Part-30: Kedatangan Papa

1.2K 98 65
                                        

Kepalanya mendongak, dagunya ia tumpu di atas kedua tangan yang terlipat dekat jendela. Melalui jendela Kaca besar itu dia menatap salju pertama yang baru saja turun pagi ini. Lebih tepatnya pertama turun di tahun ini. Menimbun jalanan, pepohonan dan juga atap-atap rumah. Rasanya dia begitu ingin keluar untuk bermain dengan salju. Menyentuh salju. Menikmati hujan salju dari pagi hingga petang. Kenzo ingin melakukannya, lagi. Sangat ingin. Tapi... Sepertinya itu hal yang mustahil ia lakukan untuk saat ini. Ah, lupakan!

Telpone di atas nakas kini kembali berdering dan Kenzo tetap mengabaikannya. Itu pasti pelayan yang memintanya segera turun untuk sarapan. Kenzo tak akan mau. Dia benar-benar malas duduk seorang diri di meja makan tanpa seorang pun yang menemani. Biarlah mereka mengadu pada papanya. Kenzo tidak peduli.

Suhu yang kian mulai dingin ini semakin mengharuskannya untuk memakai pakaian tebal layaknya sweater. Walaupun di dalam kamar, suhu kamarnya pun tak jauh berbeda. Ini karena ulahnya yang membuka lebar-lebar jendela kaca kamarnya sejak pagi tadi. Udara seperti ini benar-benar menusuk tulangnya hingga relung dadanya sana. Di kenakannya syall tebal abu hadiah ulang tahun dari ibunya yang sempat terbawa olehnya itu. Ini sangat membantu di kala dingin seperti ini.

Ngomong-ngomong tentang ibunya, Kenzo jadi mengingat wanita yang ia panggil Mama itu. Perlu diketahui ini untuk pertama kalinya Kenzo menyaksikan salju tanpa ibunya-- Yessica Tamara. Ada yang berbeda ketika salju pertama baru saja turun tahun ini. Tidak ada dekapan ibunya, tidak ada genggaman ibunya, tidak ada sentuhan lembut ibunya dan tak ada ibunya yang setia berdiri disampingnya. Semuanya hilang. Hilang di mata Kenzo. Salju tahun ini benar-benar berbeda.

Sudah sebulan lebih ia tak bertemu dengan ibunya. Apa kabar ibunya disana? Ah, apa sesakit ini rasanya menahan rindu? Jujur saja, Kenzo tak pernah membayangkan akan mengambil keputusan sebesar ini pada akhirnya. Tinggal jauh dari Chika sama sekali tak pernah ia rencanakan. Harusnya ia berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ini. Ini sungguh menyiksa. Dimana ibunya? Ah, tidak, lebih tepatnya dimana kini dirinya ini? Kemana sebenarnya Shamy membawanya ini?

Tok tok tok

"Kenzo"

Suara itu? Kenzo mengenal suara lembut itu. Dengan cepat ia membuka pintu. Dan benar saja, gadis cantik itu lah yang datang pagi ini. Dia tersenyum sangat manis. Seperti biasanya.

"Hai!" sapanya sambil tersenyum. Senyuman yang selalu mampu menenangkan hati Kenzo.

"Kenapa kau baru datang?" tanya Kenzo dengan tangan yang terlipat di depan dada. Sebisa mungkin ia tetap menujukan sikap dinginnya.

Gadis itu cukup tertegun sebentar. Belum apa-apa Kenzo sudah menodongnya sebuah pertanyaan. Tapi, setelah itu dia tersenyum. Ini sebuah kemajuan baginya. Iya. Untuk pertama kalinya Kenzo berbicara panjang padanya. Bahkan menanyakan keberadaannya. Dia senang. Semoga seterusnya dia bisa lebih dekat dengan anak laki-laki bernama Kenzo ini.

"Maaf, ya, tadi aku pergi ke toko roti dulu sebelum kesini. Kau sudah sarapan?"

Kenzo menggeleng. "Aku tidak mau sarapan sendiri."

"Ya sudah, ayo kita turun, Ken" gadis itu menggandeng tangan Kenzo menuju meja makan.

"Onee san, apa Papa hari ini bekerja?"

"Iya. Sepertinya begitu."

"Kenapa Papa selalu bekerja? Aku tidak suka Papa bekerja."

Kenzo mendongak menatap gadis cantik yang menggandengnya itu. Gadis itu hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya. Ah, gadis itu memang kadang susah di tebak. Kenzo baru mengenalnya semenjak Shamy membawanya ke rumah ini. Dan Shamy juga mengharuskannya memanggil gadis itu onee san (kakak perempuan). Tapi, anehnya gadis itu tidak tinggal di rumah ini. Dia hanya datang di akhir pekan saja. Setelah dia pergi lagi semuanya menjadi sunyi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 25, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

River Flows In YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang