[11. Jalan-jalan]

9.3K 810 154
                                        

Selamat membaca🌻

---

"Plis Om... Key gak mau pulang sekarang..." untuk kesekian kalinya Keysha mengucapkan permohonan itu pada Bagas.

Gadis mungil itu meminta Bagas untuk membawanya jalan-jalan entah apa alasannya.

Bagas berdecak dengan pandangan yang masih lurus ke depan, fokus pada jalanan. "Memangnya kamu mau kemana? Ini sudah sore, Papi kamu pasti mencari kamu." Tutur Bagas tanpa menatap Keysha.

Keysha mendesah kecewa dengan penuturan Bagas. "Om mah gitu mulu dari tadi! Dibilangin Papi belum pulang kalo jam segini!" Ujar Keysha kesal.

Bagas tak menghiraukan ocehan gadis remaja di sampingnya. Lelaki itu terus mengendarai mobilnya menuju rumah Keysha. Beberapa saat kemudian mobil Bagas berhenti tepat di depan pagar rumah Keysha.

Keysha dapat melihat dari dalam mobil bahwa ada mobil yang sering ia pakai, terparkir di pekarangan rumahnya.

"Lho, Papi udah pulang?" Gumam Keysha bingung sekaligus senang. Jarang-jarang Andrew pulang sore, biasanya pria dewasa itu selalu pulang larut malam, bahkan tak pulang sekaligus.

"Apa saya bilang, Papi kamu pasti ada di rumah." Ujar Bagas membuat Keysha menoleh pada pria itu.

"Ayo Om ikut masuk ke rumah, jangan pulang sekarang." Ujar Keysha lalu keluar dari mobil Bagas dan berjalan ke arah pintu pagar untuk membukakannya agar mobil Bagas bisa masuk.

Bagas bahkan belum sempat membalas ucapan gadis itu. Keysha memang sengaja melakukannya, karena jika tidak seperti itu, Bagas pasti akan menolak untuk mampir.

Bagas menghembuskan napasnya pasrah, lalu mengendarai mobilnya untuk masuk ke pekarangan rumah Keysha.

Bagas keluar dari dalam mobilnya setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi. Bagas menyusul Keysha yang sudah berjalan duluan masuk ke dalam rumah.

"Papi udah pulang?" Tanya Keysha saat melihat Andrew yang menuruni tangga dengan terburu-buru.

Keysha mengernyitkan dahinya saat melihat Andrew membawa koper. "Papi mau kemana?" Tanya Keysha lagi.

Andrew menghampiri Keysha lalu menjawab, "Papi harus ke Amerika sekarang." Sahut Andrew.

"Kok mendadak? Papi baru pulang kerjakan? Istirahat dulu Pi.." tutur Keysha.

Andrew menggelengkan kepalanya tanda tak setuju. "Papi harus berangkat sekarang Key, ada urusan kantor yang penting." Ujar Andrew mencoba menjelaskan.

Keysha memejamkan matanya. "Tapi Key gak mau Papi pergi, Key mau ditemenin sama Papi.." ujar Keysha lirih.

"Ngertiin Papi Key! Ini itu urusannya sangat penting dan gak bisa ditinggalin!" Ujar Andrew sedikit meninggikan suaranya.

"Lebih penting mana sama Key? Key mau ditemenin sama Papi! Kenapa Papi selalu sibuk sama urusan kantor Papi?!" Tanya Keysha frustasi dengan suara yang hampir berteriak.

Andrew menajamkan matanya. "Cukup Key! Apa kamu gak bisa ngertiin Papi?! Ini semua juga Papi lakuin demi kamu! Demi masa depan kamu!" Bentak Andrew.

Mata Keysha berkaca-kaca saat mendapat bentakan dari Andrew. Andrew jarang membentaknya seperti ini, atau bahkan tidak pernah. Namun mengapa sekarang? Sikap Andrew terlihat berbeda belakangan ini.

"Papi gak bisa lama-lama, Papi harus berangkat sekarang." Setelah mengatakan itu, Andrew langsung berlalu meninggalkan Keysha.

Keysha menitikkan air matanya. Gadis itu merindukan kehidupannya dulu saat almarhumah maminya masih ada.

Ayo Nikah Om!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang