DR 32. Masih Ada Kesempatan

1.1K 203 43
                                        

"Siapapun punya kesempatan, tergantung berapa usaha kamu untuk berusaha mendapatkan kesempatan itu. Salah satu usahanya, ya minta sama Allah."

-Detak Rasa-

Hannah: "Bang, mobilku masuk bengkel. Abang jemput aku nanti kalau pulang kerja ya. Aku tunggu di kafenya Kinan."

Rayhan membaca pesan yang baru masuk ke ponselnya. Dia menghela nafas ketika Hannah mengatakan kalau dirinya berada di Kafe tempat Kinan bekerja. Kenapa adiknya itu tidak menunggu di kantornya saja? Sudah pasti dari kantor ke kafe adiknya itu memesan transportasi online. Dan kenapa adiknya itu tidak langsung pulang saja malah minta jemput di kafe?

Rayhan kembali menghela nafas. Pasti ada yang sedang di rencanakan adiknya itu.

Rayhan: "Mobil kamu kenapa? Abang agak telat pulang kerja, kamu pesan taksi online aja ya pulangnya?"

Tidak menunggu lama pesan yang dikirimkan Rayhan pada Hannah, ponselnya kembali menyala menampilkan adanya notifikasi pesan masuk.

Hannah: "Bannya kempes. Gapapa, aku tunggu."

Rayhan menghela nafas melihat pesan masuk dari Hannah.

Apalagi yang direncakanan adiknya itu?

💗💗💗

"Kinannya ada?" Hannah yang baru saja sampai di kafe langsung menghampiri salah satu pegawai di kafe itu.

"Mbak Kinan belum datang Mbak, mungkin agak sorean karena biasanya Mbak Kinan masih di kampus jam segini," ucap salah satu pegawai yang di hampiri oleh Hannah.

Hannah hanya mengangguk, lalu pergi menuju salah satu meja dan duduk disana.

Tidak lama kemudian, datanglah salah satu pegawai menunggu pesanan yang akan dipesan oleh Hannah.

"Setiap hari kesini kan Kinannya?" tanya Hannah sambil melihat-lihat menu didepannya.

"Kesini kok Mbak, Mbak Kinan selalu nyempetin waktunya buat lihat keadaan kafe," jawab pegawai tersebut. Hannah mengangguk kemudian menyebutkan pesanannya.

Tidak lama kemudian, Hannah yang kebetulan mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk menangkap sosok Kinan yang baru saja masuk kedalam kafe, tampak tersenyum menyapa pegawai kafe yang berdiri disamping pintu masuk.

"Kinan!" panggil Hannah yang berdiri dari tempat duduknya dan melambaikan tangan pada Kinan. 

Kinan menoleh pada asal suara, dia tampak kaget dengan keberadaan Hannah di kafenya, padahal sahabatnya itu biasanya selalu mengabari kalau ingin datang ke kafe.

"Han, udah lama disini?" tanya Kinan yang berjalan ke arah Hannah.

"Loh, kalian datang barengan?" tanya Hannah yang kini matanya bukan lagi menatap Kinan namun seseorang yang berada di belakang Kinan.

"Hah? Siapa?" Sontak Kinan menoleh kebelakang dan kaget ternyata Rayhan tepat berada di belakangnya.

Sejak kapan?

"Wah, kalian darimana? Janjian dibelakang aku?" tanya Hannah tersenyum menatap Kinan dan Rayhan bergantian.

"Tidak, aku dari kampus. Aku kedalam dulu ya Han," ucap Kinan lalu segera menuju ruang khusus tempat pegawai istirahat. Yang tadinya dia berniat untuk duduk di meja Hannah kini berubah pikiran ketika ternyata Rayhan- Abangnya Hannah ada di kafenya.

Entah mengapa, jika kakak-adik itu bersama, dirinya kurang nyaman berada di antara mereka.

"Ayo pulang," ucap Rayhan ketika dirinya baru saja duduk didepan Hannah.

DETAK RASA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang