Happy Ever After - 03

992 203 42
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
.
.

Kelas Junho saem tengah berlangsung, pria paruh baya itu sesekali berkelilimg untuk melihat seni pahat anak-anak didiknya. Bahkan Lisa terlihat begitu fokus dengan karyanya, kali ini ia ingin menampilkan seni pahat dengan bahan dasar semen. Jadi ada semacam alat cetak untuk membantunya mengerjakan seni nya.

Berbeda dengan Jisoo, gadis yang sejak kecil sudah sangat mencintai pohon. Kini, ia tengah berkutat dengan alat pahat nya membuat sebuah ukiran dengan bahan dasar pohon yang memang sudah di fasilitasi kampus nya.

"Kali ini, kau akan menghasilkan karya yang bagaimana, Lisa-ssi?" Tanya Junho.

"Jika dengan melihatnya, saem mampu mengetahui makna tersirat di dalam patung ini" Junho tersenyum, ia menepuk pundak Lisa pelan.

"Selesaikan tugasmu, aku sangat menantikan hasil akhirnya. Jangan membuatku kecewa, arraseo?" Lisa mengangguk.

"Akan aku kerahkan seluruh tenaga ku untuk menghasilkan yang terbaik, saem"

"Good girl. Kalau begitu lanjutkan lah" Junho pun kembali berjalan ke tengah-tengah anak-anak didiknya.

"Sekali lagi saya katakan, buatlah karya dengan sepenuh hati kalian, gunakan hati kalian untuk menuntun kalian dalam membuat karya seni ini. Karena seni patung, bukan cuma sekedar membuat patung yang kalian ingin kan, melainkan kalian harus bisa mengekspresikan perasaan kalian melalui hasil karya itu"

"Paham?"

"Paham, saem!" Ucap mereka serempak.

"Yasudah kalau begitu, kelas kita selesai hari ini. Kalian bisa melanjutkan nya besok."

"Nee, saem!" Junho pun berjalan keluar kelas.

Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di kelas yang Jennie ikuti. Mereka tengah memperhatikan Dara saem yang tengah menjelaskan didepan kelas.

"Kalian bisa menampilkan gerakan dance yang sudah kalian buat itu minggu depan. Saya ingin melihat peningkatan dari diri kalian."

"Jadi tugas kalian selain berlatih adalah mendalami gerakan yang kalian buat, dan tampilkan melalui musik. Agar orang lain ikut merasakannya, arraseo?"

"Nee, saem!"

Akhirnya kelas dance pun berakhir, setelah mencatar tugas dari Dara saem, Jennie pun bergegas merapihkan buku-buku nya yang masih berserakan di atas mejanya. Tidak disangka, ternyata Lisa tengah menunggu nya di ambang pintu kelasnya. Chaeyoung yang melihatnya pun lekas menyenggol lengan Jennie.

"Sepertinya sudah ada yang menunggu mu, Jen."

"Siapa?." Jennie tengah fokus memasukkan bukunya kedalam tas selempang miliknya.

"Kau bisa lihat ke arah pintu. Kalau begitu aku duluan, Jennie-ya. Jangan lupa untuk memberitahunya" ucap Chaeyoung berbisik di kalimat yang bercetak miring.

Ternyata setelah Chaeyoung keluar kelas, dan hanya tersisa Jennie saja. Lisa pun memberanikan diri untuk menghampiri sahabatnya.

"H-hai" ucapnya sedikit canggung, apalagi setelah kejadian yang menimpa hatinya. Membuatnya lebih pendiam dari biasanya.

"Kajja, Lisa-ya." Jennie lekas menautkan tangannya di lengan gadis jangkung itu, hal seperti ini sudah menjadi hal biasa bagi keduanya. Namun tetap saja, mengingat bahwa Lisa menyukai gadis disebelahnya, cukup mampu menggetarkan hatinya.

JENLISA'S ONESHOOT COLLECTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang