Hanya berawal dari detak
Rasa yang dirasakan bisa memutar balikkan hati
Rasa membuat bahagia ketika mendapat suatu balasan berarti
Rasa membuat sedih ketika kehilangan menghampiri
Semua, tergantung bagaimana diri mengendalikan rasa
Terus menelusuri alirannya
atau
Berhenti menerpa aliran dan berbalik arah
Walau sulit ditempuh
Setidaknya tidak merasakan terbawa arus yang amat jauh
Sehingga sulit untuk menemukan jalan pulang
Tuhan, mengapa Engkau menciptakan rasa?
Jika dibalik kebahagian akan ada kesedihan
"Bang, yakin gapapa?" Hannah menatap Rayhan dengan tatapan bersalah, merasa bersalah meminta Rayhan untuk menemani dirinya ke resepsi pernikahan Kinan.
"Udah terlanjur, Dek. Kenapa baru tanya sekarang?"
Hannah memanyunkan bibirnya, masalahnya tidak ada lagi yang bisa dia ajak untuk pergi ke resepsi pernikahan Kinan. Tidak mungkin dia mengajak Mama dan Papanya yang sibuk dengan pekerjaan, tidak mungkin juga memaksa Mas Imran pulang yang kini tengah di luar kota karena pekerjaan. Semakin mustahil jika dia tidak datang ke pernikahan Kinan.
Hannah hanya diam, kembali menyantap makanan didepannya sambil melirik Rayhan sekilas yang kini tampak tidak nafsu untuk menyentuh makanannya.
Rasa begitu istimewa
Memutarbalikkan hati dengan begitu mudah
Tidak butuh hari, jam bahkan menit
Hanya dengan Detak semua bisa berubah
"Ayo bang, kita pulang," ucap Hannah ketika telah menghabiskan makanannya dan juga ketika Rayhan telah menghabiskan makanannya.
"Ayo," Rayhan bangkit, merapikan pakaiannya.
"Kenapa?" tanya Rayhan berbalik menatap Hannah, ketika gadis itu tidak berjalan mengikutinya.
"Aku mau kasih selamat ke Kinan dulu, abang mau ikut?"
Rasa, datanglah dengan kebahagiaan
Rasa, datanglah dengan kesukaan
Rasa, datanglah dengan kebaikan
Rasa, datanglah dengan ketulusan
"Selamat Na, Barakallah," ucap Hannah ketika kini gilirannya telah sampai untuk memberikan selamat kepada Kinan dan suaminya.
"Makasih sudah datang Han, dan juga makasih sudah membantuku selama ini," ucap Kinan tersenyum pada Hannah.
"Sama-sama Na, walaupun kamu sudah menikah begini. Jangan lupa markas kita tetap di Kafe," ucap Hannah tertawa di akhirnya kalimatnya.
Kinan tersenyum. "Tentu!"
Rasa membuat mata buta
Rasa membuat telinga tuli
Rasa membuat otak lumpuh
Rasa membuat hal yang seharusnya tidak ada menjadi ada
Apa boleh membenci rasa?
"Maaf."
Rayhan mendongak menatap Rafka.
"Bukan berniat untuk merebut, hanya saja saya lebih dulu mengenalnya, saya lebih dulu bersamanya, saya lebih dulu menjatuhkan hati padanya. Malah, saya yang tidak ingin dia lepas ke orang lain. Jadi, maaf jika apa yang terjadi hari ini bukanlah hal yang kamu inginkan. Apapun perasaanmu kepada saya, benci, kesal atau apapun itu, saya menerimanya." ucap Rafka membuat Rayhan terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETAK RASA [END]
RomansaCinta tak harus selalu lantang diucapkan. Kadang ia tumbuh dalam diam, terjaga dalam doa, dan diuji dalam keikhlasan. Kinan dan Rafka-dua tetangga yang saling mengenal sejak lama. Persahabatan mereka hangat, sederhana, namun menyimpan rasa yang tak...
![DETAK RASA [END]](https://img.wattpad.com/cover/191298605-64-k758119.jpg)