DR 19. Suatu Hubungan

2.1K 290 20
                                        

"Tidak akan ada yang terjadi tanpa tindakan. Kamu yang bertindak, apa aku?"

-Detak Rasa-

"Nanti pulang dari kantor pulang kesini ya?" ucap Frida-Mamanya Hannah membuat gadis itu menatap Mamanya bingung.

Sekarang Hannah tengah membantu Mamanya menyiapkan sarapan pagi.

"Kenapa Ma? Kalau Mama butuh bantuan Hannah, Hannah bisa kok izin kantor untuk hari ini nemanin Mama," ucap Hannah, karena biasanya Frida akan meminta Hannah untuk pulang ke rumah ini ketika Frida butuh teman untuk sekedar jalan-jalan di mall.

"Malam nanti keluarga Imran bakal datang, jadi bantuin Mama sore nanti nyiapin makanan. Kamu pulang kantor jam berapa?" tanya Frida menghentikan kegiatannya sesaat menatap Hannah menunggu jawaban.

"Siapa yang bakal datang, Ma?" Rayhan bersama Syira di gendongannya masuk ke ruangan dapur, menatap Hannah sekilas lalu beralih pada Mamanya.

"Oh itu, keluarga Imran bakal datang nanti malam. Kamu juga, malam ini nginap disini aja," ucap Mamanya membuat Rayhan sontak langsung menatap Hannah.

Hannah tampak menghindari tatapannya, terbukti ketika gadis itu langsung berbalik dan mencoba untuk bertingkah tengah mencuci sesuatu di wastafel. Rayhan mengangguk singkat menjawab pertanyaan Mamanya. Diapun melangkah untuk mengambil gelas yang berada di atas meja dekat wastafel, Hannahpun langsung berbalik mendekati wajan, sepertinya adiknya itu memang tengah menghindarinya.

Setelah mengisi gelas tersebut dengan air hangat, Rayhanpun melangkahkan kakinya menuju ruang makan, duduk di kursi meja makan tersebut lalu memindahkan posisi Syira pada pangkuannya. Syirapun langsung menyambar gelas yang di pegang oleh Rayhan, menandakan kalau gadis kecil itu kini tengah kehausan. Rayhanpun membantu Syira untuk minum. Tanpa Rayhan sadari, Hannah tengah menatap dirinya dan Syira dari arah dapur.

Setelah makan pagi bersama selesai, Rayhan bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit. Begitu juga dengan Papa yang telah rapi dengan jas kantornya. Rayhanpun pamit pada Mamanya yang tengah memangku Syira mengantarkan kepergian dirinya dan Papa hingga depan pintu.

"Assalamualaikum, Ma," pamit Rayhan menyalami tangan Mamanya.

"Papa pergi kerja dulu." Rayhan beralih pada Syira dan mencium pipi putrinya singkat.

Syira tampak tersenyum, Fridapun mengangkat salah satu tangan Syira ke udara.

"Hati-hati Papa," ucap Frida seolah diucapkan oleh Syira.

Rayhan tersenyum.

"Rayhan pergi, Ma," ucap Rayhan lalu berjalan menuju mobilnya. Tampak Syamsul yang menggunakan mobil berbeda menunggu Rayhan didepan gerbang. Rayhan dan Papanyapun keluar dari pekarangan rumah bersamaan.

"Ma, Hannah pamit dulu," ucap Hannah membuat Frida menoleh pada putrinya yang baru saja datang.

Hannah mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan Frida.

"Hati-hati, jangan pulang kemalaman. Ingat, nanti malam Imran dan keluarganya akan datang," ucap Frida.

Hannah mengangguk, setelah mencium punggung tangan Mamanya, diapun berjalan menuju mobilnya yang masih berada di garasi. Selagi memanaskan mobilnya, Hannah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, mencari kontak seseorang yang sangat ingin dia temui hari ini. Dia sangat ingin menyampaikan isi hatinya pada seseorang tersebut.

Hannah: "Na, kamu kuliah hari? Nanti sore bisa ketemuan? Di kafe kamu aja."

Menunggu beberapa saat, balasan dari Kinanpun masuk kedalam ponselnya.

DETAK RASA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang