Selamat membaca🌻
---
Keysha berjalan keluar dari area pemakaman umum. Gadis itu ke sini tadi naik taksi dan sekarang ia ingin sendirian dan membiarkan sampai seberapa jauh kakinya bisa melangkah.
Air mata membasahi kedua pipi putih nan mulus milik Keysha. Air matanya terus saja menetes seiring dengan langkah kaki Keysha. Bahu kecil milik gadis itu bergetar karena isak tangisnya. Sungguh, dada Keysha saat ini terasa sangat sesak.
"Hiks... Key kangen..." lirihnya begitu menyesakkan.
Tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan Keysha. Keysha mendongak lalu menghapus air matanya saat seseorang pemilik mobil itu turun menghampirinya.
Lelaki paruh baya dengan wajah angkuhnya itu berjalan mendekati Keysha. Keysha tau siapa lelaki itu, dia Brama, Ayah Ali.
"Masih ingat dengan saya?" Tanya Brama dengan tangan bersedekap dada.
Keysha menganggukkan kepalanya pelan. "I-inget... om Brama, Ayahnya A-ali," Jawab gadis itu.
Brama tersenyum meremehkan sambil menatap Keysha. Lelaki paruh baya itu sedari tadi mengikuti Keysha dari awal gadis itu berbicara di depan makam mami gadis itu.
"Om mau ngapain ya?" Tanya Keysha karena Brama tak kunjung membuka suara dan malah menatapnya rendah.
"Ahh," Brama menurunkan tangannya. "Saya hanya ingin bilang pada kamu, tolong jauhi Ali" ujar Brama to the point.
Keysha mengerutkan keningnya, bukan karena bingung melainkan karena gadis itu merasa sudah tak pernah berdekatan dengan Ali setelah hubungannya kandas.
"Tapi Key gak pernah deketin Ali, Key udah putus sama dia." Jawab Keysha mengutarakan yang ada dipikirannya.
Brama mengedikkan bahunya acuh. "Intinya jangan pernah ganggu hubungan dia dengan Felly, saya tidak suka jika Ali berdekatan dengan gadis murahan sepertimu." Tutur Brama santai namun sangat menyakitkan bagi Keysha.
"Key bukan cewek murahan om!" Sanggah Keysha karena memang dirinya bukanlah gadis murahan.
Brama tertawa sarkas di hadapan Keysha. "Kamu itu sama seperti Ibumu, sama-sama murahan dan tidak punya harga diri!" Sungguh perkataan Brama sangat menusuk relung hati Keysha. Awalnya ia tak masalah dibilang murahan, namun saat mendengar lelaki paruh baya yang menghina almarhumah maminya itu membuatnya kesal setengah mati.
Ekspresi Keysha yang tadinya mencoba seramah mungkin kini berganti menjadi datar. "Maaf om, kalo om mau menghina saya silahkan hina saya,"
"Tapi tolong jangan hina mami saya! Mami saya bukan wanita murahan! Bahkan dia adalah wanita yang sangat baik! Tidak seperti Ali dan Felly!" Pekik Keysha kesal setengah mati.
Sakit dihatinya kini makin bertambah saat mendengar penuturan Brama. Maminya sudah tenang di alam sana, lalu mengapa ada yang berani menghina maminya?
Keysha masih bisa menerima kalau yang dihina itu dirinya. Namun kalau yang menjadi sasaran hinaan itu adalah almarhumah maminya, Keysha tidak akan tinggal diam.
"Beraninya kau mengatai putraku dan pacar putraku murahan!" Hardik Brama tajam. "Kau dan Ibumu itu yang murahan! Bahkan kau tercipta karena hubungan terlarang yang Ibumu dan Ayahmu lakukan!" Tikam Brama.
Air mata Keysha kembali luruh mendengar perkataan itu. Tidak! Papi dan maminya tidak murahan! Kedua orangtuanya adalah orang baik.
"Kalau niat om nyamperin saya ke sini cuma buat menghina kedua orangtua saya, silahkan Anda pergi." Ujar Keysha datar namun air mata terus mengalir dari matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ayo Nikah Om!
Romance"Om gak boleh pelit sama Key!" "Kenapa?" "Kan Key kesayangan om!" Bagas Kastria lelaki berusia 24 tahun yang memiliki wajah tampan dan badan kekar itu sampai sekarang belum juga memiliki kekasih. Jika teman-temannya semua sudah memiliki istri dan an...
