Daftar Pendek Wattys 2021
[PART LENGKAP]
May contain violence.
Tumbuh di keluarga yang sangat percaya takhayul membuat Gian tidak pernah percaya pada makhluk tak kasat mata. Baginya, hal-hal seperti itu ditujukan untuk menakutinya, yang sayangnya...
"Iya." Suara Gian yang terdengar seperti cicitan di kupingnya sendiri. Ia harus berdeham dan menjawab lagi agar tidak membuatnya malu sendiri.
Codru keluar dari ruangan itu hanya dengan celana yang menggantung rendah di pinggulnya. Deliciously hangging atau barely hangging? Gian tidak dapat menemukan kalimat yang tepat. Memperlihatkan otot dada dan perut yang terpahat sempurna. "Kenapa kalian punya tubuh yang bagus padahal sudah mati?" tanyanya tanpa sanggup ia cegah. Saat sadar apa yang sudah dikatakannya, ia menggigit bibirnya sendiri.
Langkah Codru menuju french door terhenti dan langsung berbelok ke arahnya. Berhenti tepat di depan Gian lalu mengambil tangannya untuk ditempatkan di leher pria itu.
Ia menatap Codru dengan bingung. Yang dapat dirasakan olehnya hanyalah telapak tangannya yang terasa dingin juga tangan pria itu yang memegangnya. "Tidak ada detak jantung. Kau tidak perlu mengatakan kami sudah mati berkali-kali karena kami hidup dengan itu lebih dari seribu tahun," ucap pria itu.
Jarak mereka sangat dekat, hingga memaksa Gian untuk membaui aroma pria itu yang kini menyapa wajahnya, kemudian menjalar memasuki kedua hidungnya dengan perlahan. Lagi-lagi ia dapat mencium aroma hutan. Gian mengambil satu langkah mundur juga menarik tangannya dari genggaman Codru. "Okay," katanya kikuk.
"Jadi, ada apa kau ke sini?" Codru kembali berjalan ke arah frenchdoor, membuka pintunya hingga Gian dapat merasakan angin yang dingin memasuki kamar ini. Mungkin karena lantainya lebih tinggi dari kamarnya, sehingga ia dapat lebih merasakan hawa yang menusuk di kulit wajahnya.
Kakinya berjalan mendekati pintu itu. Melihat Codru berdiri membelakangi balkon, menyandarkan bokongnya di sana. Matanya yang suci kini sudah ternodai dengan pemandangan yang ia yakini tidak akan hilang bahkan saat menutup matanya.
Tubuh pucat Codru yang bermandikan cahaya bulan serta langit yang sangat cerah di malam hari dengan taburan bintang. Tubuhnya yang rileks tidak membuat otot-otot tubuhnya tersembunyi pun bagian pinggul yang membentuk V hingga tertutupi celana panjangnya. Jika ia seorang pelukis, pasti ia sudah mengambil seluruh peralatan melukisnya dan meminta pria itu diam. Apa daya, yang bisa digambarnya hanya dua gunung dengan jalan di tengah dan sawah di sisi jalan.
"Stop eyefucking me." Codru menyengir lebar. Membuat Gian sadar akan matanya yang tidak berhenti memperhatikan tubuh pria itu tanpa tahu malu.
"Enggak!" sanggahnya setelah ia berhenti tergagap. "Hanya lihat langit dan bulan."
"Jadi ada apa, Little One?" tanyanya lagi, Codru tampak tidak percaya pada ucapannya, namun pria itu mengabaikan jawabannya. Gian berdiri diam di tempatnya, memainkan ujung sweatshirt-nya dengan kedua tangan untuk meredakan gugup yang tiba-tiba datang.
"Dacian cerita mengenai Petre."
"Lalu?" desak Codru. Gian keheranan sendiri kenapa pria itu mengambil jarak jauh darinya dan memilih berada di tempat yang berbeda. Meskipun hanya balkon, tapi hitungannya beda ruangan kan? Dan juga Codru tampak buru-buru ingin ia selesai mengatakan apa yang di pikirannya lalu pergi dari sini.
"Kenap kita bicara jauhan, sih? Bisa tidak memperhitungkan aku manusia dan pendengaranku tidak setajam kalian?" gerutunya.
Codru menghela napas, matanya berkilat namun kali ini bukan dengan amarah. "I'm trying to be a perfect gentleman but you making it hard for me, Little One," katanya.
"Aku gak paham."
"Kamarku jadi penuh dengan aromamu," terangnya. Gian mengangkat tangannya, membaui dirinya sendiri. Tidak bau. Ia baru saja mandi sebelum bersiap tidur tadi. Tampaknya pemandangan itu menghibur bagi Codru karena ia tertawa pelan di seberang sana. "Aromamu sangat enak kalau itu yang membuatmu mengendus dirimu sendiri. Kau sudah mengelilingi kastil, tapi tidak dengan lantai ini. Aromamu tidak ada di sini sebelumnya. Dan berhubung aku tidak melihatmu selama beberapa hari, aromamu membuatku ingin mencicipi darahmu."
11/3/21 Revisi 24/7/21
Jangan lupa vote, komen dan follow akun WP ini + IG @akudadodado yaaw. Thank you :)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.