[33. Merindu]

4.5K 504 342
                                        

Selamat membaca🌻

---

Hari-hari berlalu dan kini sudah tiga hari menjelang pernikahan Andrew dan Lita. Selama beberapa hari ini Andrew disibukkan dengan urusan kantor dan juga persiapan pernikahannya. Tanpa sadar, Andrew bahkan mulai mengacuhkan Keysha, putrinya.

Keysha merasa bahwa Papinya sedikit demi sedikit mulai berubah. Papinya selalu menghabiskan waktunya di kantor dan saat pulang kerja lelaki itu malah menghabiskan sisa waktunya bersama Lita, calon istri barunya.

Keysha menghela napasnya mendapati sikap Papinya. Keysha hanya khawatir Andrew akan berubah total akan sikapnya. Sekarang saja pria paruh baya itu sangat jarang menghabiskan waktunya bersama dirinya. Sangat berbeda dengan dulu, Andrew selalu bersamanya bahkan saat pria paruh baya itu kelelahanpun ia akan tetap menyisihkan waktunya untuk putri semata wayangnya.

"Papi," panggil Keysha saat melihat sang Papi menuruni anak tangga tampak terburu-buru.

"Pagi Keysha," sapa Andrew sambil mengecup puncak kepala Keysha dengan singkat lalu mengambil roti tawar yang tadi sudah Keysha oleskan dengan selai kacang kesukaan Andrew.

"Papi kenapa buru-buru banget?" Tanya Keysha sambil menatap sang Papi.

Andrew memakan rotinya dengan cepat lalu meminum segelas air dengan cepat hingga tandas.

"Papi harus buru-buru ke kantor," jawab Andrew.

"Oh ya! Jangan tunggu Papi pulang. Papi pulang akan larut malam karena sehabis pulang kerja Papi mau nemenin calon Mami baru kamu untuk membeli kebutuhannya." Jelas Andrew lalu segera pergi tanpa menunggu jawaban dari Keysha.

Lagi-lagi Keysha hanya dapat menghembuskan napasnya pasrah. Mungkin ia harus terbiasa dengan sifat baru Andrew, dan ia harus terbiasa jika Andrew akan membagi kasih sayangnya.

"Non Keysha yang sabar ya," ucap bi Mimin yang keluar dari dapur.

Keysha menolehkan kepalanya sambil tersenyum tipis. "Iya bi," sahutnya.

***

Keysha memarkirkan mobilnya di parkiran sekolahnya. Sekitar satu bulan lagi ia akan mengikuti lomba basket putri untuk mewakilkan sekolahnya. Dan sudah beberapa hari belakangan ini Keysha disibukkan dengan latihan basket untuk mempersiapkan pertandingan basket antar sekolah.

Hubungan antara Keysha dan Bagas agak sedikit renggang karena Keysha yang tampak cuek dengan lelaki dewasa itu. Keysha sangat jarang menghubungi Bagas atau bahkan hampir tidak pernah.

Keysha bersikap seperti itu bukan karena ingin mengakhiri hubungannya yang bahkan belum ia mulai bersama pria dewasa itu. Ia hanya ingin fokus untuk perlombaannya atau lebih tepatnya Keysha sedang dalam keadaan kurang baik karena kabar akan pernikahan Papinya.

Keysha berjalan menyusuri koridor yang ramai. Banyak yang menyapanya dan tanpa sungkan Keysha akan membalasnya atau sekedar memberikan senyum manisnya.

"Keysha!" Panggil seseorang dari arah samping.

Keysha menolehkan kepalanya dan melihat Felly yang berjalan ke arahnya. Felly tampak memperlihatkan raut wajah yang sedikit... tidak ramah? Ah entahlah mungkin itu hanya perasaan Keysha saja.

"Kenapa Fel?"

"Hari ini latihan libur dulu." Ujar Felly dengan nada bicara yang terdengar ketus.

Ayo Nikah Om!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang