"Kehilangan adalah cara terbaik untuk belajar ikhlas tanpa batas."
-Detak Rasa-
"Oh, jadi kamu benaran datang sama Rafka? Abang benar-benar gak punya kesempatan lagi dong?" tanya Hannah setelah melepas pelukannya pada Kinan.
"Hah? Aku datang sendiri," ucap Kinan bingung mendengar ucapan Hannah.
Tanpa berkata Hannah menunjuk seseorang dengan pandangan, membuat Kinan menoleh tepat ke arah pandangan Hannah.
"Rafka! Wah bro, akhirnya lu datang juga. Udah sehat?" Suami Hannah tampak tengah berbicara dengan orang yang baru saja datang.
Kinan menautkan alisnya bingung.
Kok bisa?
"Jadi benaran sama Rafka nih?" tanya Hannah menggoda Kinan.
Kinan hanya terdiam, otaknya seketika berpikir keras. Jika dia menyangkal, Hannah akan kembali berusaha menjodohkan dirinya dengan Rayhan. Tapi jika mengangguk itu akan membuat dirinya lebih terancam, bagaimana jika Rafka tau? Kinan pasti akan malu dengan ucapannya.
"Ya udah, mungkin ini memang sudah takdir Bang Rayhan bukan sama kamu. Gapapa, aku juga tetap bahagia kok kalau kamu menemukan yang terbaik menurut kamu, tapi dari pandanganku dia juga baik," ucap Hanna sambil melirik Rafka yang kini tengah mengobrol dengan suaminya. Kinan hanya bisa mengangguk pelan, berharap saja Rafka tidak mendengar ucapannya bersama Hannah.
💗💗💗
"Oh jadi dia Hannah teman dekat kamu itu?"
Kinan yang sedang menyantap makanannya langsung menoleh ke arah sumber suara. Rafka baru saja datang dengan sepiring makanan dan segelas minuman di tangannya, kemudian duduk dimeja yang sama dengan Kinan.
"Iya," jawab Kinan singkat lalu kembali menyantap makanannya.
Rafka mengangguk, lalu menyantap makanan yang telah dibawanya.
"Kebetulan sekali kita datang bersamaan, kalau gak mungkin saya sudah di jodohkan sama adiknya Imran," ucap Rafka membuat Kinan seketika tersedak, segera dia meraih gelas disampingnya dan meminumnya hingga habis.
"Loh Kin, segitunya sampai tersedak? Nih minum punya saya kalau mau nambah," ucap Rafka yang menyodorkan gelasnya kedepan Hannah.
"Tenang Kin, gak usah kaget. Saya tetap memilih kamu apapun yang terjadi," ucap Rafka membuat Kinan langsung menatap ke arah lelaki didepannya itu.
Rafka hanya tersenyum, "Maksudnya, saya bilang kalau saya lagi dekat sama kamu. Mungkin bagi Imran itu punya arti yang berbeda, tapi maksud saya kita kan memang dekat, rumah dekat, sering makan bareng, bahkan saya sering main ke rumah kamu. Saya gak bohong kan?" ucap Rafka yang semakin ambigu membuat Kinan panas dingin.
Tanpa basa-basi Kinan meraih gelas yang di sodorkan oleh Rafka dan meminumnya, rasa panas di tenggorokan dan hidungnya masih terasa akibat tersedak tadi.
Rafka hanya tersenyum kecil menatap Kinan.
Sebenarnya Rafka dan Imran adalah teman dekat, dimana Imran yang selalu menjodohkan adik perempuannya pada Rafka karena selisih umur Imran dan adiknya yang hanya satu tahun membuat Imran ingin adiknya itu segera menikah setelah dirinya menikah. Mendegar Rafka yang masih lajang membuat Imran ingin menjodohkan adiknya itu pada Rafka, karena dia tau Rafka adalah lelaki baik.
Namun keberuntungan berada di tangan Rafka, setelah satu jam menunggu di parkiran hotel, Rafka melihat mobil Kinan yang masuk ke parkiran. Setelah memperkirakan kedatangan Kinan yang akan datang di antara pukul satu sampai dua siang dikarenakan Kinan yang kuliah di pagi hari, berharap dia bisa masuk ke aula pernikahan bersamaan dengan Kinan, karena itu kedatangannya bersama Kinan bisa dia jadikan alasan pada Imran agar lelaki itu tidak menjodohkan dirinya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETAK RASA [END]
RomanceCinta tak harus selalu lantang diucapkan. Kadang ia tumbuh dalam diam, terjaga dalam doa, dan diuji dalam keikhlasan. Kinan dan Rafka-dua tetangga yang saling mengenal sejak lama. Persahabatan mereka hangat, sederhana, namun menyimpan rasa yang tak...
![DETAK RASA [END]](https://img.wattpad.com/cover/191298605-64-k758119.jpg)