Future

4.5K 395 70
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow..
.
.
.
.

LISA POV

Menjalani kehidupan seorang diri, terkadang menyenangkan namun juga membosankan. Sejak kepergian orang tuaku 6 tahun yang lalu, membuat segala kehidupanku berubah, termasuk diriku sendiri. Bahkan setelah kepergian mereka, hatiku terasa hampa dan kosong.

Kematian mereka terjadi bertepatan saat kami ingin merayakan kelulusan camlaude ku di restoran langganan kami, yang terletak di Busan. Namun saat di perjalanan, dari arah depan sebuah truk melaju cukup kencang dan menghantam mobil yang kami tumpangi. Naasnya, mereka tewas ditempat kejadian dan hanya aku yang selamat dari kecelakaan maut itu.

Huh, aku merasa lelah sekali pagi ini bahkan rasa kantukku tak kunjung hilang akibat aku sulit tertidur semalam. Akan tetapi aku harus segera bersiap karena aku mendapatkan jadwal pagi.

Dengan mata yang sedikit mengantuk, tanganku meraba benda pipih yang sejak tadi berdering di atas nakas sisi ranjang. Setelah menemukannya aku pun langsung meraihnya dan segera menerima panggilan itu.

"Yak! Lalisa! Apa kau baru saja bangun!"

Aku menjauhkan ponselku karena teriakannya, aku menghela nafas berat. Dan kembali menempelkan ponselku tepat ditelingaku.

"Pelankan suaramu, aku masih bisa mendengar dengan jelas Son Seungwan"

"Ck, cepatlah mandi dan sarapan. Karena aku akan menjemputmu 15 menit lagi"

"Yak! Yak! Wen--tut"

Ya Tuhan, dia bertingkah seenaknya seperti diktrator. Aku pun segera bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri dan bersiap, dari pada aku harus kehilangan pendengaran ku karena mendengar omelannya nanti.

LISA POV END

Lalisa Manoban seorang lulusan dari fakultas kedokteran yang saat ini sudah menjabat sebagai dokter hewan disalah satu klinik hewan yang cukup ternama di kota Seoul.

Ia sudah menjalani pekerjaannya selama lima tahun, bahkan ia merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan Son Seungwan yang kerap di sapa Wendy yang saat ini sudah menjadi sahabatnya.

Mereka di pertemukan saat Lisa tengah duduk seorang diri di sebuah kafe dengan wajah yang tertekuk lesu menatap map coklat di tangannya. Hal itu membuat Wendy bersimpati dan memang Dewi keberuntungan sedang berpihak kepada Lisa, karena pada waktu itu Wendy juga sedang membutuhkan pengganti dokter hewan karena dokter sebelumnya telah resign. Sedangkan Lisa, dengan senang hati menerima tawaran itu.

Setelah memakai pakaiannya, ia langsung meraih jas putih kebanggaannya yang tergeletak di sofa kamarnya. Dengan segera ia bergegas menuju dapur. Ia membuka kulkasnya, mengambil beberapa roti tawar, selai coklat dan mentega. Setelah memoles roti itu dengan selai coklat sekaligus mentega keseluruh bagian, ia pun segera memasukkan roti itu ke alat pemanggang listrik.
Lantaran menunggu rotinya matang, ia juga membuat satu gelas susu sebagai pelengkap sarapannya.

Sedang asyik menikmati sarapannya, ponselnya kembali berdering. Ia menghela nafas sejenak, tangannya meraih segelas susu itu dan meminumnya hingga tandas. Dengan langkah sedikit terburu-buru ia menenteng tas hitam miliknya tak lupa jas putih yang sudah ia bawa dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggenggam ponsel tepat di telinganya.

"Aku sudah berada di depan apartemen. Cepatlah turun"

"Bersabarlah, aku sedang menuju lift"

"Kau selalu saja lamban, Lisa-ya"

"Dan kau, selalu saja membuat ku terburu-buru Wendy-ah"

JENLISA'S ONESHOOT COLLECTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang