Congratulation

1.9K 226 38
                                        

Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow

Baca nya sambil dengerin lagu day6 "congratulation"

Jenlisa
Genre : angst
.
.
.
.
.

Seoul, 2020

Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku, hari ini aku pulang lebih awal karena memang pekerjaanku yang telah usai. Setelah selesai merapihkan semua barang yang ada di meja, aku pun segera meraih tas hitam milikku. Dan melangkahkan kakiku keluar Gedung.

Rasanya melelahkan sekali, batin maupun psikisku. Kepalaku terasa sangat berat. Dan aku butuh kasurku sekarang.

Sudah kuduga, subway dijam-jam ini tidaklah ramai.

"Untung pekerjaanku sudah selesai semuanya." batinku berucap.

Hari ini aku malas menyetir, jadi aku berangkat menggunakan subway. Kalian tau kan? Kereta bawah tanah. Bisa saja aku menggunakan bus, hanya saja akan lebih lama. Jadi subway adalah pilihan yang tepat.

Lagian dari apartemenku ke stasiun subway tidak terlalu jauh, begitu sebaliknya. Kantorku itu sangat strategis. Banyak restoran, baik yang mahal ataupun yang hemat dikantong. Dekat dengan subway dan dekat dengan bus.

Memang Lisa paling bisa diandalkan! Yaps dia lah yang memberi ku info bahwa diperusahaan yang saat ini aku tempati sedang membutuhkan karyawan. Dan saat itu aku seorang pengangguran yang membutuhkan pekerjaan.

Kenapa aku jadi memikirkan Lisa?

Aku menghentak-hentakan kakiku sebal, karena tidak biasanya kereta yang akan aku tumpangi delay seperti ini. Perasaan ku mendadak tidak enak sedari tadi, ku harap kuma baik-baik saja di apartemen.

Kuma itu adalah nama anjingku. Dia anjing berjenis pomerian, pemberian Lisa. Ya Tuhan, aku kembali memikirkannya lagi?

Apa aku merindukannya?

Tentu.

Aku sangat merindukannya.

Kuharap dia juga merindukanku, mengikis jarak diantara kita dua bulan ini, dan semoga juga Lisa bisa kembali bersamaku lagi.

"Lihat lah agashi itu, senyum-senyum sendiri seperti orang gila." aku tercengang mendengar bisikan dari para pemuda yang berada tidak jauh dariku.

"Benar, kurasa dia gil-Eh dia melihat kita." aku menoleh menatap mereka.

"Siapa yang kau sebut gila, hah?" Aku memelototi mereka. Sungguh tidak sopan! Anak-anak jaman sekarang, seenaknya sekali mereka mengatai ku tanpa tau alasanku tersenyum.

"Dasar bocah-bocah tengik! Bersekolah lah dengan benar!" kata ku sebal.

Dasar menyebalkan!

Mereka pun akhirnya menjauh dariku. Benar-bener jauh dari pandanganku. Seperti aku dan dia. Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku, menepis semuanya yang ada dipikiran ku.

Tidak dapat ku pungkiri, aku memang merindukannya, saat dia menci-eh?

"Kim Jennie! tidak-tidak. Jangan berpikiran yang iya-iya." Apa-apaan tadi.

Keretaku pun akhirnya sudah datang. Syukurlah, karena gerbong kali ini sangat sepi. Sungguh aneh, tapi tak apa aku suka.

Aku mencari earphone-ku. Lebih baik aku mendengarkan lagu. Ah ya aku tengah menyukai lagu dari salah satu band korea. Lagu mereka sangat enak didengar, jadi lagu mereka akan selalu ada didalam playlist-ku.

JENLISA'S ONESHOOT COLLECTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang