GENIUS HIGH SCHOOL
Myzenger Series
#1
15+ (Banyak kata kasar bertebaran. Bijak dalam memilih bacaan gengs. Kalaupun tetap ingin membaca, pliss banget untuk tidak ditiru)
Cerita ini bisa dibaca dengan jantung yang masih berdetak!
Gak percaya? Coba aj...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sopan kah begitu, Yo?
🐰🐰🐰 Hatiku gak sekuat itu ya, Neo. Sampai kamu bisa baperin terus. Lama-lama aku nembak duluan nih. Wkwk boong. Sebagai cewek aku juga mau ditembak duluan.
•Seina Himeka Xaquila• 🐰🐰🐰
"Mau mampir, gak?" tanyaku menawari.
Neo menurunkan kaca helm fullface-nya, "Lain kali aja, Sei. Udah mau maghrib, gue belum mandi." katanya.
Aku diantar pulang oleh Neo menggunakan motor besarnya, tadi aku sudah menolak untuk diantar tapi cowok itu bersikeras ingin mengantarku pulang.
"Neo, gue gak tau gimana naiknya." kataku, karena memang aku tidak pernah naik motor segede ini.
"Sini gue pegangin, jadiin bahu gue buat tumpuan." katanya mengulurkan tangan sebelah kirinya padaku.
Dengan ragu-ragu aku menuruti ucapan cowok itu. Malu juga kalau sampai jatuh didepan gebetan.
"Lo sih ah, udah gue bilang gak usah dianter." kataku protes karena aku mencoba naik tapi gagal.
Neo terkekeh, "Coba lagi, Sei." katanya lalu aku mencobanya lagi dan untungnya berhasil.
"Nah kan bisa." ujarnya, "Pegangan, Sei. Gue bukannya mau modus ya, tapi lebih baik lo lingkarin tangan lo di perut gue. Lo kan kerempeng tuh, takutnya lo kebawa angin." lanjutnya lalu terkekeh.
Aku memukul bahunya, "Rese banget, lo!" kataku kesal.
"Bercanda, Sei." balasnya, kemudian dia meraih kedua tanganku yang berada di bahunya lalu menuntunnya memeluk perut cowok itu.
Jantungku seperti merosot ke perut.
"Tapi kalo pegangan gue serius." katanya lagi.
Sejujurnya aku sangat malu, apalagi ini masih di parkiran JKS yang semua orang disana bisa saja melihat kami.