Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow
.
.
.
.
.
Deg
Tatapan Jennie terpaku menatap Lisa yang tengah berjalan menghampiri meja mereka. Sekelibat bayangan masalalu nya dengan Lisa pun kembali terputar dan begitu menyesakkan.
Dahyun tampak terkejut sekaligus malu, ia menutupi sebagian wajahnya dengan daftar menu yang ada di hadapannya. Lisa semakin mendekat kearah mereka, dan jantung Jennie pun semakin berdegub hebat.
"Lisa-ya perkenalkan ini Rosie, kekasihku dan ini Jennie dan Dahyun sahabat Rosie" Lisa tersenyum, tangannya terulur kearah Rose bergantian ke arah Dahyun yang menunduk dan yang terakhir Jennie.
Tatapan Jennie dan Lisa bertemu, dengan ragu Jennie meraih uluran tangan Lisa yang menatapnya namun tidak mengenalinya. Bahkan mata Jennie menangkap dengan jelas gelang berwarna hitam dengan ukiran inisial namanya disana.
Meskipun gelang itu terlihat disambung dengan tali berwarna biru gelap. Jennie masih mengingat dengan jelas gelang yang ia berikan kepada Lisa.
"Lili" lirihnya pelan. Uluran tangan mereka terlepas, Lisa segera mendudukkan bokongnya di kursi yang sudah ada.
"Hey bukankah, kau gadis yang ada di toko buku waktu itu kan?" Pipi Dahyun memerah, ia benar-benar malu sekarang.
"Ah nee. Sekali lagi terimakasih"
"Jadi dia yang kau ceritakan waktu itu Lis?" Lisa mengangguk menanggapi ucapan Jisoo.
"Dia terlihat lucu, Chu"
"Apa dia benar-benar melupakanku? Bahkan ia seperti tidak mengenaliku sama sekali" batin Jennie sendu.
Rose yang melihat perubahan raut wajah Jennie pun bertanya-tanya, karena selama ini Jennie hanya menceritakan pertemuan nya dengan Lisa tanpa tahu-menahu bagaimana Lisa.
"Cepatlah pesan makanan sekarang juga, aku merasa lapar" ujar Lisa.
"Ck. Bilang saja bahwa kekasihmu itu sudah mengomel" Lisa tersenyum menatap Jisoo. Sedangkan Jennie, perasaannya semakin hancur, mengetahui orang yang dulu berjanji untuk menunggunya justru telah bersama yang lain.
Ia tidak memiliki selera makan siang ini, namun Jennie harus bisa mengendalikan dirinya, dan tetap tenang meskipun pada kenyataannya ia ingin sekali menangis.
"Sakit sekali" ucapnya membatin.
*
Saat ini Jennie sudah berada di kamarnya bersama Rose, karena Dahyun sudah pulang terlebih dulu bersama Momo.
Sepulang dari cafe, Jennie meluapkan semua air matanya, bahkan kini matanya sudah sembab dan hidungnya memerah, karena ia sudah menangis berjam-jam.
"Sampai kapan kau akan terus menangis seperti ini, Jen" Rose berusaha menenangkan Jennie sejak tadi, ia pun merasakan apa yang Jennie rasakan.
"Da-dadaku terasa sesak Rosie. Hiksss"
"Ka-kau tahu kan? Bagaimana perasaanku terhadap Lili, dan sekarang aku harus menerima fakta bahwa ia sudah menjadi milik orang lain bahkan dia sama sekali tidak mengenaliku. Hiksss. Hiksss" Isak tangis Jennie begitu memilukan, bahkan Rose benar-benar merasa tidak tega.
"Aku tahu, Jen. Tapi tenang lah, jangan menangis. Seharusnya yang harus kau lakukan saat ini adalah membuatnya mengenalimu"
"Aku yakin, kau bisa melakukannya, Jen" Jennie menegakkan tubuhnya setelah mendengar penuturan Rose, tangannya mengusap kasar air mata yang mengalir dipipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENLISA'S ONESHOOT COLLECTION
Short StoryKumpulan oneshoot tentang kisah cinta antara Jennie dan Lisa akan terangkum dalam satu cover ini. Silahkan bagi yang berminat untuk membaca cerita dari saya. Jangan lupa vote dan komentarnya. Warning 🔞 PURE GXG #JENNIE #LISA #JENLISA
