Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
Jenlisa
Genre : angst, romance and fluffy
BUKK..
Hantaman keras mendarat di pipi lelaki yang notabene nya adalah sahabatnya.
"Brengsek!"
BUKK..
Emosinya benar-benar meluap, matanya memerah menatap orang yang sangat ia percaya selama ini. Bahkan segala keluh kesah ia ceritakan kepadanya.
BUKK..BUKKK..BUKK
Bertubi-tubi pukulan ia terima tanpa berniat membalas pukulan itu.
"Kau boleh berhubungan dengan siapapun, Chan. Tapi kenapa harus dengan kekasihku hah!" Bang Chan tidak dapat berkutik sama sekali.
"Lisa, cukup. Aku bisa menjelaskan semuanya" dengan kasar Lisa menepis tangan Sana.
"Kau tak perlu menjelaskan apapun. Malam ini hubungan kita berakhir, begitu juga hubungan persahabat kita, brengsek" dengan perasaan hancur, Lisa berlalu meninggalkan Sana dan Bang Chan, namun dengan cepat Sana berlari untuk menyusul Lisa.
"Lisa, tunggu" tangannya berhasil meraih tangan Lisa. Mata Lisa tampak memerah. Dengan perlahan Lisa melepaskan genggaman Sana.
"Lisa, aku bisa menjelaskan semuanya. Jangan seperti ini"
"Semuanya sudah cukup jelas, San. Bahkan aku melihat kalian bercumbu. Apa itu kurang jelas? Hah!"
"Asal kau tahu, kalau kau memang sudah bosan bersamaku, katakan saja! Bukannya berselingkuh dengannya dan menghancurkan semuanya San" Lisa mengambil kotak cincin yang seharusnya ia berikan kepada Sana.
"Bahkan cincin yang sudah aku persiapkan tidak ada gunanya lagi. Terimakasih untuk semuanya San, terimakasih atas kebohongan sekaligus pengkhianatannya. Kau tidak perlu menjelaskan apapun lagi" air mata Sana menetes menatap punggung Lisa yang kini kian menjauh dari pandangannya.
"Hiksss...hikssss.. mianhae Lisa-ya" lirihnya dalam tangis, Bang Chan segera merengkuh tubuh Sana.
"Maaf, Lis. Aku tidak dapat mengontrol perasaanku. Bahkan Sana juga mau menjalani hubungan denganku. Aku memang brengsek" batin Bang Chan.
*
Hujan tiba-tiba saja mengguyur jalanan kota, harum semerbak aspal tercium hingga ke indera penciuman. Tanpa payung ataupun mantel, Lisa berjalan menyusuri jalanan, ia tertunduk lesu, dengan kotak cincin yang ada di genggamannya. Bibirnya tampak menggigil dan pucat pasi, bahkan tatapan matanya benar-benar menyiratkan kesedihan yang begitu dalam.
Ia melangkahkan kakinya ke sebuah bangku yang ada di sisi jalan, dengan keadaan yang basah kuyup, ia pun mendudukkan bokong nya di bangku itu. Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja, tatapannya menatap sebuah kotak cincin tadi.
"Mengapa ini menyakitkan sekali" lirih Lisa. Ia semakin kuat menggenggam kotak itu, membuat jemari kukunya tampak memutih.
Malam yang dikira akan indah dan membahagiakan malah berakhir sebaliknya, sebuah pengkhianatan dan kebohongan tak terduga harus ia terima dengan lapang dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA'S ONESHOOT COLLECTION
Short StoryKumpulan oneshoot tentang kisah cinta antara Jennie dan Lisa akan terangkum dalam satu cover ini. Silahkan bagi yang berminat untuk membaca cerita dari saya. Jangan lupa vote dan komentarnya. Warning 🔞 PURE GXG #JENNIE #LISA #JENLISA
