Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
.
.
Chaeyoung kaget melihat Jennie yang menggebrak secara kasar pintu kamar mereka. Gadis mungil itu bahkan melempar dengan kasar barang-barang nya.
"Yak! Kim Jennie. Kau membuat ku kaget" namun Jennie justru menghiraukan ucapan sahabatnya.
"LISA BRENGSEK!" teriaknya membuat Chaeyoung semakin kaget bukan main.
"Yak! Kau ini mengatakan apa hah!." Tiba-tiba saja tangisan Jennie pecah. Dengan sigap Chaeyoung pun menghampiri Jennie di ranjangnya.
"Ya-ya-yak Jennie-ya, kenapa kau menangis? Mianhae, aku tidak bermaksud membentak mu." Namun Jennie justru semakin tersedu-sedu, Chaeyoung pun langsung membawa tubuh Jennie ke pelukannya.
"Hey, uljimarago. Aku benar-benar minta maaf Jennie-ya. Maaf kan aku, arraseo?" Chaeyoung berbicara dengan memeluk Jennie.
Jennie dengan perlahan menggelengkan kepalanya, membuat Chaeyoung dapat merasakannya.
"Tenanglah dulu, kau bisa menceritakan semuanya setelah kau merasa lebih baik."
Setelah beberapa saat menangis, kini Jennie pun merasa lebih baik, ia melepas pelukannya dan menatap Chaeyoung dengan mata yang sembab dan hidung yang memerah.
"Kau tampak jelek sekarang." Ledek Chaeyoung, ia pun mendapati pukulan ringan dari Jennie.
"Berhenti menyebalkan seperti itu." ucap Jennie dengan suara seraknya akibat menangis.
"Heheh mianhae. Kalau begitu coba ceritakan secara perlahan padaku, ada apa? Dan kenapa?" Jennie menghela nafasnya secara perlahan.
"Lisa menciumku tepat dibibirku." Mata Chaeyoung langsung membelalak kaget.
"Kau serius?." Jennie mengangguk.
"Ck, ternyata memang benar dia menyukaimu Jen. Dari gelagatnya saja sudah terlihat dengan jelas." Jennie terkejut mendengar pernyataan roomate nya.
"Omong kosong apalagi yang kau maksud Chaeng-ah." Chaeyoung menggeleng, kedua tangannya memegang bahu Jennie dengan erat.
"Dengarkan aku baik-baik Jennie-ya, cermati dan resapi."
Kringgg...
Ponsel milik Chaeyoung berdering. Membuat ia bangkit dari ranjang milik Jennie dan bergegas menuju ranjang miliknya, karena ponsel nya ia taruh di atas nakas.
"Chankaman, aku angkat telepon dulu."
***
Busan adalah kota dimana ayah dan ibu Lisa di pertemukan, bahkan disinilah ia di lahir kan. Setelah bermalam di rumah kakek dan neneknya, pagi ini Lisa sudah berada di pemakaman untuk mengunjungi orang tua nya.
Tak lupa di tangannya ia membawa bunga, bunga daisy yang amat sangat disukai oleh orang tuanya. Lisa bahkan sangat amat ingat, saat keduanya menjelaskan tentang bunga itu.
Bunga daisy memiliki arti kepolosan dan kemurnian, jadi sewaktu kelahiran Lisa, orangtuanya memajang bunga itu di kamar Lisa kecil. Tak hanya itu, dalam hal percintaan bunga daisy juga berarti cinta yang murni. Maka tak heran jika bunga daisy sangat cocok di berikan atas ucapan selamat pernikahan maupun kelahiran bayi.
"Eomma, appa. Aku kembali kesini untuk mengunjungi kalian. Aku juga membawakan bunga kesukaan kalian." Dengan senyum nanar, Lisa meletakkan satu bucket bunga daisy di pusara makam ibunya dan ayahnya. Makam keduanya berdampingan.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA'S ONESHOOT COLLECTION
Cerita PendekKumpulan oneshoot tentang kisah cinta antara Jennie dan Lisa akan terangkum dalam satu cover ini. Silahkan bagi yang berminat untuk membaca cerita dari saya. Jangan lupa vote dan komentarnya. Warning 🔞 PURE GXG #JENNIE #LISA #JENLISA
