Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
.
.
.
Jenlisa
Genre : sesuka hatiku wkwk
Setelah mematikan mesin mobilnya, gadis jangkung itu lekas meraih tas selempang miliknya dan lekas menuruni mobil. Dengan gaya pakaian yang khas dan terlihat menawan, membuat siapa saja yang melihatnya merasa terpesona akan kecantikannya, terkadang juga ia terlihat cantik dan tampan secara bersamaan.
"Lisa!" Teriak seseorang, membuat Lisa seketika menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah gadis bersurai hitam yang berjalan menghampirinya. Bahkan gadis itu lekas merangkul pundak Lisa.
"Tidak biasa nya kau berangkat sepagi ini, Chu" ucap Lisa, membuat gadis dengan panggilan Chu lebih tepatnya Jisoo, pun tersenyum.
"Eomma tidak membuat sarapan pagi, itu lah alasan ku berangkat sepagi ini untuk mengajakmu sarapan di kantin. Bagaimana? Kau tak keberatan kan?" Lisa berdehem dan mengangguk.
"Baiklah, kajja kita kekantin"
Mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuju kantin. Gedung dengan nuansa putih dan abu-abu ini cukup terkenal di Korea, bahkan bisa terbilang menjadi universitas favorit di Seoul. Kita sebut saja Universitas Seni Nasional Korea, dimana di dalam nya memiliki beberapa fakultas diantaranya, School of Music, School of Drama, School of Dance, School of Visual Arts dan School of Korean Traditional Arts. Di setiap fakultasnya memiliki kelebihan masing-masing.
(Ini hanyalah cerita fiktif jadi jangan di bawa serius ya)
Sedangkan Lisa dan Jisoo mereka berada di fakultas Visual Arts, lebih tepatnya di kelas seni pahat (patung).
Mereka berdua tengah menikmati sarapannya, apalagi Jisoo, ia terlihat seperti orang yang sudah tidak makan tiga hari. Memang sedikit lebay, tapi itulah faktanya jika kita dapat melihat Jisoo memakan sarapannya dengan lahap.
"Oh ya sejak tadi aku tidak melihat gadis mu, dimana dia?" Lisa yang mendengar ucapan Jisoo pun tersedak.
"Uhukk.. " ia buru-buru meminum minuman miliknya.
"Yak! Jaga ucapanmu itu. Dia bukan gadis ku" Jisoo terkekeh, jari telunjuknya tak segan menekan pipi Lisa.
"Berhenti berbohong, pipi mu tampak memerah seperti kepiting rebus, asal kau tahu saja" ucapnya menggoda.
"Aishh! Sebaiknya kau habiskan dulu sarapanmu, setelah ini kita ke kelas" Jisoo terkekeh gemas dengan tingkah Lisa yang selalu saja mengelak saat membicarakan gadis dari fakultas dance, lebih tepatnya sahabat semasa kecil Lisa.
*****
"Bangun lah bodoh, bukankah kau ada kelas hari ini?" dengan penuh emosi gadis berambut blonde menyibak selimut yang membalut tubuh teman sekamar nya.
Namun ternyata, gadis itu tampak tidak terganggu sama sekali oleh roomate nya, ia justru semakin memposisikan dirinya dengan nyaman.
"Yak! Jennie-ya. Bangun bodoh! Apa kau mau kita terlambat lagi hah!"
"Arraseo. Kalau kau tidak bangun sekarang, aku akan guyur tubuhmu dengan satu gayung air. Bersiaplah pabbo-ya" gadis berambut blonde pun lekas bangkit dari ranjang Jennie. Namun belum sepenuhnya menuruni ranjang, salah satu tangannya sudah di genggam erat oleh teman sekamarnya.
"Aku benar-benar masih mengantuk Chaeyoung-ah" ucapnya dengan suara khas nya. Bahkan matanya masih terpejam dengan rapat.
"Beri aku waktu 10 menit lagi, setelah itu aku akan mandi dan bersiap" Chaeyoung mendengus.
"Baiklah. Tapi jika dalam waktu 30 menit kau juga belum selesai bersiap, maka ke kampus lah menaiki bus. Karena aku akan berangkat lebih dulu"
"Yak! Kenapa kau tega sekali berkata seperti itu"
"Sudah lah, aku ingin keluar untuk sarapan. Bye!" Chaeyoung melepas genggaman Jennie dan bergegas keluar kamar. Sedangkan Jennie, ia menghembuskan nafasnya kasar, tangannya dengan perlahan mengusap matanya, setelah sepenuhnya sadar, ia pun bergegas untuk mandi.
Setelah melewati berbagai drama dengan Jennie, kini Chaeyoung dan Jennie pun telah sampai di kampus nya. Seperti biasa, mereka akan menjadi pusat perhatian karena visual keduanya yang tampak cantik dan menawan.
"Lihatlah, gadismu baru saja berangkat" Jisoo menyenggol lengan Lisa.
"Diam lah, jangan menganggu aktivitasku" lagi-lagi Jisoo terkekeh.
Saat ini Lisa dan Jisoo tengah berada di rooftop yang tak jauh dari kelas mereka, setelah dua jam mengikuti kelas dari Junho saem. Dimana, mereka di beri tugas untuk menghasilkan sebuah karya patung yang memiliki makna didalamnya.
"Sungguh, kau akan terus berdiam diri seperti ini?" Lisa menoleh, dahinya mengernyit menatap Jisoo.
"Aish, maksudku setelah kalian bersahabat dari kecil, dan akhirnya kau menyukai nya, apa kau akan diam terus seperti ini? Setidaknya bertindak lah sebelum Jennie bersama yang lain, Lisa-ya" mendengar ucapan Jisoo membuat Lisa terdiam sejenak.
"Apa sikapku kurang jelas, untuk memberitahunya mengenai perasaanku?" Jisoo mendesah kasar.
"Seharusnya kau yang lebih mengerti Jennie, bukan aku. Kau tahu sendiri bukan, bahwa gadis mu itu memiliki tingkat kepekaan yang sangat rendah. Jadi jangan harap sikapmu itu mampu membuat nya mengetahui perasaanmu"
"Saranku, lebih baik kau mengungkapnya sebelum terlambat"
"Arraseo, akan aku pikirkan saranmu baik-baik. Sesegera mungkin aku akan memberitahumu jika aku sudah mengungkap kan nya" Jisoo pun mengangguk dan tersenyum. Tangannya menepuk pundak Lisa dengan perasaan bangga.
"Keputusan yang tepat" Lisa pun tersenyum tipis mendengar ucapan Jisoo.
Ting!
Satu pesan masuk di ponsel milik Lisa, gadis jangkung itu lekas merogoh ponsel nya yang ia taruh di saku celananya.
Jennie
"Lisa-ya, nanti malam kau free tidak?"
Lisa pun lekas membalas pesan dari orang yang baru saja mereka berdua bicarakan. Dan tak lama kemudian, Jennie kembali membalas pesannya.
"Kalau begitu, nanti malam ikut dengan ku ke club milik saudara nya Irene. Aku akan menjemputmu jam 8 malam. See you tonight Lisa-ya"
Lisa pun kembali mengetikkan sesuatu dan lagi-lagi Jennie membalas pesan Lisa.
"Aishh, kau ini selalu saja. Ya sudah, nanti malam jangan sampe telat, arraseo?"
"Kau tenang saja, Jen"
"Yasudah kalau begitu, kau bisa menyimpan kembali ponselmu dan fokus belajar."
Dengan penuh senyuman, Lisa pun segera kembali menaruh ponselnya di saku celananya. Jisoo yang memperhatikan gerak gerik Lisa sejak tadi pun tersenyum jahil.
"Sepertinya, kau tidak perlu memikirkan kembali ucapanku. Segeralah mengakui perasaanmu Lisa-ya"
"Yak! Diam lah Kim Jisoo." Jisoo tertawa dengan puas melihat sahabat nya salah tingkah. Tak dapat di pungkiri, detak jantung Lisa seketika berdegup begitu kencang.
"Tertawa lah sepuas mu, aku ke kelas lebih dulu" Lisa pun melenggang pergi meninggalkan Jisoo yang masih tertawa.
"Ya! Lisa-ya tunggu!"
.
.
.
.
.
.
Mau tes ombak dulu karena udah sekian lama berhenti nulis. Kalau banyak yang baca dan nungguin, insyaallah bakalan gue lanjut.
Jangan lupa tinggalkan komentar yang memotivasi bagi gue, komentar kalian juga ga bakalan gue kacangin kok.
Terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA'S ONESHOOT COLLECTION
Proză scurtăKumpulan oneshoot tentang kisah cinta antara Jennie dan Lisa akan terangkum dalam satu cover ini. Silahkan bagi yang berminat untuk membaca cerita dari saya. Jangan lupa vote dan komentarnya. Warning 🔞 PURE GXG #JENNIE #LISA #JENLISA
