DR 40. Detak Rasa

2.5K 215 47
                                        

Hanya berawal dari detak

Rasa yang dirasakan bisa memutar balikkan hati

Rasa membuat bahagia ketika mendapat suatu balasan berarti

Rasa membuat sedih ketika kehilangan menghampiri

Semua, tergantung bagaimana diri mengendalikan rasa

Terus menelusuri alirannya

atau

Berhenti menerpa aliran dan berbalik arah

Walau sulit ditempuh

Setidaknya tidak merasakan terbawa arus yang amat jauh

Sehingga sulit untuk menemukan jalan pulang

Tuhan, mengapa Engkau menciptakan rasa?

Jika dibalik kebahagian akan ada kesedihan

"Bang, yakin gapapa?" Hannah menatap Rayhan dengan tatapan bersalah, merasa bersalah meminta Rayhan untuk menemani dirinya ke resepsi pernikahan Kinan.

"Udah terlanjur, Dek. Kenapa baru tanya sekarang?"

Hannah memanyunkan bibirnya, masalahnya tidak ada lagi yang bisa dia ajak untuk pergi ke resepsi pernikahan Kinan. Tidak mungkin dia mengajak Mama dan Papanya yang sibuk dengan pekerjaan, tidak mungkin juga memaksa Mas Imran pulang yang kini tengah di luar kota karena pekerjaan. Semakin mustahil jika dia tidak datang ke pernikahan Kinan.

Hannah hanya diam, kembali menyantap makanan didepannya sambil melirik Rayhan sekilas yang kini tampak tidak nafsu untuk menyentuh makanannya.

Rasa begitu istimewa

Memutarbalikkan hati dengan begitu mudah

Tidak butuh hari, jam bahkan menit

Hanya dengan Detak semua bisa berubah

"Ayo bang, kita pulang," ucap Hannah ketika telah menghabiskan makanannya dan juga ketika Rayhan telah menghabiskan makanannya.

"Ayo," Rayhan bangkit, merapikan pakaiannya.

"Kenapa?" tanya Rayhan berbalik menatap Hannah, ketika gadis itu tidak berjalan mengikutinya.

"Aku mau kasih selamat ke Kinan dulu, abang mau ikut?"

Rasa, datanglah dengan kebahagiaan

Rasa, datanglah dengan kesukaan

Rasa, datanglah dengan kebaikan

Rasa, datanglah dengan ketulusan

"Selamat Na, Barakallah," ucap Hannah ketika kini gilirannya telah sampai untuk memberikan selamat kepada Kinan dan suaminya.

"Makasih sudah datang Han, dan juga makasih sudah membantuku selama ini," ucap Kinan tersenyum pada Hannah.

"Sama-sama Na, walaupun kamu sudah menikah begini. Jangan lupa markas kita tetap di Kafe," ucap Hannah tertawa di akhirnya kalimatnya.

Kinan tersenyum. "Tentu!"

Rasa membuat mata buta

Rasa membuat telinga tuli

Rasa membuat otak lumpuh

Rasa membuat hal yang seharusnya tidak ada menjadi ada

Apa boleh membenci rasa?

"Maaf."

Rayhan mendongak menatap Rafka.

"Bukan berniat untuk merebut, hanya saja saya lebih dulu mengenalnya, saya lebih dulu bersamanya, saya lebih dulu menjatuhkan hati padanya. Malah, saya yang tidak ingin dia lepas ke orang lain. Jadi, maaf jika apa yang terjadi hari ini bukanlah hal yang kamu inginkan. Apapun perasaanmu kepada saya, benci, kesal atau apapun itu, saya menerimanya." ucap Rafka membuat Rayhan terdiam.

DETAK RASA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang