Be With You

3.6K 319 59
                                        

Setelah sekian lama akhirnya saya bisa kembali lagi dengan cerita yang mungkin absurd. Maafkan, ini semua karena otak saya yang benar-benar blank.

Selamat membaca
Jangan lupa vote, komen dan follow.

Jenlisa
Genre : romance


Musim semi bagiku musim yang paling nyaman dan indah. Bagaimana tidak? Aku bisa dengan jelas melihat bunga sakura bermekaran begitu indah disepanjang jalan yang telah aku lewati. Sesekali mengamati beberapa toko dan cafe yang membutuhkan pekerja.

Sudah seharian ini aku menelusuri kota Seoul, ternyata mencari pekerjaan tidaklah mudah, apalagi aku hanya bermodalkan suara dan juga gitar yang sejak tadi aku gendong. Aku pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di bangku yang terletak di bawah pohon yang berada di area taman. Ku lepas gitar yang berada di gendonganku, ku taruh di sisi bangku. Aku pun menyandarkan tubuhku di kepala bangku.

"Huft, lelah sekali" lirihku, sesekali mataku menatap keseluruh isi taman. Ternyata banyak juga remaja yang berkumpul disini.

Saat aku tengah sibuk dengan lamunanku, tiba-tiba sesuatu menghantam kepalaku cukup keras. Hal itu membuatku meringis dan refleks mengelus kepalaku. Mataku langsung mencari siapa orang yang melempar kaleng ini kearahku.

"Mianhae, Noona. Aku tidak sengaja melakukannya" ucap seorang namja yang menurutku ia masih berusia 15 tahun, karena terlihat cukup jelas dari seragam miliknya. Aku pun tersenyum

"Ah, gwenchana. Aku tidak apa-apa. Lain kali jangan lakukan hal yang membahayakan orang lain, arraseo?" Ia mengangguk, dan membungkuk.

"Sekali lagi, aku minta maaf Noona" ia berkali-kali membungkukkan badannya.

"Nee, tidak apa-apa"

"Terimakasih Noona, aku permisi lebih dulu" aku pun mengangguk, menatap punggung anak laki-laki itu yang kian menjauh. Aku pun memutuskan untuk kembali mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku.

"JEN!" teriak seseorang dari arah belakang, akupun seketika menghentikan langkah kakiku dan lekas menoleh. Alisku berkerut, menatap sosok gadis itu, tanpa sadar aku tersenyum.

"Denise" lirihku.

**

Sudah menjadi kebiasaan menikmati wine dan juga rokok. Rasanya benar-benar damai, ditambah suasana bar malam ini belum terlalu ramai seperti biasanya, tidak banyak orang yang berada di tempat itu.

"Tuangkan satu seloki lagi, Krys" bartender yang dipanggil Krys lebih tepatnya Krystal pun tersenyum dan kembali menuangkan wine ke seloki.

"Belum terlalu malam, kau jangan mabuk terlebih dulu Lisa-ya" Lisa pun terkekeh mendengar ucapan Krystal.

"Kau tenang saja. Aku hanya ingin berada disini lebih tepatnya memandang kecantikanmu"

"Jangan merayuku, kau justru membuatku geli" Lisa tersenyum menatap Krystal. Ia pun kembali menenggak wine tersebut, tatapan matanya terus tertuju kepada Krystal.

"Apa kau diam-diam terpesona denganku?" Goda Krystal, Lisa hanya tersenyum. Ia kembali menyesap rokok miliknya.

"Itu tidak mungkin, Krys"

Kringgg..kringgg..
Ponsel milik Lisa berdering, ia pun lekas meraihnya dari kantong jaket jeans miliknya. Tidak perlu waktu lama ia pun mengangkat panggilan tersebut.

JENLISA'S ONESHOOT COLLECTIONCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang