE #LISA #JENLISA
