TY, Amsterdam

1.6K 201 11
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
.
.
.

Terlihat seseorang tengah menyeret kopernya, ia tampak terburu-buru hingga secara tidak sengaja ia menabrak pengguna jalan yang berada di sekitaran bandara.

"Kalo jalan, selain pake kaki, pake mata juga dong mbak! Untung tas saya gak jatuh" ucap pria itu sedikit mengomel. Namun seseorang itu hanya berkali-kali membungkuk dan melontarkan kata maaf.

"Sekali lagi saya minta maaf mas, saya lagi buru-buru soalnya" ucapnya, lekas berlalu begitu saja dari pria itu.

Gadis itu semakin mempercepat langkahnya menuju ke bagasi untuk menaruh koper miliknya, setelah menaruh kopernya, ia langsung menuju ke area checking tiket dan paspor.

Akhirnya setelah effortnya berlarian dari luar bandara, kini gadis itu tengah mencari tempat duduknya, sesekali ia melihat tiket pesawat miliknya.

"Ini keknya tempat duduk gue deh" lirihnya, ia pun lekas menduduki kursi miliknya yang berada tepat di sebelah jendela pesawat. Ia langsung merogoh ponsel miliknya, tak lupa menaruh paspor dan tiketnya di tas selempang kecil miliknya.

"Gue harus abadiin, buat cover vlog gue nanti" ia berucap begitu antusias, hingga tanpa sadar sudah ada seseorang yang duduk tepat di sebelahnya.

"Lumayan lah, sekarang giliran gue video deh" gadis itu pun mulai menyorot arah kamera dari jendela, secara perlahan ia memutar tubuhnya kesisi sebelah kanannya dan ia terdiam.

"Turunin kamera ponsel lo, gak sopan banget dah" ucapnya dingin, setelah tersadar gadis itu pun lekas menghentikan aksinya dan lekas memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

"Gue minta maaf, gue gak bermaksud" sedangkan gadis disebelahnya hanya mengangguk.

"Dih ngeselin banget, padahal gue udah minta maaf sambil senyum manis gini, eh dia cuma ngangguk doang. Mana mukanya flat banget" monolognya.

"Udah puas ngeliatin gue nya?"

"Gak ada yang ngeliatin lo, jadi gak usah ke ge-eran" jawab gadis itu kesal. Ia memilih membuang muka dari gadis menyebalkan yang ada di sebelahnya.

Ting!
Suara notifikasi pesan masuk, ia lekas kembali merogoh ponsel miliknya. Ternyata pesan dari kakaknya "Bang Songkang"

"Jennie, ntar kalo udah sampe, langsung kabarin gue ya, biar gue jemput" isi pesan dari Songkang, kakak dari gadis yang bernama Jennie, lebih tepatnya Jennie Kalyna Lutfi. Tanpa ba-bi-bu, Jennie pun lekas membalas pesan kakaknya.

"Siap kapten" setelah terkirim, ia lekas menghidupkan mode pesawat, apalagi ada pemberitahuan bahwa pesawat yang ia tumpangi akan segera berangkat menuju tempat tujuan.

**

Puk puk...
Tepukan cukup keras terasa di pipi chubbynya, membuat Jennie yang tengah tertidur sedikkt terusik. Dengan perlahan ia membuka matanya dan mendapati tatapan gadis yang berada disebelahnya. Ia terperenjat dan menegakkan tubuhnya.

"Gilak, pegel banget bahu gue" ucapnya.

"Sial, gue keknya keenakan tidur deh, sampe gak sadar gue tidur sambil nyender dibahu cewek nyebelin ini" monolognya.

"Ck. Dasar cewek aneh, bukan nya bilang makasih, malah melongo begitu" ucap gadis itu, ia lekas pergi begitu saja dari hadapan Jennie.

"Hah? Siapa yang aneh? Gue?" ucap Jennie pada dirinya sendiri, setelah terdasar dari ucapan gadis tak di kenalnya itu. Bahkan gadis itu sudah menghilang dari pandangannya.

JENLISA'S ONESHOOT COLLECTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang